Rapat Akhir Tahun FKMTF Indonesia

Rapat Akhir Tahun FKMTF Indonesia 2019 dilaksanakan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya pada tanggal 20 – 21 April 2019. Rombongan ITB kali ini terdiri dari 14 orang anggota BP dan MPA HMFT-ITB. Kami berangkat dari stasiun Kiaracondong pada pukul 5.30 pagi dan tiba di stasiun Gubeng pada pukul 21.45 malam. Setelah itu kami makan bersama dan langsung menuju ke tempat penginapan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Rangkaian acara RAT dimulai keesokan hari tepatnya Sabtu, 13 April 2019. RAT dihadiri oleh beberapa universitas anggota FKMTF Indonesia yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Telkom, Universitas Nasional, dan Institut Teknologi Bandung. Meskipun tahun ini STTM Muhammadiyah tidak dapat datang rapat anggota kali ini dihadiri oleh 2 universitas yang belum lama ini membuka program studi teknik fisika yaitu, Universitas Multimedia Jakarta dan Institut Teknologi Sumatera. Setelah sambutan oleh Sekretaris Jendral 2018/2019 , Krisna,  acara dilanjutkan dengan forum tanya jawab oleh Institut Teknologi Sumatera terkait pembentukan himpunan mahasiswa untuk menghasikan masukan atau saran dari kampus lain yang sebelumnya sudah melewati masa pembentukan ini. Secara garis besar pembahasan terkait alasan pembentukan, kebutuhan mahasiswa dan kondisi kampus mereka saat ini.  Setelah itu acara dilanjutkan dengan kuliah inspirasi yang membawakan materi terkait pengembangan diri.

Setelah Rapat Tengah Tahun lalu, FKMTF Indonesia telah sepakat untuk melanjutkan amandemen AD/ART yang sebelumnya sempat tertunda. Akhirnya, pada RAT tahun ini, proses pengamandemenenan sudah selesai dan AD/ART juga telah disahkan. Acara dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban dari masing-masing program kerja yaitu, jaket FKMTF Indonesia, Mobile Legend Championship, FKMTF Online, dan Analisi Himpunan. Forum berjalan cukup baik dan berhasil diperoleh banyak masukan untuk keberjalanan program kerja selanjutnya.

Pada hari terakhir yaitu Minggu, 14 April 2019, dilakukan diskusi antara Sekjen dan Wasekjen kepengurusan tahun ini dengan massa yang hadir terkait rancangan Grand Design baru FKMTF Indonesia yang sebelumnya sudah dirumuskan. Pembahasan terkait alasan perlunya grand design baru serta rancangan visi dan misi yang akan digunakan kedepannya. Setelah berbagai pertimbangan dari massa yang hadir, akhirnya disepakati bahwa keluaran diskusi ini adalah visi dan misi yang nantinya akan dikaji lagi oleh kepengurusan selanjutnya untuk menyusun keseluruhan grand design ini serta program kerja kepengurusan mereka. Pemaparan dan diskusi terkait visi dan misi ini dilanjutkan dengan penentuan tanggal selesainya pembahasan grand design ini oleh kepengurusan selanjutnya. RAT akhirnya ditutup dengan pengumuman Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris Jendral FKMTF Indonesia tahun 2019/2020 serta sepatah dua patah terakhir dari Sekretaris Jendral baru Hafidz dari Universitas Gadjah Mada. Dengan ini kepengurusan FKTMF Indonesia ITB diserahkan pula dari Madarinna (FT’16) ke Indira (FT’17). Setalah foto bersama, rombongan HMFT kembali pulang. Semoga kepengurusan selanjutnya antusiasme massa HMFT dan masyarakat umum bisa lebih baik lagi. Ditunggu ya kaptensss!

Perwakilan HMFT-ITB pada RAT FKMTF 2019

Pemilihan Calon Ketua Osjur 2019

Tanggal 21 Maret 2019 adalah hari yang bersejarah untuk keberjalanan kaderisasi di HMFT dimana Charybdis (FT’17), ditantang untuk mengambil bagian lebih untuk membimbing para pelaut penerus. Setelah melewati proses perenungan, berpikir, dan di samping itu memenuhi syarat dokumen yang diberikan, munculah 2 Charybdis yang paling berani : Krisna Diastama (13317016) dan Miranda Prima(13317053).

Setelah melewati proses diskusi, bertukar ide, saling memaparkan mimpi yang berlangsung panjang hingga 3 minggu di sela sela kegiatan akademik, terpilihlah Miranda sebagai pemimpin pendidikan awak kapal SS Skulers. Miranda sendiri memimpikan Sekolah Skullers 2019 yang ditekankan pada asas kekeluargaan, sedangkan mimpi Dias adalah Sekolah Skullers yang membentuk kader yang berdampak bagi dunia.

Proses inisiasi Sekolah Skullers ini dilanjutkan dengan pelatihan materi dan metode untuk tim materi dan metode Sekolah Skullers 2019 yang diselenggarakan Sabtu, 27 April 2019 di sekre himpunan dengan pemateri Inna dan Yudha FT16. Selamat dan semangat menjalankan tugas untuk Miranda, dan tetaplah berjuang dan merangkai mimpi untuk Dias dan semua teman-teman Charybdis. Ditunggu kontribusinya 1 angkatan di Sekolah Skullers nanti, Kapten(s)!

Solar PV untuk Asih Putera, bag 1

Pada bulan April 2019 ini, beberapa anggota HMFT-ITB mendapat tugas untuk memperkenalkan dan mendemonstrasikan penggunaan Solar PV kepada siswa SMA sederajat di Madrasah Aliyah Multiteknik Asih Putera, yang berlokasi di Cimahi, Jawa Barat. Tugas ini (atau kami biasa menyebutnya proyek), dimulai oleh salah satu dosen Teknik Fisika ITB, yaitu Pak Rahmat Romadhon. Dari beliau, tugas ini pun turun, dan akhirnya beberapa orang pun bertanggung jawab untuk mengunjungi MA Asih Putera sekali seminggu selama tiga minggu.

Pertemuan pertama dilaksanakan pada Rabu, 27 Maret 2019. Pertemuan pertama ini hanya digunakan untuk menjelaskan Solar Panel dan membagi seluruh siswa kelas 10 dan 11 ke dalam beberapa kelompok untuk selanjutnya diberikan tugas. Dalam pembagian ini, kelas 10 mendapat tugas untuk membuat model kereta listrik yang akan mendapat suplai daya listrik dari sebuah solar PV yang berukuran kecil. Sedangkan kelas 11 mendapat tugas membuat sistem sensor yang mendapat daya listrik juga dari solar PV berukuran kecil. Setiap 3 kelompok akan mendapat 2 orang pembimbing, yaitu kami para mahasiswa . Pertemuan pertama pun ditutup dengan penentuan ketua kelompok dari setiap kelompok besar (yang terdiri atas 3 kelompok)

Pertemuan kedua dilaksanakan pada Sabtu, 13 April 2019. Purwarupa untuk diperlihatkan kepada siswa kelas 10 dan 11 pun telah selesai dibuat. Pertemuan hari ini bertujuan untuk menjelaskan tugas mereka dengan lebih rinci, serta membagikan beberapa komponen yang sepertinya sulit mereka dapatkan. Setalah melakukan pemaparan, para pembimbing tiap kelompok pun langsung dipersilahkan menuju ke kelompoknya masing-masing untuk menjelaskan langkah pengerjaan.

Untuk kelas 10, mereka mendapatkan sebuah solar PV mini, modul charger, sebuah baterai, dan sebuah motor DC berukuran kecil. Tugas dari siswa kelas 10 adalah, membuat gerbong kereta yang akan digerakkan oleh motor DC, beserta mekanisme transmisi dan bentuk roda, lalu mereka juga membuat mekanisme induksi agar
tegangan yang diperoleh dari solar PV dapat menyuplai daya ke dinamo agar dapat menggerakkan kereta. Untuk itu, tugas pertama mereka adalah melakukan penyolderan solar PV – modul charger – baterai, sebagai komponen-komponen yang memberikan daya untuk kereta.

Pertemuan kedua ini pun berakhir ketika seluruh komponen telah terhubung. Pertemuan selanjutnya, akan dilaksanakan pada bulan Mei, yang menjadi waktu penyelesaian dan pengujian dari tugas mereka.

Wisuda April 2019 : Cerita sang Nahkoda

Suatu hari, jiwa ini terpanggil untuk mewujudkan keresahan yang lahir dari lubuk hati yang dalam. Setiap langkah dilalui dengan begitu ambisius untuk mewujudkannya. Tetapi, berhentilah pada suatu tempat dan seseorang yang dulunya pernah mengisi posisi seperti diriku mengatakan “Tidak banyak yang bisa diubah dari acara ini”. Lantas diriku langsung sadar kemana harus aku bawa mereka yang juga memiliki semangat untuk mensukseskan acara ini. Awal mulanya, sudah terbentuk 13 orang yang akan berjuang untuk mengapresiasi mereka yang akan meninggalkan bumi ganesha. Setiap langkah ini tidaklah begitu mudah, terutama menularkan semangat kepada setiap sobat karib. Ya, cukup semangat yang sudah bercampur dengan darah saja yang akan mensukseskan acara ini, begitulah pikirku.


Setelah kami terbentuk, kami mulai membentuk tema besar dalam pengapresiasian ini. Kami melakukan voting terhadap tema yang akan kami bawakan dan merundingkannya di dalam grup angkatan kami. Kuajukan ide tentang bajak laut dan beberapa tambahan ide dari ring 1 yang menyempurnakan ide ini. Singkat cerita, terpilihlah tema kami yaitu “Bajak Laut”. Tema ini terpilih karena menyesuaikan tema dengan pusat Wisuda April ITB yaitu “Cita Pembangunan Bangsa” yang mengedepankan apa yang bisa diberikan oleh tiap jurusan terkait profesinya kepada Indonesia. Jelas jurusan kami tidaklah spesifik bidangnya. Tetapi karena tidak spesifiknya, kami mudah menghubungkan setiap bidang Teknik menjadi satu. Maka dari itulah kami menyebutnya seperti bajak laut yang membajak berbagai ilmu Teknik.

Wisudawan April HMFT-ITB 2019


Temapun sudah terbentuk, selanjutnya tema pre-wisuda yang belum. Kami lakukan lagi pooling di grup besar kami atas tema pre-wisuda yang akan kami angkat. Setelah mendapatkan tiga tema terbanyak yang dipilih, kami lakukan pooling kembali kepada para wisudawan untuk tema yang mereka inginkan dan juga tempat yang mereka inginkan. Alhasil terpilihlah tema “Casino night” dan kami menggunakan tempat di “Sierra Cafe” yang sangat indah dengan suasana malamnya. Para kru pre-wisuda April sangat senang setelah selesainya acara pre-wisuda pada 2 hari sebelum hari wisuda. Kami sangat lega melihat masukan dari massa himpunan yang antusias dan mengapresiasi apa yang telah kami lakukan sampai hari pre-wisuda.


Berbagai masalah datang dan pergi telah kami hadapi. Kesalahpahaman diantara kami yang menyebabkan berkurangnya kinerja kami. Tetapi, mengalahnya satu pihak akan menyelesaikannya. Sulitnya menyesuaikan jadwal antar setiap individu. Tetapi, cara pandang yang benar akan peran mereka yang menyelesaikannya. Cara pandang yang melihat setiap komponen sama pentingnya. Hilangnya anggota setiap divisi. Tetapi, perjuangan pemimpin divisilah yang akan menyelesaikannya. Pekerjaan yang tidak selesai sesuai dengan yang direncanakan. Tetapi, mudur sejenak untuk melihat apa yang salah dan melihat masa depan sebagai kebahagiaan dan hari ini adalah berkahlah yang akan menyelesaikannya. Hilangnya akar kreatifitas serta inovasi dalam setiap sentuhannya. Tetapi, pertukaran pola pikir dengan mereka yang berjuang bersamalah yang akan menyelesaikannya. Terakhir, hilangnya jiwa-jiwa yang memiliki tujuan yang sama. Tetapi, motivasi atas apa yang mau diwujudkan dan rasa tanggung jawab yang tinggilah yang akan menyelesaikan semua ini. Tangan yang bergandeng bersama-samalah yang akan dapat melalui semua itu. Ya kami, bukan saya.


Helaan napas yang panjang telah dihembuskan kemarin pada malam hari tanggal 6 April 2019. Jiwa-jiwa kami merasakan kebahagiaan dan kepuasan atas hasil kerja keras yang telah dilakukan. Lelahnya berdagang, lelahnya membuat kapal besar, lelahnya menampilkan penampilan terbaik kami, lelahnya mempersiapkan acara sampai malam hari di Bandung atas, lelahnya mempersiapkan segala kelengkapan, lelahnya menekan tombol yang akan mengabadikan setiap gerakan mereka, lelahnya mengarak mereka yang akan menjadi berkah di masyarakat, dan lelahnya membantu mereka yang sudah akan meninggalkan bumi ganesha ini. Semua itu terbayarkan dengan senyuman dari setiap wisudawan dan wisudawati yang kami lihat. Akhirnya keresahan ini dapat terselesaikan.

Salam cinta kasih dari kami,
Para pelayan Wisuda April HMFT 2019

Galeri Rumah Karya HMFT Last Edition!

TETANGGA MASA GITU?? (23 November 2018)
Tetangga Masa Gitu adalah acara tahunan dimana massa HMFT, Archaea, dan UKT bersilaturahmi dan bersenang-senang. Kalo misalnya biasanya anak HMFT nongkrong di sekre UKT ga pake assalamualaikum dan kalo wudhu ke toilet TVST ga misi sama anak Archaea, di TMG adalah waktu yang sangat tepat untuk berkenalan dan tau siapa aja sih yang senasib dan sepenanggungan karena sekrenya sederetan dengan HMFT?
Tahun 2018 kemarin, TMG diadakan untuk yang ke-4 kalinya, karena dirasa TMG bisa mengenalkan HMFT pada anggota UKT dan Archaea, walaupun dikit-dikit. Minimal tau lah, becandaannya anak Archaea, kegiatannya anak UKT, anggota paling cantik dan ganteng di masing-masing lembaga, dan lain sebagainya.
Di TMG kemarin, diadain banyak games dan performance dari masing-masing lembaga. Untuk games nya sendiri, ada lomba makan kerupuk, design baju dan fashion show, kahoot tentang lembaga masing-masing, dan masih banyak lagi. Oh iya, TMG kemarin rame banget loh, menunjukkan bahwa masing-masing anggota himpunan masih memiliki antusiasme tinggi untuk mengenal satu sama lain. Semoga ga berhenti cuma di TMG doang ya, tapi bisa dilanjutkan silaturahminya. Salam TVST!

PEMILU HMFT-ITB 2018/2019 (7 Desember 2018)
Rangkaian pemilu HMFT-ITB sudah usai pada 7 Desember 2018 lalu, para penerus nahkoda HMFT-ITB akan siap untuk berjuang dikepengurusan berikutnya! Nah waktu Pemilu kemaren udah tau dan kenal para calon serta Ketua Himpunan terpilih dan Ketua ITB Insight terpilih nya siapa? Ini dia guys!
Ini dia para Skullers yang berjuang pada pemilu kemarin!

Nah ini dia saat perhitungan suara penentuan para pemimpin HMFT-ITB selanjutnya!

Dan ini dia Para Nahkoda HMFT-ITB 2019/2020

Selamat Mengabdi untuk Arya dan Arlin! Semoga dapat membawa HMFT-ITB terus membaik kedepannya!

MAIN BARENG PRODI (14 Desember 2019)
Kalian kaku dengan dosen? Takut sama staff-staff TU? Tenang, intrakampus tahu solusinya. Dengan Main Bareng Prodi!
Main Bareng Prodi adalah waktu dimana kita bisa bonding sama dosen dan staff TU yang biasanya kita ketemu dalam situasi yang mengharuskan kita untuk kaku gitu sama mereka. Di Main Bareng Prodi, kita bisa olahraga bareng dosen dan staff TU (bahkan ngalahin dalam game! Yay) trus makan-makan cantik.

Dalam pelaksanaannya, pas olahraga dosen dan mahasiswa yang dateng dikit, tapi ya cukup lah buat main dodgeball dan basket 3 on 3. Setelah beberapa game di bawah terik matahari Jumat dan Pak Eko yang harus mandi sebelum ngambil rapor anaknya dan solat jumat, akhirnya kita ke acara selanjutnya: makan tumpengan nasi kuning! Nah, disini tiba-tiba mahasiswa dan staff prodi jadi banyak yang dateng. Banyak yang bonding dengan dosen dan staff TU dengan duduk di meja tanpa ngegang dan ngobrolin tentang prodi ataupun lain-lainnya yang pengen diketahui dari prodi.
Semoga ke depannya anak-anak HMFT ga ada lagi yang takut, kaku, atau sebel sama dosen ataupun staff TU ya!

DIESNATALIS HMFT-ITB ke-65 (17 Desember 2018)
Pada tanggal 17 Desember 2018, Himpunan kita HMFT-ITB telah bertambah umur menjadi 65 tahun! Terdapat beberapa postingan instastory dengan template “ HMFT itu buat ku… “ yang di ramaikan oleh massa HMFT-ITB. Dian taranya……

Sore hari nya, diadakan syukuran sederhana bersama di sekre himpunan. Dalam acara syukuran ini, dibuka dengan menyanyikan lagu jamrud yang berjudul selamat ulang tahun dan liriknya…
Hari ini, hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun, usiamu,
Bahagialah slalu…………….
Dengan diiringi gitar oleh Kadiv Pemikat kita Alfi dan dinyanyikan vokal utama Senator kita Andini Hapsari. Setelah nyanyi bersama, masuk lah kepada acara inti dari syukuran ini, yaitu doa Bersama untuk HMFT-ITB. Doa bersama ini dipimpin oleh Kahim kita Farhan dengan membaca tulisan doa yang telah dibuatnya. Setelah meng-Aamiin-kan doa bersama untuk bersyukur dan harapan yang lebih baik kedepannya untuk HMFT-ITB, dilanjutkan dengan acara inti kedua yaitu makan-makan bersama horee! Pada saat itu karena juga permintaan massa yang hadir terjadilah permulaan makan dengan simbolik saling menyuapi antara Farhan dan Arya Kahim terpilih HMFT-ITB selanjutnya. Dengan tangan bersilang dan saling menyuapi maka dibagilah makanan pizza dan menuangkan coca cola dan sprite ke gelas yang bisa diapakai bersama agar semua massa yang hadir dapat makanan dan minumannya. Sambil makan dan minum, pembawa acara Dies Natalis kita Kadiv Keprofesian Rio, meminta kesan, pesan, dan harapan, untuk HMFT-ITB. Kesan, pesan, dan harapan ini disampaikan perwakilan oleh ketua angkatan Charybdis, Invicta, Hydra, yaitu Ferio, Yulio, dan Octa, juga dari Avi Ketua MPA, Hap, Arya, dan ditutup oleh Farhan. Setelah sharing kesan, pesan, dan harapan, syukuran Dies Natalis HMFT-ITB ke 65 ini ditutup dengan foto bersama di depan Himpunan. Naaah begitu kira-kira bagaimana syukuran Dies HMFT-ITB ini berlangsung, Semoga segala kebaikan, keberkahan, dan rahmat dari Tuhan selalu menyertai langkah kita bersama di HMFT-ITB ini! Semoga hal ini dapat terus dibudayakan dan dikembangkan kedepannya!

Selamat Ulang Tahun ke-65 HMFT-ITB!
Banzai!
Vivat FT!

Dinamika Keprofesian HMFT Bag.2

Seperti yang sudah pernah diceritakan pada Dinamika Keprofesian HMFT, teman-teman pasti sudah berkenalan dengan Topsus C. Selanjutnya, melalui cerita ini, akan kita lanjutkan cerita-cerita selanjutnya dari divisi keprofesian HMFT-ITB.
Pada cerita sebelumnya, udah dijelasin topik 1 dan 2, kali ini cerita kita masuk ke topik 3 dan 4. Sekaligus ada cerita baru mengenai Topsus ++ (dibaca: plus-plus). Apa itu Topsus ++. Simak saja alur cerita berikut
Topik 3 – Industri Proses
Topik 3 kali ini, kita akan berkenalan dengan Industri Proses. Pada pertemuan ini, pembicaranya adalah dari kawan kita Mahasiswa Teknik Kimia ITB. Mereka adalah delegasi khusus dari Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HIMATEK) divisi keprofesian yaitu Afif Daulay, Candra Lutfi, dan Agatha Victoria yang merupakan angkatan TK15

Di hari itu, kita belajar mengenai tentang seluk beluk industri proses mulai dari jenis-jenis industrinya, apa aja yang perlu dipelajari, bagaimana peran engineer proses, sampai hubungan antara engineer proses dan engineer instrument. Selain itu kita juga saling berbagi cerita antara Teknik Fisika dan Teknik Kimia. Banyak gosip-gosip seputar gimana sih pengalaman kerja alumninya?, kalau perusahaan ini gimana?, enak gak kerjanya? dan gosip-gosip lainnya.
Selain tentang industri proses, kita juga dikenalkan sekilas tentang simulasi industri proses dengan menggunakan Hysis. Hysis ini adalah software yang digunakan untuk mengukur aspek-aspek dalam industri proses seperti menentukan dimensi perpipaan, spesifikasi boiler, spesifikasi tangki, dan lain-lain.

Spesial di topik 3 ini, kita Cuma punya satu pertemuan, berbeda dengan topik lain yang sampai 4 pertemuan.
Topik 4 – Industry 4.0
Ini adalah topik pamungkas dari program kerja Topsus C. Sekaligus, ini juga adalah topik yang paling modern. Pada topik ini kita belajar mengenai beberapa aspek dalam era industri 4.0 mulai dari web integrity, aplikasi smartphone, 3D printing, machine learning, sampai virtual reality
Pertemuan pertama dimulai dengan belajar membuat website. Materi ini disampaikan oleh kawan kita Terry Djony, FT16.

Pada pertemuan ini, kita belajar mulai dari mengenal arsitektur website, bahasa html, css, php, dan akses database. Pertemuan kali ini juga perdana di sekre himpunan, setelah pertemuan sebelumnya selalu di ruang multimedia atau D3. Ternyata kalau di sekre kerasa lebih hangat meskipun diluar hujan.

Materi selajutnya adalah machine learning. Pada materi kali ini, kawan kita Indra Mandala, FT15 ingin berbagi kesaktiannya mengenai machine learning. Di pertemuan ini, kita belajar dengan menggunakan platform Python.
Materi yang diajarkan mulai dari pengenalan python, pengenalan machine learning, pemrograman dasar python, sampai peragaan contoh membaca tulisan tangan angka dan membaca jari tangan manusia oleh komputer.

Di pertemuan selanjutnya, kita masuk ke materi virtual reality. Materi kali ini spesial juga karena perdana disampaikan oleh alumni FT. Ia adalah Victor Sinaga yang merupakan alumni FT 2013. Beliau berbagi kesaktiannya tentang virtual reality yang sebelumnya pernah beliau kerjakan saat tugas akhir.
Pada pertemuan kali ini kami menggunakan platform unity 3D untuk pembuatan model virtual. Kami belajar banyak hal mulai dari pembuatan model sederhana, kontrol model sederhana, peragaan langsung, hingga cerita anime tentang virtual reality . Dan record juga, training kali ini merupakan training yang lama karena mulai dari jam 15.00 sampai 19.00. Tapi sans, training berlangsung menyenangkan dengan pembawaan Kak Viktor yang easy going.

Minggu selanjutnya kita kembali lagi menyelenggarakan training. Kali ini tentang 3D printing. Ada kawan kita yang berinisiatif membeli 3D printing untuk himpunan. Dan di training ini, perdana 3D printing itu diajarkan kepada massa HMFT.
Training kali ini kita belajar mulai dari sejarah 3D printing, jenis-jenis 3D printing, jenis-jenis bahan 3D printing, sampai peragaan menggunakan 3D printing.
Materi ini disampaikan oleh dua orang kawan kita yaitu Dimas Apeco dan Reyza Afif yang sama-sama dari angkatan FT16. Menurut mereka berdua, banyak potensi-potensi yang bisa berkembang saat himpunan memiliki 3D printing. Bahkan, massa himpunan bisa saja menggunakan 3D printing ini dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan ikut 3D printing keluar.

Selanjutnya adalah pertemuan Topsus C terakhir, yaitu membuat apps handphone dengan platform react native. Kali ini materi diberikan oleh Kak Arjun Sumarlan angkatan FT14. Pertemuan ini juga perdana di hari sabtu.
Pada pertemuan kali ini kita belajar mulai dari mengenal react, mengenal react native, hingga peragaan membuat twitter sederhana. Pada pertemuan kali ini kita juga diceritakan tentang start-up pengembangan aplikasi dan kehidupan seorang developer aplikasi smartphone. Yap, Kak Arjun ini sudah punya pengalaman menjadi seorang developer aplikasi smartphone profesional.

Tapi ternyata cerita belum selesai….
Kita masih punya dua cerita lagi yaitu tentang Topsus ++. Sebenarnya ini adalah pogram kerja divisi keprofesian mengenai pengembangan softskill. Namun, masih menggunakan brand Topsus.
Topsus ++
Pada semester ini, pengembangan softskill sebenarnya hanya pada writing skill. Kita punya dua pertemuan mengenai Topsus ++ ini.
Pertama adalah tentang menulis proposal PKM. Dan kali ini spesial loh, karena materinya disampaikan oleh dosen Teknik Fisika langsung. Materi kali ini disampaikan oleh Ibu Estiyanti Ekawati, Ph.D. Selain itu acara juga disambut oleh Bapak Pembina Kemahasiswaan Teknik Fisika yaitu Bapak Rizki Armanto, Ph.D.
Pada pertemuan kali ini, kita belajar tentang jenis-jenis PKM, pembagiannya, alur pengerjaannya, hingga tips-tips supaya lolos. Pada pertemuan ini juga kita diberi insight nih mengenai ide-ide di teknik fisika yang bisa dikembangkan untuk masuk PKM. Banyak penelitian mahasiswa dan dosen yang sebenarnya bisa diikutkan ke PKM.

Pertemuan kedua masih tentang writing skill yaitu menulis paper ilmiah. Materinya disampaikan oleh Kak Arifin Luthfi Maulana yang merupakan alumni FT14. Pada pertemuan kali ini kita banyak belajar mulai dari pengenalan paper, bagian-bagian paper, tips memilih jurnal agar lolos, cara submit di jounal online, hingga dampak menulis paper terhadap proses melamar S2. Menariknya, banyak insight tentang paper dan dampaknya terhadap kualitas CV hingga memungkinkan untuk tembus S2 di luar negeri.

MIX FOR FUN (17-18 Januari 2019)
Mix for Fun balik lagi!! Di penghujung kepengurusan ini, kastrat kembali ngadain nonton bareng buat massa himpunan. Nggak tanggung-tanggung, dua nobar sekaligus lho!
Agenda pertama yaitu 17 Januari adalah nobar debat capres. Nobar ini diadakan untuk memfasilitasi skullers yang gapunya TV di kosan atau males streaming sendirian buat nonton debat kedua pasang capres cawapres. Dibalik keseruan dari mengomentari dan menanggapi argumen kedua paslon, skullers yang hadir menjadi semakin aware dengan keadaan pemerintahan di Indonesia saat ini. Engineer juga harus melek politik kan?
Nobar kedua diadakan besoknya tanggal 18 Januari. Berkat kemurahan hati seorang anonim, skullers yang hadir bisa menikmati film Bandersnatch asli dari akun Netflix! Film ini punya keunikannya sendiri karena massa yang menonton bisa memilih jalan ceritanya sendiri, sehingga dapat menemukan berbagai macam jenis ending. Walaupun alur film cukup rumit, skullers yang hadir tetap asik menonton. Film ini sengaja dipilih nggak hanya karena keunikan filmnya yang interaktif, tapi juga untuk mengenalkan mengenai konsep free choice dan post modernism kepada massa.

MAKRAB HMFT-ITB (19-20 Januari 2019)
HMFT-ITB ada makrab?? Sejak kapann?? Ada dong, jadii tanggal 19-20 Januari 2019 HMFT-ITB ngadain makrab nihhh!!! Makrab HMFT-ITB diketuai oleh Ghulam (FT’17). Bagi kalian-kalian yang belum berkesempatan ikut makrab disini bakal sedikit diulas bagaimana sih keseruannyaa!!! Yukk cekidot aja!!!
Keseruan makrab dimulai dari keberangkatan para kaptenss dari ITB kurang lebih pukul 15.00 WIB. Seperti biasa, transportasi adalah mobil dan motor, tanpa angkotss yayyy!!! Mayoritas kaptens sampai di lokasi makrab pukul 16.00 WIB. Makrab diselenggarakan di Wisma Gung Gucci hampir Lembang hehe. Sambil menunggu kedatangan yang lain, maka para kaptens mengisinya dengan bermain Uno, gabut, gosip, mengisi form nominasi, dannn lain-lainn. Rencana awalnya sih antara waktu Ashar hingga Magrib digunakan untuk lomba yang asyique-asyique gituu, tapii karena masih belum banyak yang datang dan pipel-pipel ini mager kotor jadi yaa mainnya indoor a.k.a main kartu. Huftt.
Agenda setelah sholat magrib adalah makan malam bersama, yang disusul dengan sholat isya berjamaah. Setelah itu barulah acara inti dimulai!!! Eitss sebelum dimulai ada yang seru nih, salah satu kapten melakukan simulasi safety induction pada pesawat, yaa kurang lebih seperti inilah penampakannya.

Next, acara semakin heboh karena MC kali ini adalah Maariaaa (FT’15)!!! Yayy. Penampilan pada malam itu cukup menghibur, mulai dari ada yang menyanyi, stand up comedy, dan lain-lain. seru deehh pokonyaa. Berikut keseruannya…

Makrab HMFT-ITB sekaligus sebagai malam apresiasi juga untuk kaptens yang telah berprestasi dan mengharumkan nama diri sendiri wkwkw. Apresiasi ini mulai dari ulang tahun, divisi terajin piket, apresiasi ter-ter, pemenang homtur, dan serah terima jabatan kapten. Malam semakin malam, dan acara semakin panas. Setelah apresiasi selesai, dilanjutkan dengan games yang pastinya seruuu. Di sela-sela games, beberapa kapten ada yang mempersiapkan untuk bebakaran di halaman depan. Ada jagung dan sosis sebagai bahan bebakaran malam itu. Games pun usai, dan hampir semua kaptens ikut keluar untuk bebakaran dan yang lain masih di dalam villa untuk menonton bola. Keasikan semakin terlihat ketika beberapa kaptens menyanyi bersama di dinginnya malam di tengah asap bebakaran. Cakeup!!
Keseruan tak berhenti sampai disini, namanya juga makrab, sayang banget kan kalo tengah malem udah bobo???? Pukul 02.00 WIB vila sudah mulai sepi, kaptens sudah mulai tepar, dan beberapa dari mereka memutuskan untuk tidur. Namun, masih ada saja yang menguatkan diri untuk terjaga sampai shubuh. Hahahaha,
Pagi hari setelah shubuh harusnya ada lomba juga, tapi yaa, mager tak kunjung hilang dari manusia-manusia HMFT-ITB. Jadi aktivitas yang dilakukan adalah mager-mageran hehe hingga sarapan datang dan akhirnya makan bersama yayy. Sebelum acara ditutup, ada yang seru lagi yaitu pembagian jahim yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga sangat amat sangat sangatlah menghibur wkwkw. Selesai!!!!! Kaptenss pulang ke rumah masing-masing dengan selamat!!! Semoga ada makrab selanjutnya!!!!

PENGMAS ft. INTERNAL HMFT-ITB GOES TO PENGALENGAN (26-27 Januari 2019)
Libur semester telah usai, pengmas kembali hadir lagi ke Pengalengan yeayyy. Kali ini, pengmas berkolaborasi dengan Departemen Internal lohh, asik banget kann. So, Sabtu pagi pengmas bersama anak-anak internal berencana berangkat pukul 09.00 WIB, namuunnn tau sendiri lah ya anak FT gimana?? Yups mereka baru berangkat pukul 11.00 WIB karena terkendala masalah transportasi. Kira-kira sekitar pukul 13.00 WIB barulah sampai di Pengalengan dengan drama Taufiq (FT’15) dan Zaqi (FT’15) tersesat entah dimana huvtt dan ternyata mereka berdua makan siang di jalan terlebih dahulu. Tim mobil sudah sampai di desa lebih awal, dan mereka memutuskan untuk makan siang (nge-mie).
Setelah semua sampai di masjid desa, aktivitas dilanjutkan dengan sholat dhuhur berjamaah dan beberapa orang makan, sedangkan yang lain berkunjung ke Pak Iman untuk sekadar tau kondisi beliau yang baru saja melewati operasi. Melihat beliau semakin baik, kami senang sekali. Kemudian kami kembali ke masjid untuk melakukan briefing persiapan presentasi ke Karang Taruna Desa Bojongwaru. Acara utama dari pengmas periode ini adalah sosialisasi mengenai pengolahan limbah kotoran sapi yang dapat dimanfaatkan sebagai batako, kertas, dan paving block. Sore harinya para lelaki memasak untuk dimakan bersama. Aturan saat pengmas di Pengalengan adalah yang tidak memasak harus mencuci hehe, menarik bukann??
Oke lanjut, sekitar pukul 20.00 WIB di tengah hujan rintik sosialisasi pun dimulai, yang dilaksanakan di Posyandu desa. Cukup ramai suasananya, karena Karang Taruna Bojongwaru baru terbentuk bulan Desember 2018. Awalnya warga ragu bahwa kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai batako, namun setelah diperlihatkan Desa Batu Loceng, Lembang, telah melakukan ini maka barulah warga percaya, apalagi dengan iming-iming omzet sekitar 200 juta. Malam itu menjadi malam yang panjang bersama warga, saling bercerita dan sekadar mengobrol tentang kehidupan di desa seperti apa.

Pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB beberapa dari anak-anak internal ikut memerah susu bersama warga. Mereka belajar bagaimana cara memerah susu yang benar, membersihkan kandang sapi, dan lain-lain. Di pagi yang begitu dinginnya mereka juga berkesempatan untuk menikmati hangatnya susu sapi. Beberapa menit kemudian Arya (FT’16) bersama Yumna (FT’15) datang dari Bandung. Kemudian kami semua naik ke warung atas untuk sarapan (nge-mie lagi). Sarapan pagi itu diwarnai dengan obrolan ramai nan ceria dengan bumbu-bumbu gosip dan sebagainya hehe. Semuanya kenyang, aktivitas dilanjutkan dengan pergi ke kebun teh, ya, apalagi kalau bukan untuk berfoto wkwkkw.

Sedikit agak siang, sebagian kaum pria yang tidak ikut sarapan mie memilih untuk memasak nasi goreng melted egg (telur tidak matang) haha. Terjadilah sedikit keributan ketika kaum wanita datang untuk mengomentari masakan mereka. Apapun yang telah terjadi terjadilah. Akhirnya makanan jadi dan bergegas untuk memakannya sampai habis. Nyammmm!!!!
Sebenarnya tidak hanya senang-senang yang dirasakan disana, hari Minggu pagi, terdengar berita duka bahwa ada seorang warga yang meninggal, sehingga siang hari menjelang dhuhur masjid ramai dengan sholat jenazah, dan para kapten turut dalam pemakaman juga. Kemudian ada juga tragedi sendal Yumna (FT’15) tertukar secara misterius yang tiba-tiba kembali secara misterius juga (lebih lengkapnya bisa kontak doi aja wkkw). Hari sudah semakin sore dan diputuskan untuk pulang, namun beberapa masih tinggal untuk ikut warga bermain sepak bola. Yupss itulah cerita pengmas kali iniii, meskipun tidak seramai biasanya tapi pengmas penutup periode Rumah Karya sangat berkesan!!!! Sampai jumpa di pengmas periode selanjutnya!!!!! Byeee 

WISUDA OKTOBER 2018

HMFT Sunatan ??!

Siapa yang disunat??

Bukan itu maksudnya hehe,
Jadi, kemarin HMFT baru aja merayakan acara Wisuda Oktober a.k.a Wisokto dengan tema yang dipilih adalah festival Sunatan. Wah seru dong? Yaps seru banget pokoknya. Kepanitiaan Wisokto tahun  ini dinahkodai oleh Zulfa FT’16 dengan dibantu awak dan krunya seperti terlihat di organogram.

30

Kebetulan untuk Wisokto ini berbeda dengan acara wisudaan sebelumnya (Wispril dan Wisjul), HMFT berkesempatan “merayakannya” selama 2 hari, yaitu tanggal 19 Oktober 2018 untuk sidang terbuka dan tanggal 20 Oktober 2018 untuk prosesi arak-arakan.

Jumat, 19 Oktober 2018, prosesi sidang tebuka berjalan lancar dan tepat waktu seperti biasa. Wisudawan masuk dan keluar gedung sabuga dengan wajah berseri-seri dari awal hingga akhir. Tidak sampai disitu, hari Jumat itu ditutup dengan acara Syukwis yang diadakan oleh Prodi Teknis Fisika yang juga turut mengundang orang tua wisudawan.

Memasuki acara puncak pada hari Sabtu, seluruh wisudawan beserta massa himpunan sudah siap melakukan arak-arakan. Dimulai dengan orasi dan salam swasta di tangga sunken yang pecah abis dilanjutkan dengan salah satu tradisi kebanggan HMFT-ITB yakni Avant Garde huehehe. Ditambah dengan adanya mega property berupa sisingaan dan property lainnya yang telah dibuat divisi artistic, arak-arakan kali ini terlihat sangat meriah dan wow banget. Proses arak-arakan diakhiri dengan Perform yang kece oleh Tim Perform di Lapangan Basket.

Untuk para wisudawan, selamat telah lulus. Selamat menempuh ke tahap kehidupan selanjutnya, suksess selaluuu…

31 32 33 34

ITB ULTRA MARATHON

ITB Ultra Marathon adalah acara yang diadakan ITB dengan tujuan untuk mendekatkan dan mengakrabkan  para alumninya. Diadakan dari tanggal 12-14 Oktober 2018. Jarak tempuh lari adalah 170 km, dan flag off dari Wisma 46 BNI, Jakarta pukul 22.00 WIB. Tentunya Ikatan Alumni Teknik Fisika a.k.a IATF turut meramaikan acara ini. IATF ITB sendiri mengirim dua tim yang masing-masing berisi enam belas orang, yaitu Jose’94, Rina’94, Musfirin’94, Gusti’96, Johar’92, Agung’92, Ilo’96, Ronggo’01, Rudy’97, Robby’05, Donny’97, Fikri’05, Gitong’99, Felicia’09, Yusri’94, Yoga’08, Januar’01, Frans’07, MbahJo’84, Kalis’02, Andhi’97, Doni’98, Rifki’92, Rizki’05, Amri’94, Agung’01, Ibro’95, Edwin’98, Edi’78, Brian’94, Nurmalia’02, dan Fadya’11. Kenapa sih IATF ikut?? Kenapa sih mau cape-cape lari 170 km?? Nah ternyata IATF memiliki tujuan yang sangat mulia yaitu penggalangan dana untuk beasiswa TF 1000 dengan kuantifikasi IDR 1000.000/km. Wawww keren yaaa!!!!!!
Nah, untuk mengapresiasi para oms dan tantes yang meluruhkan keringat dan energinya, maka HMFT-ITB menyambut kehadiran IATF di garis finish, yaitu di Boulevard ITB. Para kapten telah mempersiapkan penyambutan IATF dari pukul 20.00 WIB, diperkirakan runners sampai di ITB pukul 23.00, namun dikarenakan kondisi cuaca yang tak menentu (waktu itu sempat hujan), maka beliau-beliau finish pukul 02.00 dini hari bersama dengan massa HMFT yang ikut lari dari Kantor Polisi, Tamansari. Sehingga total waktu yang digunakan adalah 28 jam untuk jarak tempuh 170 km. Hebat!!!! Berikut keseruannya!! Intip yuk!!

27 28 29

TUTORIAL AKADEMIK MENJELANG UTS

Ujian sudah dekat??? Wah panik. Jangan khawatir, seminggu sebelum ujian, Divisi Akademik melayani segala jenis pertutoran. Jadi, minggu ini adalah satu minggu sebelum Ujian Tengah Semester (minggu paling dibenci anak ITB (tidak semua orang deng)). Jadwal tutor telah disusun dengan baik. Disini skullers bisa menanyakan segala kebingungannya mengenai mata kuliah yang diambil. Bisa kita lihat keseruan tutorialnyahhh!!!! Rame yaa wkwk itu tutorial dinsis betewe hihi.

26

SESEPUH

Sesepuh adalah salah satu program kerja Divisi Ekstrakampus HMFT yang mempunyai akronim seorang Skullers Panutanku. Pada Sesepuh ini kami beberapa mahasiswa Teknik Fisika mengunjungi alumni-alumni untuk bersilaturahmi dan mewawancarai pengalaman para alumni dalam mencapai kesuksesannya agar dapat dijadikan panutan bagi kami para junior. Pada sesepuh kali ini kami berkesempatan bersilaturahmi dengan Pak Yunandar Eka Perwira Fisika Teknik angkatan 94 .

24
Pak Yunandar FT’94 adalah alumi FT yang sekarang sedang menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Barat. Selain itu juga menjabat Wakil Kepala Badan Pembentuk Perda Jawa Barat, sampai saat kami mewawancarai sudah lima perda dibuat oleh beliau. Beliau juga berperan besar dalam pembuatan perda energi terbarukan Jawa Barat sebagai satu satunya anggota DPRD Jawa Barat yang keilmuannya sesuai dengan perda tersebut.

Perjalanan politik Pak Yunandar bermula dari aktivitasnya ketika masih menjadi mahasiswa. Karena pada zamannya demokrasi bisa dibilang tidak ada maka beliau berusaha untuk membuat ada dengan cara berdemonstrasi, karena sering bertemu dalam demonstrasi itu akhirnya berkawan lah beliau, yang kemudian kawannya tersebut menjadi tokoh-tokoh politik. Setelah lulus beliau bekerja di LSI (Lembaga Survei Indonesia) dan konsultan politik. Suatu saat beliau didorong untuk maju menjadi calon legislatif dari situlah beliau akhirnya menjadi anggota DPRD Jawa Barat hingga saat ini.

Beliau juga pernah menjadi Ketua HMFT tahun 1997, beliau bercerita sudah ingin jadi Ketua HMFT sejak masih diosjur. Dari belau juga kami mengetahu bahwa ternyata HMFT pernah illegal, tidak mendapatkan fasilitas apapun bahkan menggunakan lambang tengkorak yang sekarang ada di jaket himpunan pun sembunyi-sembunyi. Tetapi walaupun pada saat itu tidak mendapatkan fasilitas seperti sekre, beliau berkata dimana semua kumpul, disitulah sekre kita. Selain itu keadaan tersebut juga mengajarkan daya juang, walaupun fasilitas tidak ada tetapi kegiatan harus tetap berjalan, berhimpun juga mengajarkan beliau sifat kepeloporan, sifat ini sangat berguna bagi beliau ketika sekarang menjabat sebagai anggita DPRD. Selain menjadi Ketua HMFT, beliau juga merupakan Ketua FKJ (Ketua Dewan Mahasiswa pada masa itu).

25
Beliau juga menuturkan bahwa di Teknik Fisika atau di ITB, kita diajarkan untuk menggunakan otak kita dengan maksimal. Pelajaran yang ada membuat kita terbiasa berpikir kompleks dan analitis. Kebiasaan itu membantu ketika debat dan diskusi untuk mematahkan argumen orang yang tidak logis. Beliau berpesan untuk nikmati setiap momen-momen ketika menjadi mahasiswa, jangan stress. Selain itu jaman sudah berubah, kalau dulu kita berusaha memperjuangkan demokrasi dengan berdemo, sekarang kita harus berusaha untuk mengusai teknologi.

PENGMAS GOES TO PENGALENGAN FT. KESEKJENAN DAN PSDA

Pengmas kali ini berkolaborasi dengan Departemen Kesekjenan dan PSDA untuk datang kembali ke Pangalengan (yay!). Rencana awalnya kita diharuskan untuk kumpul di kampus pukul 09.00 WIB. Namun, seperti yang kita ketahui, salah satu kebiasaan anak ITB adalah NGARET. Jadi kita benar-benar kumpul sekitar pukul 10.00 WIB. Para Skullers yang sudah datang lebih awal memutuskan untuk sarapan bubur di depan ITB. Setelah semuanya datang, kita langsung berangkat dengan satu mobil dan lima motor.

Sampai di Pangalengan sekitar pukul 12.30 WIB, kita langsung menuju warung untuk makan indomie, ngeteh, ngopi dsb untuk menghangatkan badan (dingin coy) sambil bercanda ria, khas anak FT. Setelah perut kenyang, kita langsung menuju masjid untuk sholat dzuhur dan dilanjutkan dengan mengajar anak madrasah kelas 4. Skullers yang ikut kali ini lumayan banyak, jadi selain mengajar anak madrasah, ada juga yang cuma iseng bermain sama adik-adik yang sudah pulang madrasah.

Selain mengajar dan bermain, jangan lupa kita juga harus makan di Pangalengan, jadi ada yang kebagian tugas untuk belanja di pasar. Nah yang di pasar ini entah kenapa perginya lama. Ternyata (oh ternyata) mereka lama pergi karena ada drama yang terjadi. Pasarnya hilang! Loh? Iya, pasar yang semula ada di pinggir jalan itu, tiba-tiba tidak terlihat keberadaannya, yang tersisa di sana cuma reruntuhan bangunan yang akan dibangun kembali. Setelah berinisiatif tanya ke warga sekitar, baru diketahui kalau pasarnya dipindah sementara ke lapangan dekat pasar sebelumnya. Tapi gak berhenti di drama hilangnya pasar. Setelah mereka berdua selesai belanja, tiba-tiba (sebenarnya gak terlalu tiba-tiba sih, karena sejak mereka berangkat juga udah mulai gerimis) turun hujan yang cukup lebat. Jadilah mereka harus menepi ke teras pertokoan untuk menunggu hingga hujan reda. Sesampainya para pencari sayuran itu ke Bojongwaru (akhirnya!), kita langsung bergegas mengolah sayuran itu menjadi makanan yang bisa dilahap (udah laper lagi), selain arena yang mengajar di madrasah sudah selesai dari tadi.

Proses pengubahan bahan mentah menjadi makanan siap lahap (alias masak) ini dibuat se’sistematis’ mungkin. Masing-masing dari kita punya tugas. Dari yang mengambil peran sebagai koki utama dalam menyiapkan semua resep dan bumbu sampai yang hanya menjadi komentator, semua dibutuhkan demi terlahirnya makanan mengenyangkan untuk perut kita.

Adzan maghrib terdengar, sekaligus menandakan waktu makan yang sudah tiba (karena masakan sudah matang). Para skullers makan malam setelah selesai sholat maghrib. Para laki-laki sholat berjamaah di mushola, sedangkan yang perempuan sholat di tempat pak iman (basecamp kita). Ciri khas makanan di pengalengan adalah sayuran tanpa rasa pedas. Bukan, bukan karena tidak ada cabai. Tapi karena ada satu anggota di biro pengmas (dan selalu ikut ke pengalengan) yang tidak ‘cabai friendly’. Alhasil kita harus menyesuaikan makanan kita dengan selera makannya. Untung saat itu ada satu orang yang pintar membuat sambal, jadi bagi para penikmat cabai tetap bisa menikmati makanan dengan rasa yang nggak hambar-hambar banget. Proses makan berlangsung dengan sempit-sempitan di tempat seadanya, diiringi dengan bercandaan berisik, lagi-lagi khas anak FT.

Setelah kenyang, kita tidur. Gak deng, hehe. Kita briefing coy, buat besok. Bahan yang disiapkan oleh abil, kabiro pengmas kita, sudah cukup baik walaupun masih sangat kasar (thanks Abil!). Materi yang akan disampaikan dibahas satu persatu, kalimat perkalimat, kita diskusikan bersama sambil berdingin ria di tempat Pak Iman. Iya, dingin banget woy! Di briefing ini, selain membahas materi dan pembagian penyampaiannya, kita membahas rundown esok hari. Jam menunjukkan pukul 21.30, akhirnya briefing yang dipenuhi dengan hujatan dan bercandaan ala FT itu pun selesai. Sudah sangat malam bagi warga Bojongwaru untuk berada di luar pada jam itu. Skullers perempuan akhirnya berhasil memaksa beberapa lelaki untuk mengantar ke rumah Ibu Neng (tempat para perempuan menginap). Mereka yang sudah ditunggu sejak tadi oleh tuan rumah akhirnya datang juga, dan langsung dipersilahkan beristirahat. Di sisi lain, para lelaki pengantar tadi malah mampir ke warung kopi untuk ngopi, dan lalu tercetus ide untuk membuat nasi goreng, walau hanya dengan bumbu instan. Akhirnya mereka makan (lagi) dengan nasi goreng micin. Baru setelah itu, mereka kembali ke basecamp untuk beristirahat. Oh iya, tempat memasak dan basecamp tempat para laki-laki tidur berbeda, tapi sama-sama milik Pak Iman. Hari Sabtu berakhir dengan tidurnya para skullers di tengah dinginnya Bojongwaru.

Pagi tiba, jam juga sudah menunjukkan waktu dimana mereka harus memasak sarapan. Para perempuan di tempat Ibu Neng yang tadinya sudah bersiap menuju basecamp untuk memasak harus membatalkan rencananya. Mereka sudah disediakan sarapan (yay!). Bukan bermaksud untuk mt (makan teman), tapi memang rezeki tidak boleh ditolak. Akhirnya mereka makan terlebih dahulu, dengan nasi goreng plus telur mata sapi buatan ibu, yang dilengkapi dengan beberapa gorengan dan teh hangat. Pagi yang sempurna. Setelah kenyang, ternyata masih ada makanan yang tersisa. Dengan maksud untuk berbagi rezeki, akhirnya mereka mengundang dua laki-laki tercepat untuk datang ke tempat Ibu Neng untuk menghabiskan sisa makanan. Setelah menunggu agak lama, datanglah dua orang beruntung (atau cukup tega), yaitu Farhan (kahim) dan Abil. Perempuan cerdas FT memutuskan untuk meninggalkan mereka dan menyuruh mereka mencuci piring bekas sarapan itu. Tidak, bukan jahat, mereka hanya cukup cerdas untuk memanfaatkan sumber daya yang ada, selain karena mereka juga harus cepat pergi untuk membantu para lelaki kelaparan yang lain untuk menyiapkan sarapan.

Di sisi lain, di waktu yang lebih pagi, para laki-laki sudah bangun dari tidur dan memutuskan untuk ngopi-ngopi dulu sebelum memulai kegiatan mereka. Di tengah ngopi itu, Abil mengambil inisiatif untuk menyuruh para lelaki memasak, di jam yang lebih pagi dari yang dijanjikan dengan para perempuan. Akhirnya beberapa lelaki memulai kegiatan masak mereka. Beberapa lainnya ada yang kabur untuk pergi ke kebun teh untuk berfoto. Mendapat kabar dari perempuan mengenai jatah sarapan sisa, dua orang dari kebun teh yang cukup tega dan oportunis (Abil dan Farhan)  memutuskan untuk pergi ke rumah Ibu Neng, dan sisanya ke rumah pengabdi setan untuk melanjutkan sesi foto mereka. Sedangkan yang sudah memulai kegiatan memasak, tetap melanjutkan masak mereka (huhu kasihan).

Sesampainya skullers perempuan di tempat masak, saling hujat pun terjadi. Dua sisi memiliki argumen masing-masing. Laki-laki menyalahkan perempuan yang tega meninggalkan mereka dan sarapan lebih dulu, sedangkan para perempuan menghina pekerjaan memasak beberapa laki-laki kelaparan ini sangat lambat. Proses memasak ini benar-benar berjalan lambat, dua jam lebih, makanan belum matang juga. Jam menunjukkan pukul 09.00 WIb, waktu dimana para skullers seharusnya bertemu dengan anak-anak pengurus bank sampah, tetapi masakan baru matang. Mereka akhirnya makan dengan cukup terburu-buru, dan dengan sisa makanan yang cukup banyak. Karena banyak yang sudah sarapan terlebih dahulu, termasuk para model yang baru pulang dari berfoto di rumah pengabdi setan.

Pukul 09.15 akhirnya skullers datang ke dekat madrasah, tempat kita janjian bertemu dengan adik-adik pengurus bank sampah. Ya, waktu siap-siap kita memang cepat. Hanya modal cuci muka dengan air dingin, badan sudah terasa segar semua (tidak perlu mandi!). Cukup lama kita menunggu kehadiran adik-adik, akhirnya pada pukul 10.00 WIB acara pelatihan public speaking dimulai. Penyampaian materi sesuai dengan rencana dan perkiraan pada saat briefing. Terjadi kesulitan dalam hal partisipasi dari adik-adik. Tapi hal itu cukup dapat diatasi oleh rayuan maut dari nikmatnya beng-beng. Sepuluh buah beng-beng yang disiapkan abil habis dibagikan ke adik-adik yang relatif lebih aktif dari yang lain. Menjelang akhir sesi pelatihan, dilakukan praktik public speaking dimana seluruh peserta wajib berlatih berbicara didepan satu teman dan satu kakak skullers dalam lingkaran kecil. Pada puncak sesi pelatihan, dipilih dua perwakilan adik yang berani berbicara di depan seluruh peserta lain serta kakak skullers. Topiknya adalah mengenai bank sampah yang sedang mereka rintis dan tentunya dengan hadiah menarik, yaitu dua buah buku tamasya fisika karangan dosen FT. Penutupan pelatihan public speaking ditandai dengan penyerahan hadiah buku serta
sesi foto, yang kemudian disusul oleh adzan dzuhur.

22 21

Skullers dan adik-adik sholat dzuhur berjamaah di mushola. Seusai sholat, kita kembali menuju basecamp. Ada yang memilih untuk tidur sejenak, ada yang pergi berfoto ke kebun teh, dan sisanya berinisiatif untuk kembali membuat nasi goreng micin, mengingat masih banyak sisa nasi sarapan tadi. Berkat inisiatif mereka, skullers batal kelaparan. Semua skullers kembali makan, dengan dua jenis pilihan nasi goreng, yaitu nasi goreng micin biasa dan nasi goreng micin dengan boncabe. Untung masih ada sisa sayur yang dimasak tadi pagi, sebagai penetral nasi goreng micin itu. Tidak ingin terlalu berlama-lama membuang waktu, kita (lebih tepatnya beberapa orang saja) langsung sigap membereskan piring dan alat makan sisa makan siang untuk dicuci. Sisanya masih ada yang tidur, ada yang sadar untuk mulai membereskan barang-barang dan bersiap pulang. Dengan harapan sampai bandung tidak terlalu sore, pukul 14.00 WIB akhirnya kita berpamitan ke Bapak dan Ibu Iman. Sebelumnya para perempuan juga sudah berpamitan dengan Ibu Neng ketika meninggalkan rumah di pagi hari. Perjalanan pulang tergolong relatif lancar. Hanya terjadi sedikit drama, yaitu salah satu motor yang dikendarai skullers tiba-tiba mengalami rem blong ketika awal perjalanan. Sempat panik, akhirnya pengendara motor ini memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya dengan pelan. Untungnya, ketika setelah beberapa kilometer berjalan, (entah kenapa) rem kembali berfungsi, perjalanan dilanjutkan dengan tenang. Di akhir perjalanan juga terdapat sedikit cerita, yaitu ada satu motor beserta penumpangnya yang tiba-tiba tidak diketahui keberadaanya. Motor yang berjalan di depan mereka tidak melihat dimana mereka mulai mengambil jalan yang berbeda, motor yang di belakang mereka juga sudah ditinggal cukup jauh (bahkan hampir salah jalan karena belum hafal jalan). Sekitar pukul 16.00 WIB, skullers bermotor sampai kembali di depan kampus. Disinipun pengendara motor misterius itu belum ada kabar, padahal barang mereka dititipkan di mobil. Setelah ditunggu beberapa lama, akhirnya skullers lain memutuskan untuk meninggalkan sepasang pengendara motor itu untuk pulang ke kos masing-masing. Barang mereka yang di mobil pun dibawa dulu oleh pembawa mobil. Dan belakangan diketahui bahwa mereka baru mengambil barang mereka ke pembawa mobil malam hari. Kemana dan apa yang mereka lakukan? Tanyakan sendiri yang bersangkutan (hehe).

23
Begitulah cerita skullers ke Pengalengan kali ini, bulan September bersama Departemen Kesekjenan dan PSDA. Di bulan selanjutnya akan ada pengmas featuring Departemen PKK yang kembali ke Pangalengan. Nantikan keseruan selanjutnya!!!