Pandemi COVID-19: Happy Ending, Sad Ending atau Plot Twist?

Angka kasus COVID-19 mengalami fluktuasi hingga data terakhir menurut Worldometer berikut ini.

Persebaran kasus pada setiap negara juga masih pada lajunya masing-masing. Terjadi penurunan grafik pada banyak negara termasuk Indonesia tidak bisa dijadikan jaminan kasus tidak akan kembali menukik naik.

Kasus positif harian dunia dari https://covid19.who.int/
Kasus positif harian Indonesia dari https://covid19.go.id/peta-sebaran

Berkaca kepada data tersebut dan perilaku yang terjadi di lapangan, terdapat beberapa pembahasan terhadap apa saja skenario yang menjadi akhir dari pandemik COVID-19.

Herd Immunity

Singkatnya, herd immunity ini berarti kekebalan. Antibodi tubuh manusia dalam sejumlah populasi dunia sudah dapat melawan standar patogen atau virus SARS-CoV-2 yang menyerang tubuh. Melawan standar tersebut tentu varian virus yang memiliki kekuatan tertentu akan berdampak pada waktu yang dibutuhkan untuk tercapainya kekebalan secara menyeluruh.

PR yang perlu dikerjakan untuk mencapai kekebalan dalam skala kelompok besar populasi ini berdasarkan artikel oleh McKinsey & Company adalah vaksinasi yang mencapai 65-80% dari populasi dan kekebalan alami sehingga herd immunity bisa naik 10 hingga 20%.

Endemic

Prediksi skenario yang satu ini memiliki artian COVID-19 berevolusi menjadi kasus intermiten di mana hanya di beberapa negara yang masih sulit terpapar vaksin yang mengalami kasus berkelanjutan.

Menjadi wabah musiman juga memungkinkan terjadi untuk COVID-19. Kasus akan mengalami puncak kasus pada tahun-tahun tertentu saja pada beberapa negara endemik.

Normalcy

Tidak menghilang dari peradaban, COVID-19 justru bisa menjadi bagian dari daftar penyakit biasa di masyarakat yang tidak membutuhkan perhatian atau penanganan luar biasa. Hal ini dapat tercapai apabila angka kematian dari kasus yang terjangkit sudah semangkin rendah. Tentunya dengan pengusahaan berbagai kombinasi peluncuran vaksin serta kekebalan alami secara individual yang signifikan.


Kendati demikian, dengan berbagai status yang dapat menjadi akhir dari pandemi, apabila melihat kembali kepada peperangan antara varian virus dan vaksin, pengerahan dan efisiensi vaksin di seluruh dunia belum bisa menjadi jawaban mutlak dan final dalam menghadapi variants of concern (VOC) pada level delta dan variants of interest (VOI) pada level lambda yang masih memiliki potensi untuk kembali bermutasi dan bertransmisi seperti strain baru yang muncul di Afrika Selatan, Inggris, dan beberapa negara lainnya.

Berikut adalah peta kasus COVID-19 (merah) dan peta vaksinasi (hijau) dari the Center of Systems Science and Engineering (CSSE) di Johns Hopkins University.

Demikian serangkaian dilema yang masih harus dihadapi dalam penanganan pandemi ini. Dengan memiliki beberapa skenario, yakni terjadi kekebalan akan COVID-19, atau pandemi yang berubah menjadi endemi, atau COVID-19 akan menjadi virus ringan yang hidup bersama dengan masyarakat seperti influenza, atau skenario lainnya yang muncul tanpa bisa diperhitungkan saat ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *