Cerita Kita

Sekian bulan telah terlewati

Menanamkan angan yang lama terpatri

Menciptakan kenangan tuk diukir kembali

Tempat terbaik dalam pengembangan diri

Munafik rasanya jika mengatakan tiga bulan ini tidak terasa melelahkan. Bukan lagi terasa panjang, tapi memang nyata adanya bahwa ini merupakan perjalanan yang tidak sebentar. Tentu banyak hal yang dikorbankan, mulai dari waktu, pikiran, fisik, sampai mungkin uang.

Tetapi, pepatah mengatakan, “Jika kamu merasa lelah tapi kamu merasa senang, maka kamu melakukannya dengan benar.”. Untungnya, dari sejak awal mengemban tanggung jawab ini sampai di titik akhir prosesnya selesai, tidak ada sedikit pun penyesalan yang terlintas dalam hati.

Semangat rasanya telah memulai perjalanan ini dengan penuh ambisi,

senang menjalankannya tidak hanya seorang diri,

dan lega telah berhasil menyelesaikannya dengan tidak ada rasa berat hati.

Layaknya sebuah mahakarya, segala proses yang terjadi tentu tidak dilakukan sendiri. Terdapat banyak tangan-tangan hebat yang turut andil dalam berkreasi.

Ke 12 orang di atas mungkin hanya sebuah potret kecil tentang manusia di balik terjadinya mahakarya ini. Sejatinya, ketua hanyalah suatu jabatan struktural, namun yang terpenting adalah bagaimana kita bergerak secara komunal. Mungkin kalian sudah bosan mendengar ucapan terima kasih, tapi karena itu merupakan bentuk apresiasi yang paling sederhana, sekali lagi kuucapkan terima kasih. Terima kasih sudah menjalankannya dengan sepenuh hati, karena apa yang dilakukan sepenuh hati pasti akan sampai ke hati yang lain, kan?

Barangkali kita pernah berselisih, semoga semua hal yang ada di antaranya telah kembali pulih. Semoga kata maaf belum terlalu mahal untuk dilanturkan.

Tidak lupa, ada satu hal terbaik yang timbul dari proses ini. Suatu hal yang selalu berhasil mendobrak semangat akan apa yang sedang dikejar. Kehadiran kalian, Pravala.

Mengamati kalian dari jauh merupakan suatu tanggung jawab yang harus dikerjakan, namun mengenal kalian lebih dekat merupakan suatu kehormatan. Jikalau guru terbesar adalah pengalaman, boleh kubilang pengalaman mendidik kalian adalah pembelajaran terbesar. Terima kasih sudah mau berkembang bersama. Semoga apa yang telah ditanamkan tidak hanya sampai ke diri kalian, namun dapat menuai kebermanfaatan yang berkelanjutan. Pesanku, jangan puas dulu sekarang, masih banyak hal baik akan datang.

an suatu tanggung jawab yang harus dikerjakan, namun mengenal kalian lebih dekat merupakan suatu kehormatan. Jikalau guru terbesar adalah pengalaman, boleh kubilang pengalaman mendidik kalian adalah pembelajaran terbesar. Terima kasih sudah mau berkembang bersama. Semoga apa yang telah ditanamkan tidak hanya sampai ke diri kalian, namun dapat menuai kebermanfaatan yang berkelanjutan. Pesanku, jangan puas dulu sekarang, masih banyak hal baik akan datang.

Tulisan singkat ini tentu tidak dapat mengisahkan semua cerita, tapi semoga cukup untuk mewakilkan rasa yang tercipta.

Miranda Prima Alifiana,

Anggota Biasa HMFT-ITB.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *