Ada Apa di Bulan April?

Pagi Skullers! mau tau event apa aja yang mengisi bulan April kita? Ada banyak kegiatan yang sayang banget kalo ga diabadikan lewat tulisan. So mari kita mengabadikan momen-momen indah ini lewat tulisan yang bisa dibaca kapan aja kalo lagi kangen.

Event di hari pertama bulan April, yaitu ada Wisuda April 2017. Selamat kepada kaka kaka yang udah lulus, semoga sukses kedepannya!

17504536_1418054651567696_6234112517455818054_o 17760807_1418075128232315_7559485736637609027_o

Lanjut, tanggal 10 ada sharing tentang info exchange yang dibawain kak Rachmat, Dewi, sama Kharies yang ngebawain info tentang exchange terutama exchange ke jepang karena mereka bertiga udah pengalaman exchange ke jepang selama satu semester. Sesi tanya jawab seru dan antusias banget, mulai dari nanyain tentang perkuliahan sampai nanyain tentang kehidupan disana.

107280 107282

Selanjutnya yang lagi hot di bulan ini, ada kejuaraan futsal yang diadain sama anak SBM yaitu Kampoeng Bola, yang mainnya jauh banget di lembang sana. Tim futsal cowo lanjut terus setelah mengalahkan Plano (7-1), Amisca (2-0), HMIF  (4-0), IMMG (4-0), tapi di semi final kalah lawan HMT (0-2). Tinggal pertandingan perebutan juara ketiga. Sedangkan yang tim cewe menang sekali lawan Terra lewat tendangan penalty (3-2). terus akhirnya kalah lawan SBM (0-4).

kambol

Ada lagi nih barang yang lagi hits di kalangan anak muda, namanya fidget spinner. kalo ada yang bawa barang itu ke kelas, semua orang pasti langsung pada kepo dan pengen minjem. Emang bikin penasaran dan nagih banget tu fidget spinner.

hqdefault

April itu pas banget buat menentukan the next ketua osjur, so diadakanlah musyawarah pemilihan ketua osjur. Selamat kepada Nicco yang akhirnya terpilih menjadi ketua osjur, semoga osjurnya sukses. buat calon ketos satu lagi, Unji tetap semangat ya!

118626 118627

Satu lagi event dari bidang PSDA, yaitu Skullers Bervisi. Bintang tamunya yaitu Arjun FT’14 yang ngebawain tentang inovasi dan gimana caranya meng-generate ide-ide baru. Dilanjutin dengan bintang tamu selanjutnya, Mas Bowo FT’10 yang memotivasi dengan cerita hidupnya, dan sharing info juga tentang Start Up.

107281

Nah pas banget udah tanggal tua ketika duit udah mulai seret, ada suatu keberkahan berupa nasi. yup, diselenggarakan lagi Nasi Berkah season 2 biar pada perbaikan gizi di akhir bulan. Dilanjutin sama acara WHB edisi Waktu HMFT Berkaraoke ft. senator tercinta kita, Rodik. Openingnya, Rodik menyanyikan suatu lagu yang disambut hangat oleh peserta WHB. Lanjut karaoke, habis itu ada selingan kuis ala-ala Duel Otak gitu seputaran HMFT, sekre ricuh sama teriakan orang-orang karena kuisnya super rame. Seru banget, pake inovasi baru dari kahoot.it jadi bisa main kuis bareng2 online gitu dan langsung ada scorenya.

107274

107276

107277

Itulah event-event yang ada di bulan ini. Indah untuk dikenang, bukan? Ditunggu partisipasi kalian di acara himpunan yang selanjutnya!

Tim HMFT Berhasil Meraih Medali Perak Kejuaraan PIMNAS 2014

pkm

Foto di atas adalah satu-satunya tim dari ITB yang berhasil meraih medali perak?? Di kejuaraan PIMNAS 2014. Dari atas, kiri ke kanan ada Roji FT’10, Robet FT’10, Kinan FT’12. Sedangkan di bawah dari kiri ke kanan ada Bayu FT’11 dan Ikhsanudin FT’10. Hal ini sungguh sangat membahagiakan dan membanggakan bagi jurusan Teknik Fisika, maupun ITB.  perjalanan mereka menuju raihan medali perak juga tidaklah mudah. Ada beberapa tahap yang harus mereka lalui. Mulai dari pengumpulan proposal, tahap pemantauan dan evaluasi (Monev – Monitoring and Evaluation), hingga tahap presentasi final di PIMNAS 2014. Kesemua tahap tersebut dilalui dengan proses yang panjang hingga 7-9 bulan. Sehingga hasil yang mereka peroleh sesuai dengan kerja keras mereka. Berikut ini adalah hasil wawancara kami dengan salah satu anggota team, yaitu M. Fahruroji. Semoga hasil wawancara ini bisa menginspirasi  kita semua supaya semakin bersemangat untuk mencapai kesuksesan di lomba ini.

Kak Roji, Jenis Lomba Apa yang Diikuti dan Tahapannya Seperti Apa?

Lomba yang kami ikuti adalah Lomba PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang diselenggarakan oleh DIKTI. Lomba ini bertujuan untuk mengasah kreativitas mahasiswa di dalam beberapa bidang tertentu seperti karya cipta, teknologi, kewirausahaan, penelitian, dan lain-lain. ada 3 tahap penting dalam lomba ini yaitu: pengumpulan proposal (PKM), monitoring dan evaluasi (MONEV), dan terakhir presentasi di depan juri (PIMNAS).

 Apa Alasan/Motivasi Untuk Mengikuti Lomba PKM Ini?

Ada 2 alasan mengapa kami ikut lomba ini. Pertama, kami ingin proyek penelitian tugas akhir yang kami kerjakan juga bisa ikut dilombakan di PKM ini. Seperti ada peribahasa yang mengatakan “Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui”. Yang kedua, kami juga ingin menambah pengalaman kami dalam berjuang untuk memenangkan suatu lomba.

 Bagaimanakah kesan setelah mengikuti lomba ini?

Banyak sekali, mulai dari belajar untuk bekerja keras, menguras tenaga hingga melatih kesabaran untuk membuat alat tersebut. Tapi akhirnya semua itu terbayar dengan kesuksesan meraih medali perak di lomba PIMNAS ini.

 Boleh dijelaskan karya cipta seperti apa yang tim Kak Roji buat?

Karya cipta kami adalah merancang sistem pergerakan quadrotor berdasarkan gerak pada tubuh. Jadi, adanya sistem ini kita bisa mengontrol quadrotor hanya dengan memberi kode gerak pada tubuh. Misalkan ingin menggerakkan quadrotor ke kiri, kita tinggal merentangkan tangan saja. Untuk bisa merekam gerak tubuh kita, kami menggunakan kinect pada Xbox.

 Ada Hal Menarik/Unik yang Terjadi Selama di PIMNAS 2014?

Ada, yaitu ketika para juri yang begitu terkesan dan kaget melihat quadrotor tersebut bisa bergerak dengan lancar hanya gerak dari tubuh saja. Sehingga bisa dikatakan saat kami mempragakan quadrotor, suasana di ruangan tersebut menjadi lebih cair.

 Adakah Tips Tertentu Agar Bisa Sukses di Lomba PKM Ini?

Yang pertama pasti harus ada niat terlebih dahulu, sungguh-sungguh, dan diselesaikan dengan benar dan tepat. Tahap proposal dikerjakan dengan benar sesuai format yang ada. Terakhir saat presentasi di PIMNAS, yakinkan pada juri bahwa karyamu itu unik, kreatif, realistis, dan dapat diterapkan di masyarakat.

 Pesan Untuk Adik-adik Mahasiswa Teknik Fisika ITB Lainnya?

Jangan lewatkan kesempatan untuk ikut PKM. Ada begitu keilmuan-keilmuan dan penelitian di Fisika Teknik (FT) yang bisa menjadi bahan inspirasi. Jikalau bingung dengan idenya, bisa langsung ke lab-lab di FT dan bertanya ke dosen maupun anak-anak di lab tersebut. Jikalau masih kurang yakin, bisa pergi ke perpus FT dan melihat-lihat TA-TA sebelumnya. Jika sudah yakin dengan ide tersebut, jangan lupa menghubungi pe-TA tersebut agar diberi izin untuk dijadikan lomba.

Penasaran bagaimana quadrator berlaga di PIMNAS? Klik https://www.facebook.com/video.php?v=10202444108015211

Oleh: Trisfianto (FT 2011)

Liputan Wisuda Juli

Wisuda kali ini terbilang cukup berbeda dibanding wisuda-wisuda sebelumnya. Bulan Juli, saatnya liburan bagi sebagian orang, saatnya KP bagi yang lain, internship, summer school, dan lain sebagainya. Banyak agenda yang sudah lama dijadwalkan buat bulan ini. Demikian juga Wisuda Juli. Karena banyaknya agenda, cukup sedikit massa HMFT yang bisa hadir di Bandung. Baru pada H-7 orang-orang mulai bermunculan.

“Legenda Putri Mandalika”, tema yang diangkat kali ini. Legenda ini asalnya dari Pulau Lombok; sebuah legenda yang diceritakan dari mulut ke mulut di tengah-tengah masyarakat Lombok. Erat kaitannya dengan tradisi Bau Nyale, di mana pada musim tertentu masyarakat Lombok mencari cacing yang banyak manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari. Konon cacing ini adalah jelmaan seorang putri. Putri ini diperebutkan oleh dua orang pangeran yang masih bersaudara. Sampai-sampai terjadilah perang antara kedua pangeran itu beserta pasukannya. Putri sedih, merasa dia adalah milik semua rakyatnya, bukan hanya salah satu pihak. Putri memilih untuk terjun ke laut dan menjelma menjadi cacing yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyatnya. Plot cerita pada perform menunjukkan sepasang ayah dan anak yang sedang melakukan tradisi Bau Nyale. Isi legenda sendiri diubah menjadi sedikit berbeda. Alih-alih menjadi cacing, si putri tetap hidup untuk menebar cacing untuk dimanfaatkan masyarakatnya. Mungkin untuk mengingatkan kita untuk tidak bergantung pada legenda saja. Tidak pasrah pada keadaan dan berani menentukan nasib sendiri.

Prewis diadakan di Legian Terrace & Caffe. Cukup ramai wisudawan dan massa HMFT yang hadir, dengan berbagai penampilan dari tiap angkatan. Selanjutnya, sedikitnya panitia yang bisa hadir di Bandung cukup mempengaruhi keberjalanan wisuda. Ada saja “musibah” yang menimpa performer. Mereka secara bergantian jatuh sakit. Alhasil latihan tidak pernah sampai full team, paling cukup part-part tertentu. Bahkan di hari H, ada performer yang direkrut dadakan ketika arak-arakan mencapai lapbas. Ada juga performer yang tampil dalam keadaan sakit dengan gejala tipes. Sempat turun hujan, tetapi untungnya tidak bertahan lama sampai perform HMFT tampil. Semangat tetap membara sampai penghujung acara.

Wisudawan wisudawati Juli 2014

Wisudawan wisudawati Juli 2014

Penampilan saat Prewis Juli 2014

Penampilan saat Prewis Juli 2014

Sebelumnya, arak-arakan yang menjadi ciri khas wisuda ITB berlangsung secara meriah, meskipun penyambutan wisudawan di lapangan saraga cukup sepi. Antusiasme wisudawan dan massa himpunan sangat terasa selama arak-arakan berlangsung. Sunken dipenuhi oleh ooms dan tantes dengan pentungan korannya masing-masing, siap untuk menyerang para wisudawan. Sayangnya, avant garde yang seharusnya melindungi para wisudawan tidak ada yang bertahan lebih dari satu menit. Hal yang berbeda juga terlihat saat serangan terjadi. Para wisudawati yang biasanya selalu aman dari serbuan massa kali ini menjadi target juga. Ternyata, tantes sudah menyiapkan trashbag yang telah dilubangi pada bagian atas lalu dipakaikan secara paksa kepada wisudawan wanita. Hujan sempat mengguyur sehingga massa HMFT harus berteduh di sepanjang selasar Aula Barat. Untungnya, hujan tidak berlangsung lama. Perform dapat tetap berlangsung dengan aman dan massa kembali ke sekre dengan aman dan tenteram.

Suasana arak-arakan di Tangga Sunken

Suasana arak-arakan di Tangga Sunken

Para oms dan tantes menyerang wisudawan wisudawati

Para oms menyerang wisudawan

Secara garis besar, demikianlah gambaran rangkaian acara Wisuda Juli yang berlangsung pada 23 Juli kemarin. Kali ini HMFT meraih posisi ke-3. Selamat buat HMFT! Semoga selanjutnya bisa meraih posisi pertama. Terlebih lagi, harapan kita bersama buat para wisudawan untuk dapat berkontribusi secara positif buat bangsa dan masyarakat.

Oleh: Dita Banjarnahor (FT 2012)

Raung

                Mahasiswa memiliki tugas yang sangat mulia yaitu kuliah, menuntut ilmu sebaik-baiknya di dalam kampus, untuk kemudian mengabdikannya pada nusa dan bangsa. Tetapi dengan kuliah saja tidak mencukupi semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh mahasiswa, setiap mahasiswa membutuhkan pengembangan diri di bidang yang lain, selain akademik tentunya. ITB telah menyediakan berbagai wadah untuk para mahasiswanya, dimulai dari unit, himpunan, dan kegiatan-kegiatan kemahasiswan lainnya.

                HMFT-ITB, perhimpunan mahasiswa jurusan Fisika Teknik di ITB, secara rutin memfasilitasi anggota-anggotanya di bidang keprofesian, pengembangan masyarakat, kepemimpinan, kewirausahaan, dan pengembangan diri yang lain. Dengan berbagai macam kegiatan kemahasiswaan, HMFT kini memiliki kegiatan baru, yang lahir melalui sebuah perkumpulan bernama RAUNG. Kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh RAUNG terfokus pada kegiatan outdoor, seperti mendaki gunung, arung jeram, berkemah, dan kegiatan outdoor lainnya.

                Ide tentang RAUNG tercetus pada pertengahan Juli 2013, dilatarbelakangi oleh banyaknya anggota HMFT yang menyenangi kegiatan mendaki gunung.  Kemudian, terbentuklah suatu perkumpulan atau komunitas yaitu RAUNG, yang bertujuan untuk memfasiltasi minat anggota HMFT akan kegiatan outdoor. Pencetus dan pendiri RAUNG adalah Kevin ‘Cabe’ Bagus Christianto (FT 2011) dan Robi Juniardi (FT 2010). RAUNG diresmikan pada tanggal 14 Desember 2013, di Puncak Gunung Burangrang, dengan ketua pertamanya Kevin ‘Cabe’ Bagus Christianto (FT 2011). Kini anggota biasa HMFT yang sudah menjadi bagian dari RAUNG sudah mencapai 36 orang dari mulai angkatan 2009 hingga angkatan 2012, dan akan terus bertambah kedepannya.

Peresmian RAUNG di puncak Gunung Burangrang (Ketua pertama RAUNG Kevin Cabe, yang memegang bendera Indonesia)

Peresmian RAUNG di puncak Gunung Burangrang

                RAUNG memiliki singkatan, arti, dan filosofi yang dapat diketahui oleh anggota HMFT yang telah terdaftar menjadi anggota RAUNG. Kedepannya saya berharap RAUNG bisa tetap eksis  menyalurkan minat anggota HMFT akan berkegiatan outdoor, dan anggota RAUNG bisa menjadi pelopor kemajuan, pemimpin , dan teladan bagi HMFT-ITB. Lord Badden Powell berkata, “Suatu negara tak akan kehabisan pemimpin jika di dalamnya masih terdapat anak muda yang penuh keberanian mendaki gunung tinggi dan menjelajah lautan”.

Vivat FT!

RAAUUNG! HAUUMM!

RAUNG di Puncak Mega, Gunung Puntang

RAUNG di Puncak Mega, Gunung Puntang

Ketua pertama RAUNG, Kevin 'Cabe' Christian (FT 2011)

Ketua pertama RAUNG, Kevin ‘Cabe’ Bagus Christianto (FT 2011)

Oleh: Robi Juniardi (FT 2010)

Tim Robot HMFT Kembali beraksi di BARONAS 2014

Robot karya Tim HMFT yang berlaga di BARONAS 2014

Robot karya Tim HMFT yang berlaga di BARONAS 2014

Tim Robot HMFT ITB, Skuller-boro, pada tanggal 22 Mei 2014 berangkat ke Surabaya untuk mengikuti kompetisi robotik BARONAS 2014. Kegiatan robotika yang disponsori PT. Sinar Sosro ini memiliki susunan tim yang kurang lebih sama seperti di ajang Singapore Robotics Games pada januari lalu. Tim ini beranggotakan Agung, Afif, Bowo dan Steve. BARONAS 2014 atau Lomba Robot Nasional 2014 ini merupakan kompetisi robotika yang diadakan oleh ITS pada tanggal 25 Mei 2014. Dalam perlombaan ini terdapat 3 kategori, yaitu kategori SD dan SMP, kategori SMA, dan kategori Mahasiswa.

Untuk kategori mahasiswa, tema lombanya adalah Solve The Riddle. Dalam perlombaannya, peserta harus membuat 2 buah robot, yaitu robot manual yang dapat dikendalikan dengan remote control dan robot otomatis yang bergerak sebagai line follower robot. Pertama, untuk mendapatkan point, robot manual harus mengambil key yang berbentuk kubus dan terbuat dari Styrofoam dengan panjang sisi 10 cm untuk kemudian diletakan di area yang disebut dengan password zone. Setelah memasukan key, robot manual diperbolehkan mengambil item yang juga berbentuk kubus dengan bahan yang sama dengan key (namun ukuran sisinya 15cm) untuk diletakan di drop zone. Setelah itu robot otomatis akan mengambil item untuk diletakan di finishing zone. Terdapat 3 buah key dan 3 buah item dalam perlombaan ini, di mana untuk setiap item memiliki rintangan yang berbeda-beda, jadi robot otomatis harus tahu manuver-manuver yang harus dilakukannya untuk sampai di finishing zone.

Kedua robot dibuat sendiri mulai dari desain body, rangkaian elektrik, serta programnya. Dalam perlombaan ini peserta tidak dibatasi untuk mendesain mekanik untuk mengambil barang. Setiap peserta menggunakan cara yang berbeda-beda untuk mengambil key ataupun item, namun sebagian besar menggunakan capit atau gripper. Namun tim skullers-boro mencoba hal yang berbeda, dimana mekanisme pengambilan item atau key, menggunakan pompa vakum yang akan menyedot item atau key sehingga menempel pada robot. Dengan prinsip dasar yang sama dengan sucker-wall climbing robot SRG, ide yang datang dari dosen pembimbing tim, Pak Eko, ini dianggap sangat feasible. Dengan inovasi ini, ukuran robot menjadi lebih kecil dan tidak dibutuhkan torsi yang besar pada servo penggerak lengan robot.

Selama perlombaan berlangsung tim skullers-boro menemui berbagai kendala, baik itu dalam segi mekanik, elektrik, maupun programnya, salah satunya adalah larangan untuk menggunakan Arduino. Detail mengenai pembatasan penggunaan komponen ini baru diumumkan H-3, sehingga tim skullers-boro harus membuat rangkaian sistem minimum sendiri dalam waktu 2 hari saja. Setelah robot diadu di arena pertandingan, kendala seperti rusaknya komponen juga sempat ditemui. Akhirnya, tim skullers-boro tidak dapat melanjutkan pertandingan ke 8 besar karena malfungsi rangkaian motor driver sebagai penggerak roda. Robot tidak dapat berjalan semestinya. Karena keterbatasan komponen yang tersedia, rangkaian motor driver pun tidak dapat diperbaiki.

Walaupun tidak berhasil meraih gelar juara, tim skullers-boro memperoleh banyak pengalaman berharga yang belum ditemui di perlombaan SRG. Contohnya adalah aplikasi differential-pressure holding untuk mengangkat benda, pembuatan remote control, serta onboard lcd-button interface yang memungkinkan pengubahan setelan langsung tanpa menggunakan komputer.

Terima kasih PT. Sinar Sosro yang telah mensponsori Tim Robot HMFT di BARONAS 2014

Terima kasih PT. Sinar Sosro yang telah mensponsori Tim Robot HMFT di BARONAS 2014

Mahasiswa Teknik Fisika dan Singapore Robotic Games 2014

Pada bulan Februari lalu, salah satu tim dari Teknik Fisika ITB mengikuti perlombaan Singapore Robotic Games (SRG) pada kategori wall climbing robot. Tim yang diberi nama Skullers Boro itu beranggotakan Hari Nugroho Wibowo (FT ’10), Kelvin Wongso (FT ’11), Agung Prasetyanto (FT ’11), Steve Darmadi (FT ’11), M. Afif (FT’11), dan Kiki Intan Mayangsari (FT’11). Bowo selaku penggagas tim tersebut awalnya mengikuti perlombaan yang sama mewakili Unit Robotika (URO). Pada kesempatan tersebut, Bowo berhasil memenangkan kategori wall climbing robot. Saat kembali ke Bandung, Bowo pun diminta oleh salah satu dosen untuk membawa nama Teknik Fisika di ajang yang sama. Pertama-tama Bowo beserta Kiki selaku manager dan Firman sebagai ketua divisi Workshop HMFT periode 2013/2014 mengadakan open recruitment pada bulan Agustus untuk mencari anggota melalui tes essay dan wawancara. Akhirnya terpilih Agung sebagai mechanician, Steve sebagai mechanician, Afif sebagai programmer, dan Kelvin sebagai electrician.

Setiap hari, anggota tim mengerjakan komponen robot ketika malam tiba hingga pagi menjelang di workshop Teknik Fisika ITB. Dalam keberjalanannya, tim Skullers Robo mengalami berbagai hambatan, antara lain PCB yang gosong sampai salah memasang kabel sehingga keluar asap dan komponen rusak. Setelah kerusakan tersebut, perbaikan dilakukan dengan menambah fuse pada komponen. Namun, insiden lain seperti impaler yang meleleh, ESC meledak, EMS yang tidak bisa berputar, hingga gearbox patah menghadang persiapan tim Skullers Robo silih berganti. Akhirnya, setelah dilakukan perbaikan berkali-kali dan atas bantuan motor dari teman Bowo di URO, masalah tersebut dapat terselesaikan.

Akan tetapi, ada satu permasalahan utama yang mengganjal yaitu mengenai dana. Di awal telah dibuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) tim robot sekitar 57 juta. Akan tetapi, pada bulan November dana yang terkumpul baru 15 juta dari bantuan Lembaga Kemahasiswaan. Di saat genting tersebut, salah satu kuliah di Teknik Fisika (Kapita Selekta) mengundang pembicara dari petinggi Sampoerna. Melihat hal tersebut, seusai kuliah, tim robot langsung memberi proposal ke asisten dari petinggi Sampoerna tersebut. Bak gayung bersambut, sekitar tiga minggu kemudian, Sampoerna dengan perantara Linda menghubungi tim robot dan bersedia membiayai tim robot dalam bentuk biaya akomodasi. Biaya akomodasi tersebut berupa penginapan di salah satu apartemen, transportasi, dan uang saku sebesar 100 dollar Singapura. Tak hanya di situ saja, pihak Sampoerna juga mengadakan teleconference dengan anggota tim untuk menanyakan perkembangan tim. Dapat dibayangkan, bagaimana nasib tim robot jika tidak ada Sampoerna, mungkin mereka tidak jadi berangkat ke perlombaan tersebut.

Tim Teknik Fisika ITB dalam Singapore Robotic Games 2014

Tim Teknik Fisika ITB dalam Singapore Robotic Games 2014

Walaupun tidak menjadi juara, namun tujuan utama Bowo untuk membawa nama Teknik Fisika di kancah robot telah membuahkan hasil nyata. Selama ini, jika bicara mengenai robot, hanya Teknik Mesin atau Teknik Elektro yang namanya bergaung. Oleh karena itu, dengan mengikuti lomba ini, diharapkan mahasiswa Teknik Fisika lebih berpengalaman dan tidak takut untuk mencoba karena pada awalnya pun anggota tim belum cukup pengetahuannya tentang cara membuat robot. Namun, atas usaha keras tim Skullers Boro setiap harinya, robot wall climbing dapat berhasil diwujudkan, sesuai dengan motto mereka 1% talent, 99% work hard.

Tim ini sedang mengikuti lomba BARONAS di ITS pada tanggal 24 Mei 2014 di Surabaya dengan membuat 2 buah robot. Selanjutnya, tim Skullers Boro memiliki harapan agar di tahun mendatang tim robot yang akan berangkat ke SRG dapat menang dan mencatat waktu kurang dari 5 detik.

Kajian Pemilu

Pemilu merupakan sebuah ajang besar untuk kita memilih pemimpin-pemimpin negeri dan wakil-wakil rakyat yang nantinya akan menduduki kursi pemerintahan. Pemilu bagi suatu negara demokrasi berkedudukan sebagai sarana untuk menyalurkan hak asasi politik rakyat. Dan menjelang Pemilu 2014, HMFT ITB mengadakan Kajian Pemilu pada hari Rabu, 4 April 2014, lima hari sebelum Pemilu Legislatif serempak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Kajian yang dimulai pukul 16.00 WIB dan bertempat di himpunan diadakan sebagai upaya untuk mencerdaskan mahasiswa dalam isu Pemilu, agar menjadi pemilih yang pintar dalam memilih wakil rakyatnya.

Suasana di himpunan selama Kajian Pemilu

Pemilu (Pemilihan Umum) didefinisikan sebagai proses pemilihan orang untuk menduduki jabatan-jabatan politik tertentu dan diadakan karena formalitas sebagai negara demokrasi, diatur dalam Undang Undang Dasar 1945 Bab VII Pasal 19. Dalam hal ini, Aji membedakan antara demokrasi dan musyawarah (yang dahulunya digunakan Indonesia); di mana dalam demokrasi, suara terbanyaklah yang menang dan akan ada suara sumbang di dalamnya. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk menentukan siapa yang terbaik.

Dari sini, lahirlah konsep partai politik, yang dianggap sebagai representasi rakyat. Sejarah partai politik diinisiasi oleh Budi Oetomo sebagai propaganda melawan penjajah. Pada masa Orde Lama, muncullah berbagai partai politik PNI, NU, PKI, dan Masyumi dengan pahamnya masing-masing. Kemudian, pada masa Orde Baru, beberapa partai tersebut berkembang menjadi partai Golkar, PDI, serta PPP. Baru pada Era Reformasi, partai-partai politik baru banyak didirikan.

Partai politik itu sendiri haruslah memiliki ideologi, kader (massa), lambang/identitas, dan aset untuk menjalankan fungsinya. Dari beberapa hal tersebut, terdapat perbedaan pendapat mengenai apa yang lebih penting; ideologi atau aset. Isu politik sebagai sumber penghasilan pun diangkat pula dalam debat ini: partai politik sebagai sumber penghasilan memiliki beberapa kelemahan. Kahim HMFT, Ryan, mengatakan bahwa kader-kader partai yang menjadi anggota DPR, dalam menyusun UU, dapat disuap oleh stakeholder yang memiliki kepentingan tertentu, sementara fakta menunjukkan bahwa gaji anggota DPR di Indonesia saat ini sudah besar, termasuk gaji terbesar di dunia.

Alasan yang mungkin membuat gaji DPR tersebut termasuk yang terbesar di dunia adalah karena DPR, dalam sistem pemerintahan Indonesia, menjalankan fungsi budgeting, fungsi pengawasan, dan juga fungsi aspirasi masyarakat. DPR mewakili masyarakat itu sendiri dan mengesahkan RUU serta kebijakan. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan satu hal penting (di antara beberapa hal lainnya) dalam memilih wakil rakyat tersebut: Apakah kita harus memilih partai, atau sosok?

Menurut Ridho, secara ideal, yang harus dipilih adalah sosoknya, tetapi dalam pemilu legislatif ini, kebanyakan tidak mengenal calon-calonnya, sehingga dapat dipilih sesuai dengan partai, karena seharusnya kader-kader dalam satu partai memiliki paham/ideologi yang sama. Dan menurut Aseng, memilih partai (berdasarkan ideologi) secara tidak langsung menentukan kuota kursi DPR yang didapat partai tersebut, sementara memilih sosok (berdasarkan prestasi dan track record) berarti memilih individual tersebut untuk menduduki kursi DPR tersebut, dan jika kita memilih sosok, perlulah diperhatikan calon tersebut dari aspek pendidikannya, karena apabila pendidikannya kurang, dikhawatirkan ia dapat disetir oleh pihak-pihak lain. Selain itu, yang lebih penting adalah hal-hal yang diurusi bukanlah hal yang didapat dari pendidikan formal. Dengan begini, kondisi yang terbaik yang bisa dicapai untuk pemilu saat ini adalah dengan memilih partai politik berdasarkan ideologinya, karena partai yang baik pastinya memiliki kader-kader yang baik dan sesuai dengan ideologi partai. Namun, kini juga masih banyak partai yang hanya “menjual” sosok untuk menang, bukan karena sepaham dengan partai itu sendiri.

Maka, sebagai mahasiswa, apa yang perlu kita lakukan? Tentunya pertama kita harus tahu benar masalah ini terlebih dahulu dan juga mencerdaskan yang lainnya mengenai masalah pemilu ini, dengan sering-sering membaca dan berbicara dengan masyarakat, lalu mengusahakan yang terbaik di antara keburukan, dengan mengetahui pula semua keburukan tersebut. Kunci berikutnya adalah jangan diam saja (golput) meskipun tahu bahwa ini salah, karena memilih adalah hak kita, dan meskipun golput tidak salah, tetap saja partisipasi kita dalam pesta demokrasi ini sangatlah penting, sebagai aksi masyarakat. Pada langkah berikutnya, kita pun harus turut mengawal keberjalanan siapapun yang terpilih nanti sebagai pemimpin serta wakil rakyat.

Jadi, cerdaskan dirimu dan orang-orang di sekitarmu, jadilah pemilih yang cerdas, untuk Indonesia yang lebih baik! :) Harapannya, semoga kajian ini bermanfaat bagi massa HMFT dan pada kesempatan berikutnya HMFT dapat mengadakan kajian-kajian seperti ini lagi.

pemilu ipeh

Liputan Wisuda April 2014

12 April 2014 adalah perayaan wisuda ke-2 pada tahun ajaran ini. HMFT sendiri ikut terlibat memeriahkan arak-arakan wisuda sebagai bagian dari Wisuda Terpusat. Tema dari perayaan wisuda kali ini adalah “All Around The World”. Dengan arahan tema ini, HMFT mengusung “Prince of Javersia” sebagai judul tema.

Prince of Javersia adalah kisah tentang seorang pangeran dari pulau Jawa yang hendak menuntut ilmu ke negeri Persia. Di tanah Jawa ia telah dipasangkan dengan seorang putri untuk menjadi teman hidupnya. Setelah pamit dengan sang putri, berangkatlah pangeran ke negeri Persia. Di sana ia berjumpa dengan putri Persia yang memang cantik parasnya. Sang pangeran tergoda akan kecantikannya dan jatuh hati kepada putri Persia. Maka pangeran mengalami kebingungan yang teramat sangat. Ia mencintai putri Jawa dan mencintai juga putri Persia. Siapa yang harus ia pilih?

Nah Skullers, itu tadi adalah pemaparan singkat tentang tema yang diangkat oleh HMFT kali ini. FYI, wisuda April, Juli, dan Oktober dipegang oleh FT 2012 sebagai panitia, dengan Giovanni Nian Gani sebagai Ketua Wisuda April.

Sebelum perayaan wisuda terpusat, HMFT menggelar acara Pre Wisuda (Prewis) yang diadakan pada 10 April 2014, bertempat di restoran Citroengras. Acara ini ramai dihadiri oleh massa himpunan dari berbagai angkatan, khususnya angkatan 2009 sendiri. Sementara angkatan 2010, 2011, dan 2012 turut memeriahkan dengan mengisi acara lewat perform dan lain-lain. Acara berlangsung meriah diikuti sesi foto-foto yang menambah kehangatan suasana Prewis.10178053_10201957102437799_4870879886217633268_n

Setelah Prewis, sampailah kita pada acara yang paling ditunggu-tunggu. Pada 12 April, rangkaian acara perayaan wisuda dimulai dengan sidang terbuka yang diadakan di Sabuga. Momen ini menjadi momen peresmian pergantian status dari mahasiswa menjadi alumni bagi mereka yang diwisuda. Selamat buat Skullers 2009 yang telah berhasil menyelesaikan studi S1 prodi Teknik Fisika! Semoga dapat mengemban amanah yang diberikan dan bermanfaat bagi bangsa dan dunia.

Selanjutnya, arak-arakan. Arak-arakan dimulai semenjak para wisudawan keluar dari Sabuga. Di Saraga, massa himpunan sudah menanti dengan pentungan-pentungan koran. Sebagian besar memakai jahim kecuali angkatan 2012 yang memang belum mendapat jahim :D. Beberapa bahkan melakukan body painting dan beberapa lainnya mengecat wajah dengan lambang tengkorak HMFT. Wisudawan diarak dari Sabuga menuju gerbang utama. Sepanjang arak-arakan dari Saraga, massa himpunan bernyanyi diiringi bunyi-bunyian berbagai alat musik pukul yang dibawa.

1511109_10201956697067665_5774314737254654515_n10155461_10201956708947962_2414960691744252206_n

Di tunnel, massa berhenti sejenak untuk menampilkan Salam Banzai dan Salam Swasta. Di sini, para performer sudah menanti dan siap mengikuti arak-arakan. Wisudawan pria di barisan depan, dan wisudawan wanita di barisan belakang. Beberapa angkatan swasta dan 2010 melempari para wisudawan dengan cat dari atas. Suasana semakin semarak. Arak-arakan terus berlanjut dengan tidak melalui jalur Plaza Widya, melainkan melalui jalur barat. Di sepanjang perjalanan, sering kali terjadi “serangan tiba-tiba” dari swasta yang memang sudah menjadi tradisi arak-arakan HMFT. Para swasta dan wisudawan saling menyerang dengan pentungan koran yang telah disediakan. Saat serangan ini terjadi, angkatan 2011 dan 2012 beramai-ramai membentuk barisan avant garde, menjaga agar suasana arak-arakan tetap terkendali. Tapi sering kali, barisan ini jebol juga di mana swasta dan wisudawan dapat saling menyerang dengan leluasa. Namun, hal inilah yang menjadikan suasana arak-arakan semakin seru.

10154487_10201986884742338_8985681496840404847_n

Akhirnya, sampailah arak-arakan di gerbang utama. Spot ini merupakan perhentian terkahir dari arak-arakan. Untuk sampai ke sini, massa harus menunggu beberapa saat karena ada antrian selama perform dari himpunan lain. Perform HMFT dimulai dengan penampilan tarian Jawa dari FT 2012. Kemudian perform berlanjut sebagaimana dikisahkan pada pemaparan tema Prince of Javersia. Para performer menyuguhkan penampilan yang sangat baik dan menghibur. Massa bersorak dan bertepuk tangan selama penampilan.

1613897_10201956751429024_7488989833446094083_n

Di akhir perform, Kahim HMFT, Ryan, menyampaikan orasi mengenai bagaimana kita menyikapi budaya asing yang mulai merasuk ke negeri sendiri. Di sini kita ditantang untuk memilih harus melestarikan budaya yang mana. Budaya asing mungkin lebih keren dan lebih menghibur, tetapi kecintaan kepada tanah air seharusnya menyadarkan kita akan kewajiban melestarikan budaya Nusantara. Contohnya pula di dunia kerja. Bekerja untuk perusahaan multinasional mungkin memberikan penghasilan yang lebih besar dibanding perusahaan nasional. Namun kita yang sadar akan pentingnya nasionalisme harusnya lebih banyak memberi kepada bangsa ini daripada menuntut. Artinya, dengan apa yang kita punya, kita wajib untuk mengabdi kepada bangsa ini dalam berbagai bentuk. Bukan sekadar mempertimbangkan materi atau keuntungan pribadi dan golongan.

Demikianlah akhir dari rangkaian acara arak-arakan pada perayaan wisuda kali itu. Massa himpunan kembali ke sekre himpunan melalui jalur timur. Setelah beristirahat sejenak dan sholat, diadakan evaluasi perayaan wisuda oleh panitia wisuda, yakni FT 2012 sendiri.

Untuk perform sendiri, HMFT meraih posisi juara ke dua dari berbagai himpunan yang ikut memeriahkan. Selamat kepada panitia Wisuda April yang telah berkontribusi baik waktu, tenaga, dan pikiran untuk himpunan. Semoga bisa meraih posisi pertama pada wisudaan berikutnya. VIVAT FT!!

10269460_10201986911263001_4414511061183092892_n

 Oleh: Dita Ayu Banjarnahor

Arak-arakan Wisuda April HMFT 2013

20 April 2013, hari bersejarah bagi para sebagian mahasiswa Fisika Teknik angkatan 2007 dan 2008. Tak usah ditanya mengapa, mereka berhasil lulus ITB lewat Sabuga. Setelah berhasil bertahan melewati bantaian TA, mereka sekali lagi harus dibantai sebelum meninggalkan kampus dan himpunan tercinta. Ya, para swasta sudah menyambut para wisudawan di depan tunnel. Benar-benar memberikan sambutan, bukan menyerang, karena tidak mungkin jika penyerangan dilakukan semenjak di depan tunnel walaupun para swasta tampaknya ingin segera melakukan penyerangan. Namun para wisudawan juga sudah siap, terutama para lelakinya karenan memang hanya merekalah yang akan diserang secara membabi buta. Tidak seperti wisudawan pada umumnya, dengan kaos dan celana boxer, wisudawan Fisika Teknik keluar dari tunnel. Jek bahkan sudah memakai vest yang biasa dipakai di motor karena ia tau, mantan kahim kita ini akan menjadi sasaran utama para swasta yang haus darah.

Bisa dikatakan Korlap Dika dan Danlap Bintang sukses memimpin arak-arakan HMFT kali ini sehingga berjalan aman dan damai 😀 Kapal kita juga semakin lama semakin keren, semakin besar dan semakin kuat untuk dinaiki. Semua karena kerja keras anak-anak logistik yang telah membawa kapal itu kesana kemari. Salut!
Tema perform dan arak-arakan kali ini adalah Gending Sriwijaya. Para aktor dan aktris sangat menghayati peran, terlihat dari ekspresi dan gerakan yang dilakukan dalam perform. Temanya bagus, tariannya memukau, harusnya kita bisa juara tapi ternyata perform kita melebihi jatah waktu yang diberi. Tapi tak apa, kerja keras dan waktu para pemain serta semua yang terlibat selama latihan terbayar dengan diraihnya juara 2 tema perform dan juara 2 tema arak-arakan, dan yang terpenting kita sukses menghibur para wisudawan. Keberhasilan ini tak lepas dari jasa ketua perform kita, Ramos yang dibantu oleh Danang dari menyutradarai sampai olah rasa.

Terima kasih Reza Levi sang ketua wisuda April. Selamat kepada seluruh panitia, terima kasih atas kerja kerasnya. Syukwis, wisnite dan arak-arakan berjalan lancar. Wisuda Aprilnya keren. Ditunggu kreasi yang semakin bagus di Juli dan Oktober. Vivat FT!