HMFT Berlaga di Singapore Robotic Games 2014!

srg1

Mahasiswa HMFT yang terdiri dari Agung Prasdianto, Kelvin Wongso, Kiki Intan Mayangsari, Muhammad Afif, dan Nugroho Hari Wibowo mengikuti lomba Singapore Robotic Games 2014. Tanggal 22 Januari 2014 di The Marquee, Science Center, Singapore.

Singapore Robotic Games adalah sebuah kompetisi robot tahunan yang diselenggarakan oleh IEEE Robotic and Automation Society Singapore Chapter sebagai bentuk pengembangan minat instansi pendidikan terhadap dunia otomatisasi. Lomba SRG terdiri dari 16 jenis perlombaan yang dikategorikan berdasarkan fungsi dan pengontrol dari tiap – tiap robot. Pertandingan SRG dimodelkan layaknya olimpiade dengan robot sebagai medianya. Dalam penyelenggaraanya peminat SRG meliputi Instansi Pendidikan yang berasal dari Singapura, Indonesia, Malaysia, India, dan negara-negara lain di Asia.

Dari 16 kategori lomba yang diadakan SRG, kami mengikuti Wall Climbing Robot : Pada kategori ini, robot diharuskan melewati lintasan berupa bidang datar kemudian memanjat dinding dengan sudut 90°, kemudian robot berjalan di atap lintasan. Dalam kategori ini, yang dinilai adalah kecepatan robot dalam menyelesaikan lintasan tersebut.

Usaha dalam mengikuti lomba ini juga didukung oleh Sampoerna sebagai sponsor, terutama dalam hal finansial. Dengan adanya dukungan Sampoerna, Tim HMFT untuk Singapore Robotic Games dapat berkonsentrasi dalam lomba tanpa harus mengkhawatirkan soal dana.

Bengkel AC Riset HMFT 2013

Masih ingat waktu ada segerombol orang gotong-gotong AC ke dalam himpunan? Masih ingat mereka terlihat seperti maling? Tapi jangan salah, itu properti yang dipakai untuk kegiatan Bengkel AC.

Bengkel AC dilaksanakan di bawah pengawasan William Suriana alias Kiwil sebagai ketua Divisi Riset. Sekilas kegiatan Bengkel AC menurut Kiwil adalah mengenal komponen pada AC dan memahami sistem refrigerasi. Bengkel AC diadakan karena sistem tata udara merupakan bagian dari keilmuan FT dan alangkah baiknya dipelajari lebih dari sekedar duduk di kelas.

Kegiatan Bengkel AC kemarin dilaksanakan tidak hanya dalam sehari, tapi dalam waktu dua hari. Tidak hanya belajar teori tapi juga mengaplikasikan. Hari pertama berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2013 yang bertempat di ruang seminar TF 2. Kegiatan di sesi 1 pada hari pertama diisi dengan sharing bersama peserta kegiatan Bengkel AC sebelumnya. Kemudian sesi kedua diisi dengan pemberian teori dan desain tata udara oleh Pak Romadhon sebagai nara sumber. Hari kedua dilaksanakan pada tanggal 7 September 2013 dan bertempat di perpustakaan pusat yang diisi dengan studi kasus tata udara di perpustakaan pusat lantai dua. Kegiatan ini terbilang keren, karena praktik langsung dan studi kasus. Menurut Kiwil, studi kasus dilakukan untuk menanamkan pola pikir desain bagi para peserta.

Peserta pada kegiatan Bengkel AC ditargetkan sebanyak 20 orang, tapi kenyataannya pendaftar yang ‘diizinkan’ mengikuti kegiatan ini hanya 12 orang. Hal ini terjadi karena para pendaftar tidak mengumpulkan essay yang diminta.

Kurikulum Baru Teknik Fisika ITB

Isu kurikulum baru ternyata tidak hanya menyerang bangku sekolah, tetapi juga dunia perkuliahan di kampus tercinta kita ini, Institut Teknologi Bandung, khususnya Teknik Fisika. Sekarang kegalauan kita bukan haya tentang cari pendamping wisuda, tetapi juga mencari pendamping Tugas Akhir (TA). Sebelum membahas mengenai Tugas Akhir di kurikulum 2013 ini, yuk kita cari tahu dulu seperti apa Kurikulum 2013 itu.

Struktur Kurikulum S1 itu memiliki jumlah SKS 144-160 dalam 8 semester atau maksimal 12 semester dengan beban maksimum pada setiap semeter adalah 20 sks (Wah kapan lulus dong?).  Mata kuliah dari tingkat 1 hingga tingkat 3 menurut Sruktur Kurikulum 2013 – S1 berisi mata kuliah wajib, mata kuliah major, dan mata kuliah minor (optional) atau mata kuliah major yang ditawarkan program studi lain.

Perubahan mata kuliah terjadi pada Kurikulum 2013 – S1. Ada mata kuliah yang berubah secara konten perkuliahan, ada yang berubah secara jumlah sks, dan ada juga yang bergeser secara posisi. Mata kuliah yang berubah secara jumlah sks salah satunya adalah Teknik Komputasi  yang awalnya 2 sks berubah menjadi 3 sks. Sementara itu, mata kuliah yang mengalami perubahan posisi di antaranya adalah Dinamika Sistem dan Simulasi, dan Fenomena Gelombang sehingga untuk angkatan 2011 dianjurkan mengambil kedua mata kuliah ini pada semester pendek karena mata kuliah ini berpindah ke tingkat 2. Fisika Kuantum juga yang sebelumnya menjadi salah satu mata kuliah yang mengerikan di semester 4 berpindah ke semester 5.

Pada tingkat 4 berisi mata kuliah pilihan dengan minimal 2 mata kuliah pilihan yang berhubungan dengan topik Tugas Akhir. Sedangkan untuk pengambilan mata kuliah pilihan di luar Program Studi Teknik Fisika diperbolehkan hanya 2 mata kuliah saja. “Sebenarnya dari  ITB diperbolehkan hingga 3 mata kuliah, tapi jurusan Teknik Fisika mata kuliahnya sudah cukup melebar. Kalo mengambil terlalu banyak, nanti makin melebar saja bidang yang dipelajari,” tutur Pak Nugraha. Pada mata kuliah pilihan juga diperbolehkan mengambil mata kuliah S2. Selain mata kuliah pilihan, pada tingkat 4 juga terdapat mata kuliah wajib dari fakultas, yaitu Sistem Thinking sebanyak 4 kali kuliah dalam 1 semester.

Tugas Akhir pada semester 4 dibagi menjadi 2, yaitu TA 1 dengan bobot 2 sks dan TA 2 dengan bobot 3 sks. Struktur pada TA 1 yang diambil pada semester 7 berisi identify the need or problem, Research the need or problem, develop possible solutions, dan select the best possible solution. Kemudian pada semester 8 baru bisa mengambil TA 2 jika TA 1 telah lulus. Struktur pada TA 2 adalah construct a prototype, test and evaluate the solution, communicate the solution, dan redesign atau mengulang jika tidak berhasil prototypenya atau solusinya dan lain-lain. Hal yang berbeda lainnya pada Tugas Akhir  kurikulum baru ini adalah Tugas Akhir pada tingkat akhir ini dilakukan oleh 2 orang dengan kuliah TA bersama, kuliah pilihan wajib bersama, sidang bersama, dan lulus bersama. Walaupun kegalauan sekarang ini bukan hanya dalam mencari pendamping wisuda, tetapi juga dalam mencari pendamping tugas akhir, hal ini tidak usah menjadi hal yang terlalu mengerikan. Hal positif yang diambil dari sistem ini adalah tidak ada teman kita yang tertinggal sehingga semua mahasiswa akan lulus bersama dengan gemilang. Aamiin…