Tim Robot HMFT Kembali beraksi di BARONAS 2014

Robot karya Tim HMFT yang berlaga di BARONAS 2014

Robot karya Tim HMFT yang berlaga di BARONAS 2014

Tim Robot HMFT ITB, Skuller-boro, pada tanggal 22 Mei 2014 berangkat ke Surabaya untuk mengikuti kompetisi robotik BARONAS 2014. Kegiatan robotika yang disponsori PT. Sinar Sosro ini memiliki susunan tim yang kurang lebih sama seperti di ajang Singapore Robotics Games pada januari lalu. Tim ini beranggotakan Agung, Afif, Bowo dan Steve. BARONAS 2014 atau Lomba Robot Nasional 2014 ini merupakan kompetisi robotika yang diadakan oleh ITS pada tanggal 25 Mei 2014. Dalam perlombaan ini terdapat 3 kategori, yaitu kategori SD dan SMP, kategori SMA, dan kategori Mahasiswa.

Untuk kategori mahasiswa, tema lombanya adalah Solve The Riddle. Dalam perlombaannya, peserta harus membuat 2 buah robot, yaitu robot manual yang dapat dikendalikan dengan remote control dan robot otomatis yang bergerak sebagai line follower robot. Pertama, untuk mendapatkan point, robot manual harus mengambil key yang berbentuk kubus dan terbuat dari Styrofoam dengan panjang sisi 10 cm untuk kemudian diletakan di area yang disebut dengan password zone. Setelah memasukan key, robot manual diperbolehkan mengambil item yang juga berbentuk kubus dengan bahan yang sama dengan key (namun ukuran sisinya 15cm) untuk diletakan di drop zone. Setelah itu robot otomatis akan mengambil item untuk diletakan di finishing zone. Terdapat 3 buah key dan 3 buah item dalam perlombaan ini, di mana untuk setiap item memiliki rintangan yang berbeda-beda, jadi robot otomatis harus tahu manuver-manuver yang harus dilakukannya untuk sampai di finishing zone.

Kedua robot dibuat sendiri mulai dari desain body, rangkaian elektrik, serta programnya. Dalam perlombaan ini peserta tidak dibatasi untuk mendesain mekanik untuk mengambil barang. Setiap peserta menggunakan cara yang berbeda-beda untuk mengambil key ataupun item, namun sebagian besar menggunakan capit atau gripper. Namun tim skullers-boro mencoba hal yang berbeda, dimana mekanisme pengambilan item atau key, menggunakan pompa vakum yang akan menyedot item atau key sehingga menempel pada robot. Dengan prinsip dasar yang sama dengan sucker-wall climbing robot SRG, ide yang datang dari dosen pembimbing tim, Pak Eko, ini dianggap sangat feasible. Dengan inovasi ini, ukuran robot menjadi lebih kecil dan tidak dibutuhkan torsi yang besar pada servo penggerak lengan robot.

Selama perlombaan berlangsung tim skullers-boro menemui berbagai kendala, baik itu dalam segi mekanik, elektrik, maupun programnya, salah satunya adalah larangan untuk menggunakan Arduino. Detail mengenai pembatasan penggunaan komponen ini baru diumumkan H-3, sehingga tim skullers-boro harus membuat rangkaian sistem minimum sendiri dalam waktu 2 hari saja. Setelah robot diadu di arena pertandingan, kendala seperti rusaknya komponen juga sempat ditemui. Akhirnya, tim skullers-boro tidak dapat melanjutkan pertandingan ke 8 besar karena malfungsi rangkaian motor driver sebagai penggerak roda. Robot tidak dapat berjalan semestinya. Karena keterbatasan komponen yang tersedia, rangkaian motor driver pun tidak dapat diperbaiki.

Walaupun tidak berhasil meraih gelar juara, tim skullers-boro memperoleh banyak pengalaman berharga yang belum ditemui di perlombaan SRG. Contohnya adalah aplikasi differential-pressure holding untuk mengangkat benda, pembuatan remote control, serta onboard lcd-button interface yang memungkinkan pengubahan setelan langsung tanpa menggunakan komputer.

Terima kasih PT. Sinar Sosro yang telah mensponsori Tim Robot HMFT di BARONAS 2014

Terima kasih PT. Sinar Sosro yang telah mensponsori Tim Robot HMFT di BARONAS 2014