DINAMIKA KEPROFESIAN HMFT-ITB a.k.a TOPSUS C

Sebelum kita masuk ke cerita ini, mari berkenalan dulu dengan training keprofesian HMFT. Training keprofesian ini memiliki nama Topsus C. Kenapa disebut Topsus C, karena di kurikulum Teknik Fisika telah ada kuliah Topsus A dan Topsus C. Jadi kami kepikiran, namai saja Topsus C, toh isinya sama-sama belajar hehe.

Tujuan dari Topsus C sendiri adalah memberikan kemampuan dan ilmu praktis namun essensial dan tidak ada di kuliah-kuliah TF. Contohnya adalah object oriented programming, komunikasi data mikrokontroler, radio komunikasi, 3D printing, Android, dll.

Topsus C semester ini terbagi menjadi empat topik yaitu Pengantar Mekatronika, Komunikasi Data Mikrokontroler, Simulasi Kontrol Industri, dan Internet of Things. Dalam satu topik terdapat empat kali training dan umumnya setiap topik berlangsung selama satu bulan.

Mari kita masuk ke Topik 1

Topik 1 – Pengantar Mekatronika

Topik 1 ini berbicara mengenai pengantar mekatronika. Banyak loh tuntutan berkarya harus melibatkan mekatronika ini. Untuk mahasiswa TF yang sering ikutan lomba dalam bidang inovasi dan perancangan, pasti bakal bertemu dengan unsur-unsur pada training ini. Isi dari training topik ini ada empat buah, Simulasi rangkaian listrik, desain PCB, pengenalan object oriented programming, pengantar mikrokontroler AVR.

Training pertama dimulai dari simulasi rangkaian listrik. Banyak diantara mereka yang hadir merupakan angkatan 2017. Di sinilah mereka mulai mengenal komponen elektronika seperti transistor dan op-amp. Pada training ini mereka mengenal rangkaian switching transistor dan rangkaian konverter voltage to current dengan menggunakan op-amp. Setelah mereka mengenal rangkaian tersebut, mereka melakukan simulasi dengan program SPICE. Dari simulasi tersebut kita dapat mengenal karakteristik dari rangkaiannya.

14
Training kedua adalah desain PCB. Training PCB ini berbeda dengan training PCB di lab TF. Di training ini mereka akan diajarkan membuat PCB dari nol, seolah kita tidak tahu komponennya seperti apa. Mereka diajarkan membuat library dari komponen-komponen, membuat footprint, merancang skematik, dan menata board.

15
Training ketiga adalah pengenalan object oriented programming. Training ini cukup mengenal saja apa itu OOP. Namun, training ini memberikan insight mengenai pentingnya OOP. Kasus yang kami gunakan adalah dalam pembuatan library arduino. Kami membuat library dari yang sederhana seperti blinking LED, hingga pembacaan ultrasonik pada konveyor.

16

Training keempat adalah pengantar mikrokontroler AVR. AVR adalah chip mikrokontroler pada board Arduino. Dengan mempelajari ini, peserta akan menerima insight mengenai dasar programming prosedural.

Topik 2 – Komunikasi Data Mikrokontroler

Topik kedua ini juga berlangsung dalam empat pertemuan. Isi topik ini berbicara mengenai dasar teori dan pengaplikasian protokol komunikasi data pada mikrokontroler terutama untuk mikrokontroler AVR. Protokol yang dipelajari adalah USART, SPI, dan I2C. Materi ini sebenarnya sangat minim diajari di kuliah formal teknik fisika. Namun, pengaplikasiannya sangat luas. Sudah banyak sensor atau periferal mikrokontroler yang sudah menggunakan basis komunikasi. Sehingga kami merasa perlu untuk mempelajari materi ini.

Training pertama berbicara tentang pengantar komunikasi data. Kebanyakan hal yang diberikan adalah mengenai dasar teori komunikasi data. Pada training ini juga kami memperagakan beberapa aplikasi dalam komunikasi data seperti penggunaan sensor dan periferal tertentu.

17
Pada Training kedua, kami mulai belajar memprogram untuk aplikasi komunikasi data pada sensor atau periferal mikrokontroler. Kami mem-breakdown program yang sudah banyak tersedia di internet. Di sini, mulai lah terasa kesulitan dari mempelajari topik ini tapi peserta masih kuat sampai akhir.

18

Training ketiga, kami masuk satu level lebih dalam. Jika sebelumnya kami membangun protokol komunikasi data dengan bahasa arduino, sekarang kami membangun protokol komunikasi data dengan bahasa C. Dengan memprogram menggunakan bahasa C, diharapkan peserta mendapatkan benar-benar dasar dari pemrograman komunikasi data.

19
Training keempat merupakan training wawasan salah satu aplikasi komunikasi data. Kami menerima materi dari kawan kami di Jurusan Teknik Telekomunikasi ITB (Ikatan Mahasiswa Telekomunikasi, IMT). Kami mendapatkan wawasan baru mengenai radio komunikasi. Di sini kami belajar banyak hal diluar paradigma kami sebagai mahasiswa teknik fisika.

20

Penutup

Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Seri training ini tidak akan berlangsung tanpa support dari berbagai pihak.

Masih ada loh 2 topik training yang akan datang. Nantikan kelanjutannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *