Hasil Rapat Koordinasi Rutin Bulanan FKMTF Indonesia tanggal 3 Oktober 2021

Pada hari Minggu, tanggal 3 Oktober 2021, FKMTF Indonesia mengadakan rapat koordinasi rutin bulanan yang membahas berbagai progress dan kendala yang dialami masing – masing divisi selama bulan September 2021. Rapat dilaksanakan pada pukul 20.00 namun baru dimulai pukul 20.15 karena terlebih dahulu menunggu delegasi lainnya. Rapat dihadiri oleh total 16 dari 27 orang.

Rapat dimulai dengan doa dan sambutan yang dipimpin oleh ketua FKMTF, Haniel Farit Saputra Laia (TF ITERA 2019). Setelah sambutan diberikan, divisi pertama yang melakukan pemaparan adalah divisi Kewirausahaan (KWU), yang diwakili oleh M Iqbal Damara (TF ITERA 2019), selaku Ketua divisi KWU . Untuk progress-nya sendiri, KWU sudah melakukan pemotretan model untuk jaket FKMTF dan berencana untuk mengiklankan jaket dan merchandise FKMTF pada bulan Oktober sekaligus membuka pre-order (sudah terlaksana). 

Dalam menjalankan tugasnya, KWU kerap kesulitan untuk melakukan program kerja tepat waktu karena adanya kesibukkan masing – masing anggotanya yang mengakibatkan rencana mundur dari yang semestinya. Setelah pemaparan, dibuka sesi tanya jawab untuk divisi KWU.

Divisi kedua yang melakukan pemaparan adalah divisi Media dan Informasi (Medinfo), yang diwakili oleh Annisa Septyana Ningrum (TF ITS 2019), selaku staf divisi Medinfo. Pada bulan September, Medinfo sudah berhasil mengupload podcast berjudul “Teknik Fisika Kerjanya Apaan ya?”, sudah mendesain Merchandise FKMTF, dan sudah mendesain post pre-order jaket dan merchandise FKMTF. 

Medinfo, sebagai salah satu divisi di FKMTF yang cukup sibuk, tentunya terkadang menemukan beberapa kendala dalam keberlangsungannya, seperti adanya masalah tautan/akun youtube yang tidak dapat diakses, sulitnya mencari inspirasi ketika ingin menentukan tema desain, dan kesibukkan masing – masing anggota divisi terkadang mempersulit pengerjaan proker. Setelah sesi pemaparan selesai, dilakukan sesi tanya jawab untuk divisi Medinfo.

Divisi ketiga yang melakukan pemaparan adalah divisi Inovasi, Riset, dan Teknologi (IRIT), yang diwakili oleh Tania Verasta (TF TELKOM 2019), selaku staf divisi IRIT. Pada bulan September yang lalu, divisi IRIT sudah melakukan diskusi terkait pembuatan artikel dan sudah ditetapkan bahwa artikel ilmiah akan dipublish setiap 2 minggu sekali (tentunya dengan koordinasi bersama Medinfo). Selain itu, IRIT juga sudah mengumpulkan data alumni TF di seluruh Indonesia (dengan koordinasi bersama HUMAS). 

Kedepannya, IRIT berencana untuk mencatat berbagai laboratorium dan kelompok keahlian yang ada pada jurusan Teknik Fisika di Indonesia dan mengumpulkan daftar tempat Kerja Praktek serta judul tugas akhir alumni. Pengumpulan berbagai data ini cukup sulit dilakukan karena tidak semua himpunan melakukan pendataan, sehingga diusahakan akan diambil data 5 tahun terakhir. Selain masalah pengumpulan data, sejauh ini IRIT sudah bekerja dengan baik dan sesuai dengan arahan ketuanya, Muhammad Farhan (TF UGM 2019). Setelah sesi pemaparan, dilakukan sesi tanya jawab kepada divisi yang bersangkutan.

Divisi keempat yang melakukan pemaparan adalah divisi Hubungan Masyarakat (Humas), yang diwakili oleh Faraz Rival Damaretty (TF UMN 2019) dan Agra Dunung Ricktanata (TF ITS 2019). Pada bulan september yang lalu, HUMAS sudah melakukan penyuntingan posting-an TF101 dan akan dipost sesegera mungkin (sudah terlaksana), sudah melakukan perencanaan podcast dengan mengundang divisi KWU (podcast sudah terlaksana dan sudah dapat didengarkan publik), dan sudah melaksanakan webinar WeTF pertama yang mengangkat judul “Lulusan Teknik Fisika dalam Dunia Kerja” dengan mengundang 2 orang pembicara, yaitu Hizkia Natanael dan Kokoh Priambodo. 

Dalam menjalankan tugasnya, Humas menemui beberapa kendala, seperti sulitnya mengumpulkan data alumni dari beberapa universitas karena ada syarat yang harus dipenuhi. Oleh karena itu, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, data alumni tidak dibuat publik dan hanya dapat diakses beberapa orang saja. Kendala lainnya yang mungkin menjadi perhatian khusus adalah bagaimana delegasi FKMTF harus bersifat lebih antusias dan kooperatif ketika ada webinar dari FKMTF. Selebihnya daripada itu, tidak ada kendala lain yang dihadapi Humas. Adapun setelah sesi pemaparan dilakukan sesi tanya jawab seperti divisi – divisi yang sebelumnya.

Pemaparan terakhir dilakukan oleh Badan Pengurus Inti FKMTF Indonesia, diwakili oleh Haniel Farit Saputra Laia, sebagai Ketua FKMTF. Sesi pemaparan BPI dimulai dengan penjelasan singkat mengenai Rapat Tengah Tahun (RTT) FKMTF Indonesia dan diskusi kecil yang bertujuan untuk menemukan kondisi terbaik mengenai pengadaan RTT. Melihat kasus Covid-19 yang sudah lumayan mereda, diusulkan RTT secara luring, dengan catatan, delegasi harus sudah divaksin dan memenuhi protokol kesehatan yang ketat. RAB sedang disusun dan nantinya proposal akan menyusul. 

Karena pengadaan RTT ini akan dilakukan di ITERA, khususnya program studi Teknik Fisika, berdasarkan keputusan prodi, rencananya akan ada bantuan finansial dari prodi TF ITERA (masih tentatif, perlu dikonfirmasi lebih lanjut lagi). Harapannya, seluruh delegasi FKMTF bisa hadir dan, jika memungkinkan, ditemani oleh ketua himpunan atau massa himpunan lainnya. RTT ditargetkan untuk dilaksanakan pada akhir November/awal Desember dengan waktu pelaksanaan 2 hari, namun peserta RTT harus sudah datang semaksimal mungkin satu hari sebelum rapat dimulai agar berbagai kesiapan yang dibutuhkan dapat disediakan terlebih dahulu. 

Untuk pengadaan uang transportasi, saat ini tiap delegasi sedang berdiskusi dengan himpunannya masing – masing, mengenai kemungkinan perjalanan yang dibiayai oleh himpunan. Jika tidak memungkinkan, nantinya akan dicari alternatif lain yang dapat merangkul seluruh pihak. BPI sendiri tidak menemukan kendala yang cukup berarti selama keberlangsungan kepengurusan bulan September kemarin. Sesi pemaparan ditutup dan dilanjutkan oleh sesi diskusi dan tanya jawab oleh delegasi FKMTF.

Setelah seluruh divisi dan BPI melakukan pemaparan, dilakukan foto bersama dengan kamera menyala. Rapat koordinasi selesai pada sekitar pukul 21.40 dan ditutup oleh doa yang kembali dipimpin oleh Haniel selaku Ketua FKMTF.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *