Talkshow Entrepreneurship: Solusi Kemandirian Bersama

“Entrepreneurship is living a few years of your life like most people won’t, so that you can spend the rest of your life like most people can’t.” -Anonymous

Talkshow interaktif HMFT yang bertajuk “Entrepreneurship Solusi Kemandirian Bersama” telah berhasil dilaksanakan tanggal 13 April  2013 lalu di ruang multimedia labtek VI. Walau dilaksanakan sesudah pergantian masa kepemimpinan HMFT, ternyata ini merupakan kegiatan divisi Kewirausahaan yang dikepalai Anita Ayuningtyas FT’09. Salikul Hafidz FT’11 sebagai ketua dan kepanitiaan tersusun dari anggota divisi kewirausahaan HMFT 2012/2013 beserta anggota OCD.

Alasan utama kegiatan ini disajikan dalam bentuk talkshow dikarenakan bentuk pertanggungjawaban dana yang diberikan harus dalam bentuk barang. Bentuk acara yang memungkinkan untuk “menghabiskan” uang yang ada adalah dengan membuat talkshow interaktif yang “banjir” doorprize. Target utama kegiatan ini adalah internal anggota HMFT dengan harapan bisa meningkatkan semangat wirausaha di internal HMFT. 100 orang menjadi target peserta yang hadir, namun ternyata massa himpunan yang hadir mencapai 110 orang. Tingginya kehadiran massa himpunan tidak lain adalah karena doorprize yang dijanjikan.

Selain doorprize yang menggiurkan, tentu pembicara yang hadir juga bukan main-main. Pembicara yang hadir membagi pengalamannya adalah Budiono Kartohadiprodji FT’64, Adam Arrieta FT’03, Ahmad Suryo Arifin FT’03, Widodo Dwi Putro FT’06, Panji Prabowo FT’06, dan Ridwan Aldillah FT’06. Dengan banyaknya pembicara, panitia mengharapkan adanya penjabaran pola bisnis secara keseluruhan se-Indonesia hingga mencapai cakupan yang lebih kecil. Semua pembicara merupakan alumni FT, hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa FT yang tidak memiliki dasar manajemen pun bisa menjalankan bisnis.

Sayang sekali di hari yang sama berlangsung juga beberapa agenda himpunan lainnya. “Awalnya mau atur-atur jadwal dulu, konsolidasi. Tapi yang lain bilang yaprut aja.” ujar M. Rifky. Walau demikian keberjalanan acara cukup kondusif. Selain karena dilaksanakan di ruang tertutup yang nyaman, juga konsumsi yang sangat cukup.

Sajian Riset : Building Energy and Lighting

IMG-20130516-WA0000

Pada tanggal 13 April 2013 yang lalu, divisi riset mengadakan sajian riset yang bertemakan “Building Energy and Lighting”. Tema ini diambil karena pada kesempatan yang lalu divisi riset memang hanya mengangkat sebagian dari kelompok keahlian Teknik Fisika yakni pencahayaan dan manajemen energi. Pembicara pada pertemuan ini adalah alumni angkatan 2006 dari Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung, yang tidak lain adalah Giovani Haryadi dan Ali Irhami. Sharing ini diawali dengan pemaparan dari saudara Ali, yang mengemban profesi sebagai Lighting Engineer, bahwa profesi lighting di Indonesia pertama kali muncul tahun 1994, yaitu LITAC (Lighting and Acoustic Consultant). Secara garis besar terdapat 4 pilar yang dapat menghasilkan lighting engineer, yaitu arsitek, seni rupa (interior design), teknik fisika, dan elektro. Beliau sendiri menyatakan bahwa beliau menyukai profesinya, karena pencahayaan merupakan perpaduan dari hal yang paling beliau suka, yakni seni dan teknologi. Saudara Gio, sustainable constructor specialist di Holcim, melanjutkan “Impian semua engineer dari fisika bangungan adalah bekerja di Arup.” Arup adalah perusahaan konstruktor bangunan tingkat dunia, perusahaan ini telah menghasilkan karya-karya terkenal di seluruh dunia, contohnya adalah Stadion di Beijing, Marina Bay Sands Singapore.

“Menurut kalian, apa itu bangunan?” Pertanyaan ini dilontarkan oleh saudara Gio kepada peserta sajian riset. “Bangunan adalah sesuatu yang dapat memfasilitasi manusia untuk melakukan berbagai kegiatan atau keperluan.” Dapat diambil kesimpulan bahwa bangunan adalah hal yang esensial dalam kehidupan manusia, akan tetapi kedua pembicara sepakat bahwa di Indonesia masih jarang ditemui tenaga ahli di bidang pencahayaan dan AC. “Oleh karena itu, sampai saat ini bidang ini  berpotensi menghasilkan uang.”, papar Gio.

Walaupun demikian, Indonesia nyatanya dapat berprestasi di bidang pencahayaan. Di dunia terdapat suatu asosiasi lighting designer ( International Association Lighting Designer ). Organisasi ini mengadakan lomba  yang kemudian dimenangkan oleh SPBU Pertamina dengan desain lampu dan reflektornya yang merupakan hasil kerja Lumina. Sehingga walaupun hanya sedikit tenaga pencahayaan di Indonesia, tingkatnya tidak kalah dalam persaingan internasional.

Setelah mengetahui apa itu bangunan, bagaimana bangunan itu pertama kali dibuat? Bangunan diawali dengan perencanaan biaya dan desain. Desain tersebut seharusnya merupakan kolaborasi dari arsitek, sipil, dan fisika bangunan, akan tetapi hal tersebut jarang terjadi di Indonesia. Kendalanya adalah, di Indonesia cenderung yang mempelopori adalah para arsitek,sehingga pada akhirnya orang – orang dari fisika bangunan harus menyesuaikandesainnya dengan arsitektur yang diajukan.

Sebagai sarjana teknik fisika, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh baik Saudara Ali ataupun Saudara Gio, yaitu saratnya pengetahuan dari perusahaan di Indonesia tentang teknik fisika, selain itu ilmu teknik fisika adalah ilmu yang umum sehingga untuk mendalami bidang tertentu harus dipelajari lagi. Kendala lainnya sebagai sarjana yang mendalami bidang energi dan pencahayaan adalah apresiasi yang kurang di Indonesia karena masih didominasi oleh arsitektur. Namun, di negara lain para insinyur fisika bangunan cukup diapresiasi. Di Indonesia, hal yang berhubungan dengan fisika bangunan, lebih sering mengambil ahli dari luar negeri. Terbukti bahwa jumlah ahli fisika bangunan di Indonesia masih sangat sedikit dan dibutuhkan. Bangunan akan terus ada dan akan terus berkembang, begitu pula di Indonesia, fisika bangunan memiliki potensi pasar yang cukup besar di Indonesia.

Bidang fisika bangunan sampai saat ini masih dalam proses pengembangan di Indonesia dan jumlah ahlinyapun cenderung sedikit. Akan tetapi  dengan banyaknya proyek pembangunan, membuat pasar di Indonesia cukup besar dan akan terus berkembang. Oleh karena itulah lulusan-lulusan fisika bangunan memiliki kesempatan yang besar untuk berkembang, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Training PLC Workshop HMFT 2013

IMG-20130428-WA0004

Training PLC Workshop HMFT ini adalah acara yang setiap tahunnya diadakan oleh divisi workshop, departemen keprofesian HMFT. Acara ini diadakan dengan membentuk kepanitiaan tersendiri yang anggotanya masih dalam lingkup divisi workshop. Tujuan training ini adalah untuk memperkenalkan dasar pemrograman PLC dan implementasinya kepada massa HMFT. Sasaran utama training ini adalah bagi massa HMFT angkatan tahun kedua, yaitu angkatan 2011 pada tahun ini, tetapi juga tidak menutup kemungkinan bagi angkatan lainnya.

Pada tahun ini, dengan menimbang berbagai hal seperti tujuan training ini sendiri, keefektifan dan keefisienan watu, serta jadwal kosong massa HMFT, pada akhirnya Training PLC Workshop HMFT dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada hari Jum’at, 26 April 2013, pukul 15.00 hingga 17.00, berlokasi di ruang Seminar TF 2 lantai 4, gedung Labtek 6. Sesi berikutnya dilaksanakan pada hari minggu, 28 April 2013, pukul 09.30 hingga 14.00, berlokasi di ruang Seminar TF 1 lantai 1, gedung Labtek 6. Peserta training dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp. 25.000,00. Fasilitas yang diberikan selama dan setelah training adalah modul yang terbagi dalam dua sesi, snack, makan siang, dan sertifikat.

Sesuai dengan tujuannya, materi yang disuguhkan dalam training PLC ini adalah dasar pemrograman PLC menggunakan program simulator logixpro, komponen dasar diagram ladder dalam logixpro (input, output, timer, counter), logika-logika dasar, dan implementasinya melalui studi kasus. Agar lebih menarik dan peserta lebih mengerti tentang studi kasus yang dihadapkan, panitia mempersiapkan cerita dan animasi – animasi menarik yang dibuat berdasarkan hal – hal yang mendasar dan dapat djumpai dalam kehidupan sehari – hari. Selain itu, untuk menarik semangat dari para peserta, panitia juga menyuguhkan berbagai implementasi PLC yang lebih advance, seperti pemrograman pada elevator, pabrik botol susu, dan lampu lintas. Pada tahun 2013 ini, training disampaikan oleh dua orang trainer, yaitu Steve Darmadi dan Rezzal Andryan Respati Aji yang merupakan anggota divisi workshop HMFT angkatan 2011.

Pada sesi pertama, peserta dipaparkan tentang seluk beluk penggunaan PLC di dunia control industri, mulai dari penggunaan relay sebelum PLC hingga munculnya PLC itu sendiri, kemudian dijelaskan mengenai jendela program simulator Logixpro. Alasan digunakannya program simulator logxpro adalah karena program simulator ini mirip penggunaannya dan memang disesuaikan dengan hardware Allen Bradley yang dipelajari di laboratorium – laboratorium kontrol FT seperti laboratorium ICA, dan laboratorium instrumentasi industri. Selain itu, program Logixpro juga mudah digunakan dengan user interface yang simple. Logixpro juga menyediakan berbagai macam simulator yang menarik dan jelas implementasinya. Setelah itu, peserta dipaparkan materi tentang komponen dasar ladder diagram pada logixpro dan peserta diperkenankan untuk mencoba sendiri penggunaanya dengan berbagai simulator, seperti I/O simulator, door simulator dan silo simulator. Lalu peserta dipaparkan mengenai gerbang logika dasar AND dan OR. Untuk mengasah kemampuan logika, peserta diberikan studi kasus dalam bentuk cerita yang menarik dan berlanjut hingga akhir acara yang dikemas dengan beragam animasi menarik untuk memperlihatkan detail kejadian agar peserta lebih mengerti dengan kondisi studi kasus sebenarnya. Pada sesi ini diberikan dua buah studi kasus dengan dua macam simulator, yaitu I/O simulator dan door simulator. Bagi peserta yang mau memaparkan hasil rancangan programnya dari studi kasus yang diberikan, panitia menyediakan hadiah – hadiah menarik. Untuk teaser ke sesi berikutnya, peserta diberikan PR dan diberikan hadiah bagi yang mau memaparkan programnya. Jumlah peserta yang hadir 29 peserta dari total 30 peserta.

Pada sesi kedua, acara dibuka dengan lanjutan kisah studi kasus yg diberikan pada sesi sebelumnya. Lalu dilanjutkan dengan materi logika pemrograman yang lebih advance, seperti NAND, NOR, dan XOR beserta studi kasusnya. Lalu dilanjutkan mengenai materi output latch dan unlatch berserta studi kasusnya, dan dilanjutkan materi timer dan counter juga beserta studi kasusnya. Lalu pada pukul 12.00 diberikan waktu untuk istirahat, makan siang dan sholat. Lalu dilanjutkan lagi dengan soal studi kasus yang kedua dengan silo simulator. Lalu ditampilkan beberapa simulator yang lebih advance. Lalu acara dilanjutkan dengan pembahasan PR dan pembagian kuesioner. Acara ditutup dengan do’a dan foto bersama peserta dan panitia. Dalam acara ini juga hadir ketua departemen keprofesian HMFT, Malik Akbar, dan ketua divisi workshop HMFT, Firman Gusti, yang telah banyak memberikan masukan demi keberlangsungan acara. Jumlah peserta yang hadir 27 peserta dari 30 peserta.

Semoga kedepannya acara ini menjadi lebih baik, lebih kreatif, dan lebih menarik. Atas kerjasama semua pihak, panitia acara training PLC workshop HMFT 2013 mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya. Berikut di lampirkan hasil kuesioner yang diambil dari peserta training.

PLC2

Arak-arakan Wisuda April HMFT 2013

20 April 2013, hari bersejarah bagi para sebagian mahasiswa Fisika Teknik angkatan 2007 dan 2008. Tak usah ditanya mengapa, mereka berhasil lulus ITB lewat Sabuga. Setelah berhasil bertahan melewati bantaian TA, mereka sekali lagi harus dibantai sebelum meninggalkan kampus dan himpunan tercinta. Ya, para swasta sudah menyambut para wisudawan di depan tunnel. Benar-benar memberikan sambutan, bukan menyerang, karena tidak mungkin jika penyerangan dilakukan semenjak di depan tunnel walaupun para swasta tampaknya ingin segera melakukan penyerangan. Namun para wisudawan juga sudah siap, terutama para lelakinya karenan memang hanya merekalah yang akan diserang secara membabi buta. Tidak seperti wisudawan pada umumnya, dengan kaos dan celana boxer, wisudawan Fisika Teknik keluar dari tunnel. Jek bahkan sudah memakai vest yang biasa dipakai di motor karena ia tau, mantan kahim kita ini akan menjadi sasaran utama para swasta yang haus darah.

Bisa dikatakan Korlap Dika dan Danlap Bintang sukses memimpin arak-arakan HMFT kali ini sehingga berjalan aman dan damai 😀 Kapal kita juga semakin lama semakin keren, semakin besar dan semakin kuat untuk dinaiki. Semua karena kerja keras anak-anak logistik yang telah membawa kapal itu kesana kemari. Salut!
Tema perform dan arak-arakan kali ini adalah Gending Sriwijaya. Para aktor dan aktris sangat menghayati peran, terlihat dari ekspresi dan gerakan yang dilakukan dalam perform. Temanya bagus, tariannya memukau, harusnya kita bisa juara tapi ternyata perform kita melebihi jatah waktu yang diberi. Tapi tak apa, kerja keras dan waktu para pemain serta semua yang terlibat selama latihan terbayar dengan diraihnya juara 2 tema perform dan juara 2 tema arak-arakan, dan yang terpenting kita sukses menghibur para wisudawan. Keberhasilan ini tak lepas dari jasa ketua perform kita, Ramos yang dibantu oleh Danang dari menyutradarai sampai olah rasa.

Terima kasih Reza Levi sang ketua wisuda April. Selamat kepada seluruh panitia, terima kasih atas kerja kerasnya. Syukwis, wisnite dan arak-arakan berjalan lancar. Wisuda Aprilnya keren. Ditunggu kreasi yang semakin bagus di Juli dan Oktober. Vivat FT!

Overall Cleaning April 2013

It’s cleaning time!

Hari Sabtu, 13 April 2013 ajang bersih-bersih himpunan kembali digelar. Ini adalah OAC pertama yang digelar divisi BRT setelah ganti kepengurusan. Dyas FT’10, kadiv BRT kita yang masih gress ini, terjun langsung ke lapangan untuk menyulap himpunan biar kembali bersih dan rapi.
Ngapain aja sih OAC kali ini?

Yaaa namanya juga Overall Cleaning, pasti banyak yang dikerjain. Mulai dari bersihin cat-cat di kaca, benerin karpet yang udah robek, lalu nempelin stiker logo inventaris ke semua barang di himpunan! Wuihh… banyak tuh!
Di OAC kali ini, textbook kuliah yang ada di rak mulai dirapihin. Selain biar lebih enak dilihat, rak buku yang rapi juga bikin kita ngga susah kalo mau nyari buku. Dulu kalo mau minjem buku dari himpunan, agak ribet, buku-bukunya ditaruh begitu saja. Waah ngga jelas banget. Nah sekarang kalo kita liat, buku-buku yang ada di rak udah berderet rapi sesuai bidang keilmuannya. Dan inget ya! Sekarang kalo mau minjem buku di himpunan ada prosedurnya, ga bisa sembarang ambil kayak sebelumnya. Jadi semoga nggak ada lagi deh skullers yang bukunya ilang gara-gara ada yang ngira itu buku himpunan. Naaah untuk buku-buku sisa yang ngga terlalu berhubungan dengan keilmuan FT rencananya mau diloak. Atau daripada diloak mungkin ada skullers yang mau ambil buat disumbangin? Boleh banget loohhh…

Tuh kan banyak banget yang bisa dikerjain di OAC ini. Selain bisa bikin himpunan nyaman, OAC juga bisa meningkatkan skill bersih-bersih yang lumayan aplikatif buat diterapkan di kosan. Jadi gausah takut gabut dan ga ada kerjaan saat OAC. Semoga di OAC selanjutnya massa yang dateng semakin banyak biar sekre himpunan kita bisa makin kinclong dan kece!

OAC