Tim HMFT Berhasil Meraih Medali Perak Kejuaraan PIMNAS 2014

pkm

Foto di atas adalah satu-satunya tim dari ITB yang berhasil meraih medali perak?? Di kejuaraan PIMNAS 2014. Dari atas, kiri ke kanan ada Roji FT’10, Robet FT’10, Kinan FT’12. Sedangkan di bawah dari kiri ke kanan ada Bayu FT’11 dan Ikhsanudin FT’10. Hal ini sungguh sangat membahagiakan dan membanggakan bagi jurusan Teknik Fisika, maupun ITB.  perjalanan mereka menuju raihan medali perak juga tidaklah mudah. Ada beberapa tahap yang harus mereka lalui. Mulai dari pengumpulan proposal, tahap pemantauan dan evaluasi (Monev – Monitoring and Evaluation), hingga tahap presentasi final di PIMNAS 2014. Kesemua tahap tersebut dilalui dengan proses yang panjang hingga 7-9 bulan. Sehingga hasil yang mereka peroleh sesuai dengan kerja keras mereka. Berikut ini adalah hasil wawancara kami dengan salah satu anggota team, yaitu M. Fahruroji. Semoga hasil wawancara ini bisa menginspirasi  kita semua supaya semakin bersemangat untuk mencapai kesuksesan di lomba ini.

Kak Roji, Jenis Lomba Apa yang Diikuti dan Tahapannya Seperti Apa?

Lomba yang kami ikuti adalah Lomba PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang diselenggarakan oleh DIKTI. Lomba ini bertujuan untuk mengasah kreativitas mahasiswa di dalam beberapa bidang tertentu seperti karya cipta, teknologi, kewirausahaan, penelitian, dan lain-lain. ada 3 tahap penting dalam lomba ini yaitu: pengumpulan proposal (PKM), monitoring dan evaluasi (MONEV), dan terakhir presentasi di depan juri (PIMNAS).

 Apa Alasan/Motivasi Untuk Mengikuti Lomba PKM Ini?

Ada 2 alasan mengapa kami ikut lomba ini. Pertama, kami ingin proyek penelitian tugas akhir yang kami kerjakan juga bisa ikut dilombakan di PKM ini. Seperti ada peribahasa yang mengatakan “Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui”. Yang kedua, kami juga ingin menambah pengalaman kami dalam berjuang untuk memenangkan suatu lomba.

 Bagaimanakah kesan setelah mengikuti lomba ini?

Banyak sekali, mulai dari belajar untuk bekerja keras, menguras tenaga hingga melatih kesabaran untuk membuat alat tersebut. Tapi akhirnya semua itu terbayar dengan kesuksesan meraih medali perak di lomba PIMNAS ini.

 Boleh dijelaskan karya cipta seperti apa yang tim Kak Roji buat?

Karya cipta kami adalah merancang sistem pergerakan quadrotor berdasarkan gerak pada tubuh. Jadi, adanya sistem ini kita bisa mengontrol quadrotor hanya dengan memberi kode gerak pada tubuh. Misalkan ingin menggerakkan quadrotor ke kiri, kita tinggal merentangkan tangan saja. Untuk bisa merekam gerak tubuh kita, kami menggunakan kinect pada Xbox.

 Ada Hal Menarik/Unik yang Terjadi Selama di PIMNAS 2014?

Ada, yaitu ketika para juri yang begitu terkesan dan kaget melihat quadrotor tersebut bisa bergerak dengan lancar hanya gerak dari tubuh saja. Sehingga bisa dikatakan saat kami mempragakan quadrotor, suasana di ruangan tersebut menjadi lebih cair.

 Adakah Tips Tertentu Agar Bisa Sukses di Lomba PKM Ini?

Yang pertama pasti harus ada niat terlebih dahulu, sungguh-sungguh, dan diselesaikan dengan benar dan tepat. Tahap proposal dikerjakan dengan benar sesuai format yang ada. Terakhir saat presentasi di PIMNAS, yakinkan pada juri bahwa karyamu itu unik, kreatif, realistis, dan dapat diterapkan di masyarakat.

 Pesan Untuk Adik-adik Mahasiswa Teknik Fisika ITB Lainnya?

Jangan lewatkan kesempatan untuk ikut PKM. Ada begitu keilmuan-keilmuan dan penelitian di Fisika Teknik (FT) yang bisa menjadi bahan inspirasi. Jikalau bingung dengan idenya, bisa langsung ke lab-lab di FT dan bertanya ke dosen maupun anak-anak di lab tersebut. Jikalau masih kurang yakin, bisa pergi ke perpus FT dan melihat-lihat TA-TA sebelumnya. Jika sudah yakin dengan ide tersebut, jangan lupa menghubungi pe-TA tersebut agar diberi izin untuk dijadikan lomba.

Penasaran bagaimana quadrator berlaga di PIMNAS? Klik https://www.facebook.com/video.php?v=10202444108015211

Oleh: Trisfianto (FT 2011)

Mahasiswa Teknik Fisika kembali ke CERN

Pada masa libur semester tahun 2014, salah satu mahasiswa Teknik Fisika ITB angkatan 2011, Gde Bimananda Mahardika Wisna  berhasil terpilih menjadi peserta CERN Summer Student Programme 2014 di Organisation Européenne pour la Recherche Nucléaire (CERN) di Jenewa, Swiss. CERN adalah organisasi yang mengoperasikan laboratorium fisika partikel terbesar di dunia yang berdiri sejak tahun 1954.

“Sebuah pengalaman yang sungguh luar biasa, merasakan bekerja di pusat ilmu pengetahuan terbesar di dunia, mengenal orang-orang ahli di bidang ilmu pengetahuan dan teman-teman dari seluruh dunia yang memiliki ketertarikan yang sama di bidang ilmu pengetahuan serta mendapat kesempatan untuk mengunjungi beberapa kota di Eropa, melihat dunia membuka cakrawala dan menambah wawasan!” Ujar Bima yang saat ini tengah mengikuti program pertukaran pelajar di Tokyo Institute of Technology.

Selama mengikuti kegiatan summer school ini, Bima berkesempatan untuk memperluas wawasannya dalam bidang fisika partikel serta teknologi nuklir. Banyak hal yang ia pelajari melalui berbagai kuliah yang disampaikan oleh para ahli dunia ditambah kesempatan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan  menyangkut eksperimen yang sedang berjalan di CERN. Secara perseorangan, Bima mendapat kesempatan untuk mempelajari mengenai detektor untuk identifikasi partikel yang memiliki momentum yang sangat besar dengan mendeteksi Foton Cherenkov yang dihasilkan oleh partikel berkecepatan lebih besar dari kecepatan cahaya dengan menggunakan lapisan tipis Cesium Iodide (CsI) dengan memanfaatkan efek Foto Elektrik. Projek ini ia lakukan dengan memanfaatkan beberapa fasilitas di CERN ini seperti Measurement dan Evaporation Chamber.

Bima di depan Le Globe de la Science et de l'Innovation, CERN

Bima di depan Le Globe de la science et de l’innovation, CERN

Seleksi dari kegiatan summer school ini dilaksanakan secara online dan tidak dipungut biaya apapun. Pendaftaran dilakukan dengan mengisi berkas dan mengunggah CV, Transkrip Akademik serta essay mengenai motivasi dan proyek yang diminati. Kegiatan Summer School ini biasanya berlangsung dari bulan Juni dan Agustus setiap tahunnya dan menarik minat ribuan mahasiswa pelamar dari seluruh dunia. Pada tahun 2013 lalu, Nathaniel Chandra, seorang mahasiswa Teknik Fisika angkatan 2010 juga melakukan kerja praktek di lembaga yang sama.

CERN yang merupakan lembaga penelitian gabungan uni eropa ini aktif dengan berbagai penelitian bidang fisika partikel. Pada tahun 2012, penelitian pada detektor ATLAS dan CMS di akselerator Large Hadron Collider (LHC) CERN menelurkan sebuah penemuan besar dalam dunia fisika yaitu penemuan partikel elementer baru yang disebut Higgs Boson. Penelitian ini mendorong penghargaan Nobel Fisika tahun 2013 yang dianugrahkan kepada Peter Higgs dan François Englert yang mencetuskan teori mengenai partikel ini.  Lembaga penelitian ini juga cukup dikenal namanya lewat sebuah novel sains fiksi bestseller dunia Angels and Demons karya Dan Brown yang mengulas penelitian antimateri yang memang dijalankan oleh CERN.

NK 0914

Sumber: http://www.tf.itb.ac.id/akademik/mahasiswa-tf-kembali-ke-cern/

Liputan Wisuda Juli

Wisuda kali ini terbilang cukup berbeda dibanding wisuda-wisuda sebelumnya. Bulan Juli, saatnya liburan bagi sebagian orang, saatnya KP bagi yang lain, internship, summer school, dan lain sebagainya. Banyak agenda yang sudah lama dijadwalkan buat bulan ini. Demikian juga Wisuda Juli. Karena banyaknya agenda, cukup sedikit massa HMFT yang bisa hadir di Bandung. Baru pada H-7 orang-orang mulai bermunculan.

“Legenda Putri Mandalika”, tema yang diangkat kali ini. Legenda ini asalnya dari Pulau Lombok; sebuah legenda yang diceritakan dari mulut ke mulut di tengah-tengah masyarakat Lombok. Erat kaitannya dengan tradisi Bau Nyale, di mana pada musim tertentu masyarakat Lombok mencari cacing yang banyak manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari. Konon cacing ini adalah jelmaan seorang putri. Putri ini diperebutkan oleh dua orang pangeran yang masih bersaudara. Sampai-sampai terjadilah perang antara kedua pangeran itu beserta pasukannya. Putri sedih, merasa dia adalah milik semua rakyatnya, bukan hanya salah satu pihak. Putri memilih untuk terjun ke laut dan menjelma menjadi cacing yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyatnya. Plot cerita pada perform menunjukkan sepasang ayah dan anak yang sedang melakukan tradisi Bau Nyale. Isi legenda sendiri diubah menjadi sedikit berbeda. Alih-alih menjadi cacing, si putri tetap hidup untuk menebar cacing untuk dimanfaatkan masyarakatnya. Mungkin untuk mengingatkan kita untuk tidak bergantung pada legenda saja. Tidak pasrah pada keadaan dan berani menentukan nasib sendiri.

Prewis diadakan di Legian Terrace & Caffe. Cukup ramai wisudawan dan massa HMFT yang hadir, dengan berbagai penampilan dari tiap angkatan. Selanjutnya, sedikitnya panitia yang bisa hadir di Bandung cukup mempengaruhi keberjalanan wisuda. Ada saja “musibah” yang menimpa performer. Mereka secara bergantian jatuh sakit. Alhasil latihan tidak pernah sampai full team, paling cukup part-part tertentu. Bahkan di hari H, ada performer yang direkrut dadakan ketika arak-arakan mencapai lapbas. Ada juga performer yang tampil dalam keadaan sakit dengan gejala tipes. Sempat turun hujan, tetapi untungnya tidak bertahan lama sampai perform HMFT tampil. Semangat tetap membara sampai penghujung acara.

Wisudawan wisudawati Juli 2014

Wisudawan wisudawati Juli 2014

Penampilan saat Prewis Juli 2014

Penampilan saat Prewis Juli 2014

Sebelumnya, arak-arakan yang menjadi ciri khas wisuda ITB berlangsung secara meriah, meskipun penyambutan wisudawan di lapangan saraga cukup sepi. Antusiasme wisudawan dan massa himpunan sangat terasa selama arak-arakan berlangsung. Sunken dipenuhi oleh ooms dan tantes dengan pentungan korannya masing-masing, siap untuk menyerang para wisudawan. Sayangnya, avant garde yang seharusnya melindungi para wisudawan tidak ada yang bertahan lebih dari satu menit. Hal yang berbeda juga terlihat saat serangan terjadi. Para wisudawati yang biasanya selalu aman dari serbuan massa kali ini menjadi target juga. Ternyata, tantes sudah menyiapkan trashbag yang telah dilubangi pada bagian atas lalu dipakaikan secara paksa kepada wisudawan wanita. Hujan sempat mengguyur sehingga massa HMFT harus berteduh di sepanjang selasar Aula Barat. Untungnya, hujan tidak berlangsung lama. Perform dapat tetap berlangsung dengan aman dan massa kembali ke sekre dengan aman dan tenteram.

Suasana arak-arakan di Tangga Sunken

Suasana arak-arakan di Tangga Sunken

Para oms dan tantes menyerang wisudawan wisudawati

Para oms menyerang wisudawan

Secara garis besar, demikianlah gambaran rangkaian acara Wisuda Juli yang berlangsung pada 23 Juli kemarin. Kali ini HMFT meraih posisi ke-3. Selamat buat HMFT! Semoga selanjutnya bisa meraih posisi pertama. Terlebih lagi, harapan kita bersama buat para wisudawan untuk dapat berkontribusi secara positif buat bangsa dan masyarakat.

Oleh: Dita Banjarnahor (FT 2012)

Raung

                Mahasiswa memiliki tugas yang sangat mulia yaitu kuliah, menuntut ilmu sebaik-baiknya di dalam kampus, untuk kemudian mengabdikannya pada nusa dan bangsa. Tetapi dengan kuliah saja tidak mencukupi semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh mahasiswa, setiap mahasiswa membutuhkan pengembangan diri di bidang yang lain, selain akademik tentunya. ITB telah menyediakan berbagai wadah untuk para mahasiswanya, dimulai dari unit, himpunan, dan kegiatan-kegiatan kemahasiswan lainnya.

                HMFT-ITB, perhimpunan mahasiswa jurusan Fisika Teknik di ITB, secara rutin memfasilitasi anggota-anggotanya di bidang keprofesian, pengembangan masyarakat, kepemimpinan, kewirausahaan, dan pengembangan diri yang lain. Dengan berbagai macam kegiatan kemahasiswaan, HMFT kini memiliki kegiatan baru, yang lahir melalui sebuah perkumpulan bernama RAUNG. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh RAUNG terfokus pada kegiatan outdoor, seperti mendaki gunung, arung jeram, berkemah, dan kegiatan outdoor lainnya.

                Ide tentang RAUNG tercetus pada pertengahan Juli 2013, dilatarbelakangi oleh banyaknya anggota HMFT yang menyenangi kegiatan mendaki gunung.  Kemudian, terbentuklah suatu perkumpulan atau komunitas yaitu RAUNG, yang bertujuan untuk memfasiltasi minat anggota HMFT akan kegiatan outdoor. Pencetus dan pendiri RAUNG adalah Kevin ‘Cabe’ Bagus Christianto (FT 2011) dan Robi Juniardi (FT 2010). RAUNG diresmikan pada tanggal 14 Desember 2013, di Puncak Gunung Burangrang, dengan ketua pertamanya Kevin ‘Cabe’ Bagus Christianto (FT 2011). Kini anggota biasa HMFT yang sudah menjadi bagian dari RAUNG sudah mencapai 36 orang dari mulai angkatan 2009 hingga angkatan 2012, dan akan terus bertambah kedepannya.

Peresmian RAUNG di puncak Gunung Burangrang (Ketua pertama RAUNG Kevin Cabe, yang memegang bendera Indonesia)

Peresmian RAUNG di puncak Gunung Burangrang

                RAUNG memiliki singkatan, arti, dan filosofi yang dapat diketahui oleh anggota HMFT yang telah terdaftar menjadi anggota RAUNG. Kedepannya saya berharap RAUNG bisa tetap eksis  menyalurkan minat anggota HMFT akan berkegiatan outdoor, dan anggota RAUNG bisa menjadi pelopor kemajuan, pemimpin , dan teladan bagi HMFT-ITB. Lord Badden Powell berkata, “Suatu negara tak akan kehabisan pemimpin jika di dalamnya masih terdapat anak muda yang penuh keberanian mendaki gunung tinggi dan menjelajah lautan”.

Vivat FT!

RAAUUNG! HAUUMM!

RAUNG di Puncak Mega, Gunung Puntang

RAUNG di Puncak Mega, Gunung Puntang

Ketua pertama RAUNG, Kevin 'Cabe' Christian (FT 2011)

Ketua pertama RAUNG, Kevin ‘Cabe’ Bagus Christianto (FT 2011)

Oleh: Robi Juniardi (FT 2010)

Tim Robot HMFT Kembali beraksi di BARONAS 2014

Robot karya Tim HMFT yang berlaga di BARONAS 2014

Robot karya Tim HMFT yang berlaga di BARONAS 2014

Tim Robot HMFT ITB, Skuller-boro, pada tanggal 22 Mei 2014 berangkat ke Surabaya untuk mengikuti kompetisi robotik BARONAS 2014. Kegiatan robotika yang disponsori PT. Sinar Sosro ini memiliki susunan tim yang kurang lebih sama seperti di ajang Singapore Robotics Games pada januari lalu. Tim ini beranggotakan Agung, Afif, Bowo dan Steve. BARONAS 2014 atau Lomba Robot Nasional 2014 ini merupakan kompetisi robotika yang diadakan oleh ITS pada tanggal 25 Mei 2014. Dalam perlombaan ini terdapat 3 kategori, yaitu kategori SD dan SMP, kategori SMA, dan kategori Mahasiswa.

Untuk kategori mahasiswa, tema lombanya adalah Solve The Riddle. Dalam perlombaannya, peserta harus membuat 2 buah robot, yaitu robot manual yang dapat dikendalikan dengan remote control dan robot otomatis yang bergerak sebagai line follower robot. Pertama, untuk mendapatkan point, robot manual harus mengambil key yang berbentuk kubus dan terbuat dari Styrofoam dengan panjang sisi 10 cm untuk kemudian diletakan di area yang disebut dengan password zone. Setelah memasukan key, robot manual diperbolehkan mengambil item yang juga berbentuk kubus dengan bahan yang sama dengan key (namun ukuran sisinya 15cm) untuk diletakan di drop zone. Setelah itu robot otomatis akan mengambil item untuk diletakan di finishing zone. Terdapat 3 buah key dan 3 buah item dalam perlombaan ini, di mana untuk setiap item memiliki rintangan yang berbeda-beda, jadi robot otomatis harus tahu manuver-manuver yang harus dilakukannya untuk sampai di finishing zone.

Kedua robot dibuat sendiri mulai dari desain body, rangkaian elektrik, serta programnya. Dalam perlombaan ini peserta tidak dibatasi untuk mendesain mekanik untuk mengambil barang. Setiap peserta menggunakan cara yang berbeda-beda untuk mengambil key ataupun item, namun sebagian besar menggunakan capit atau gripper. Namun tim skullers-boro mencoba hal yang berbeda, dimana mekanisme pengambilan item atau key, menggunakan pompa vakum yang akan menyedot item atau key sehingga menempel pada robot. Dengan prinsip dasar yang sama dengan sucker-wall climbing robot SRG, ide yang datang dari dosen pembimbing tim, Pak Eko, ini dianggap sangat feasible. Dengan inovasi ini, ukuran robot menjadi lebih kecil dan tidak dibutuhkan torsi yang besar pada servo penggerak lengan robot.

Selama perlombaan berlangsung tim skullers-boro menemui berbagai kendala, baik itu dalam segi mekanik, elektrik, maupun programnya, salah satunya adalah larangan untuk menggunakan Arduino. Detail mengenai pembatasan penggunaan komponen ini baru diumumkan H-3, sehingga tim skullers-boro harus membuat rangkaian sistem minimum sendiri dalam waktu 2 hari saja. Setelah robot diadu di arena pertandingan, kendala seperti rusaknya komponen juga sempat ditemui. Akhirnya, tim skullers-boro tidak dapat melanjutkan pertandingan ke 8 besar karena malfungsi rangkaian motor driver sebagai penggerak roda. Robot tidak dapat berjalan semestinya. Karena keterbatasan komponen yang tersedia, rangkaian motor driver pun tidak dapat diperbaiki.

Walaupun tidak berhasil meraih gelar juara, tim skullers-boro memperoleh banyak pengalaman berharga yang belum ditemui di perlombaan SRG. Contohnya adalah aplikasi differential-pressure holding untuk mengangkat benda, pembuatan remote control, serta onboard lcd-button interface yang memungkinkan pengubahan setelan langsung tanpa menggunakan komputer.

Terima kasih PT. Sinar Sosro yang telah mensponsori Tim Robot HMFT di BARONAS 2014

Terima kasih PT. Sinar Sosro yang telah mensponsori Tim Robot HMFT di BARONAS 2014

Chakraprana, Berbagi dengan Energi

Secara bahasa, chakraprana berarti lingkaran energi.  Nah tapi Chakraprana mempunyai arti penting bagi Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika ITB, yaitu salah satu    bentuk pengabdian keprofesian HMFT ITB.

Di tengah kepengurusan PM HMFT 2013/2014 terdapat tawaran dari LK untuk mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Sumedang, Jawa Barat. Setelah berdiskusi dengan banyak pihak, yaitu anggota PM, pihak Laboratorium Manajemen Energi, dan pihak KUD yang sering membantu warga desa di Jawa Barat, akhirnya diputuskan untuk membuat biogas di Sumedang, tepatnya di Desa Cijambu, Sumedang, Jawa barat, sekitar 10km dari jalan raya Sumedang. Untuk mendukung keberjalanan pembuatan biogas ini, beberapa anggota PM HMFT menemui pihak pembangun reaktor biogas, yaitu CV Energi Persada, dan salah satu rekanan pemerintah dalam upaya mendukung diversifikasi energi. Setelah diskusi dengan pihak biogas, selanjutnya dilakukan diskusi lagi dengan pihak Laboratorium Manajemen Energi untuk menentukan lebih lanjut tentang sistem yang ingin dibuat. Akhirnya, terpilihlah judul dari kegiatan ini “ CHAKRAPRANA – Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas dan Penggunaan Sistem Terpadu untuk Menangani Overproduksi Metana pada Biogas di Desa Cijambu, Sumedang, Jawa Barat”.

Kegiatan ini sempat tertunda lama karena dana baru turun di bulan Desember 2013. Akhirnya di tahun 2014, kegiatan Chakraprana dilanjutkan lagi di kepengurusan PM HMFT 2014/2015 dan diketuai oleh R.Oktanio Sitradewa Ettyatno dari Divisi Pengabdian Masyarakat. Kita mulai menghubungi lagi pihak pembuat reaktor biogas, pihak Desa Cijambu, dan pihak Laboratorium Manajemen Energi. Awalnya, 19 Maret 2014 beberapa anggota PM dan kak Thomas menemui pihak biogas, yaitu Mas Yono untuk mendiskusikan sistem lain sebagai penambahan pada konstruksi reaktor biogasnya. Dari Mas Yono itu ada saran sistem flare, sistem monitoring, dan sistem pengadukan. Selanjutnya 22 Maret 2014 dilakukan survey ke Desa Cijambu, Sumedang oleh beberapa anggota PM HMFT. Di Desa Cijambu kita ke rumah mertua kepala desa sebagai rumah yang akan dibuatkan biogas. Rumah ini berdasarkan saran Kepala Desa Cijambu, Sumedang,  yaitu Pak Pipin. Di rumah ini terdapat empat sapi. Survey dilakukan bareng stafnya Mas Yono juga yaitu Mas Nandang. Kata Mas Nandang, rumahnya itu sesuai dan bisa dijadikan tempat pembuatan biogas. Berikut adalah desain dari reaktor biogas yang ada :

Berdasarkan desain tersebut terlihat bahwa terdapat kotoran sapi hasil biogas yang tertampung di slurry. Munculah ide nih untuk memanfaatkan kotoran sapi hasil biogas ini menjadi pupuk organik dengan teknik kascing. Di teknik kascing ini kita bekerja sama dengan CV Insan Muda Berdikari di Cisarua, Lembang  untuk memberikan penyuluhan mengenai teknik kascing kepada warga Desa Cijambu, Sumedang di mana mayoritas warga Desa Cijambu, Sumedang merupakan petani.

Setelah dilakukan persiapan, akhirnya tiba juga hari H pemasangan biogas dan penyuluhan teknik kascing di Desa Cijambu, Sumedang. Pemasangan biogas dilaksanakan pada tanggal 18 April 2014. Sebelum pemasangan, dilakukan penggalian untuk tempat reaktornya oleh warga Desa Cijambu, Sumedang.  Penyuluhan teknik kascing dilaksanakan pada tanggal 19 April 2014 di Aula Desa Cijambu, Sumedang. Acara penyuluhannya ini dilaksanakan malam hari karena di siang hari warga bekerja (mayoritas petani). Acara penyuluhan diawali dengan penampilan hadroh, sambutan dari perwakilan HMFT, sambutan Pak Kepala Desa, dan penyuluhan kascing dari pihak CV IMB. Setelah penyuluhan diberikan cinderamata dari pihak HMFT kepada Bapak Kepala Desa Cijambu, Sumedang dan kepada pihak CV IMB. Selain itu juga diberikan cinderamata berupa seperangkat alat hadroh, kesenian islam menggunakan alat musik semacam rebana yang sering diperdengarkan atau dimainkan untuk mengiringi lagu – lagu atau nasyid yang bernuansakan sholawat, kepada pihak Masjid As-Soleh Desa Cijambu, Sumedang agar anak-anak masjid tersebut tambah bersemangat untuk latihan. Selain penyuluhan juga diadakan pelatihan langsung mengenai teknik kascing ini. Antusiame terpancar di wajah warga. Selain itu pupuk organik yang dihasilkan juga memiliki kualitas lebih baik dibandingkan dengan pupuk kimia.

 Oleh: Rima Kurnia Putri