Mengenal Kepanjangan dari Singkatan PSBB dan PPKM

Sejumlah lonjakan pada angka kasus COVID-19 sempat mencapai pada puncaknya beberapa periode yang lalu. Pengadaan perhelatan hari besar, faktor pertumbuhan jenis virus baru dan mutasi diperkirakan yang telah memicu kasus aktif serta letak tersebut. Penerapan pembatasan mobilisasi masyarakat dilakukan kendati menekan kenaikan angka kasus. Risiko yang akan didapatkan dari pembatasan pergerakan ini tidak sedikit. Namun, angka kasus yang tidak dapat dikontrol menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjaga masyarakat. 

PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) adalah peraturan pertama yang diberlakukan pemerintah guna menghalau COVID-19 dilaksanakan pada 10 April 2020, dengan mengharapkan masyarakat untuk berada di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah. Memasuki 2021, pencegahan angka kasus agar tidak kembali naik, mengharuskan pembatasan kembali dilakukan pemerintah mulai menggunakan istilah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Dilaksanakan pada 11 Januari 2021, pembatasan tetap diberlakukan meski ada kelonggaran.

Lonjakan yang sangat tinggi diakibatkan mutasi virus, mengharuskan dilakukannya pembatasan yang lebih ketat. PPKM Mikro kemudian diaktifkan sebagai pembatasan yang dilakukan pemerintah untuk menjangkau lingkup-lingkup yang lebih kecil. Misalnya pada cakupan RW, kelurahan, dan kecamatan.

Setelah PPKM Mikro, kemudian diputuskan penerapan PPKM Darurat pada 3–20 Juli 2021. Disasarkan untuk kabupaten/kota di Jawa dan Bali, setelah dua minggu keberjalaan PPKM darurat diputuskan untuk diperluas keberlakuannya hingga luar jawa-Bali. 

Habisnya jangka waktu penerapan PPKM Darurat membuat pemerintah memperpanjang periode kebijakan ini selama beberapa hari. Namun, tak ada lagi istilah PPKM Darurat, melainkan PPKM Level 4. PPKM Level 4 merupakan pemberlakuan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali dan disesuaikan dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan hasil assessment atau penilaian.

Seiring fluktuasi angka kasus aktif dan letal yang menurun hingga sekarang Oktober 2021, penerapan level PPKM merenggang untuk memberi napas kepada banyak sektor yang sudah lama terpaksa tertahan aktivitasnya. Dengan itu, diharapkan secara berkala pada perekonomian masyarakat dapat berangsur pulih paralel dengan pembatasan gerak yang tetap terkendali.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *