HMFT GOES TO CUKUL

Beberapa pekan yang lalu, beberapa massa HMFT angkatan 2015 dan 2016 (dan satu orang 2017) membuat acara HMFT Senang-senang ke Sunrise Point Cukul, Pangalengan. Kegiatannya? Ya senang-senang. Hehe.

Sabtu, 16 September 2018, beberapa pemotor dan tiga mobil berangkat dari ITB pukul 14.00 lewat. Janjiannya sih pukul 13.00, tapi ngaret. What’s new. Saya sendiri naik mobil, dan kira-kira perjalanan menempuh waktu kurang lebih 3 – 4 jam. Saat itu lalu lintas lumayan lancar, dan mobil kami lewat tol, jadi tidak terlalu banyak menemui kepadatan kendaraan. Sesampainya saya dan beberapa teman semobil saya di Sunrise Point Cukul, teman-teman kami yang membawa kendaraan motor sudah sampai di tempat dan menunggu di camping site.

Oh ya, impresi pertama saya saat sampai disana adalah betapa berdebunya tempat itu. Beberapa menit parkir disana saja, mobil hitam sudah berubah menjadi kecoklatan. Tempat parkir untuk mobil dan motor digabung, dan memang butuh mobil yang lumayan tinggi untuk bisa parkir di tempat parkir terdekat dengan camping site, karena jalanannya berbatu dan menanjak. Beberapa mobil yang tidak bisa naik ke tempat parkir mobil akhirnya parkir di pinggiran jalan, dan harus menanjak kira-kira 50-100 m, walaupun tanjakan tidak terlalu curam.

Kami pun mendirikan tenda. Tenda yang dibutuhkan ada enam tenda, empat tenda untuk pria dan dua tenda untuk wanita. Saat kami sampai disana bertepatan dengan waktu maghrib, jadi setelah menggelar tenda kami menggelar matras dan ponco untuk shalat berjamaah, dan duduk-duduk disana sambil menunggu teman-teman yang belum sampai dan menunggu shalat isya, yang juga dilakukan berjamaah.

Saat semua sudah shalat isya, kami pun menyalakan api unggun. Karena tidak adanya penyedia api unggun, jadilah beberapa pria berkeliling kebun teh, mencari kayu bakar. Para wanita dan beberapa pria sisanya (walaupun cuma menonton) mulai menyiapkan sosis dan bakso untuk barbecue saat api unggun telah menyala. Singkat cerita, api unggun sudah dinyalakan, namun semua orang malah memilih untuk memasak di kompor portable yang kami bawa karena memasak di api unggun terlalu panas dan mudah gosong. Akhirnya semua orang rebutan dan desak-desakan demi sepercik api. Cailaaah.

Setelah kenyang, kami pun duduk mengitari api unggun dan sesi ramah-tamah pun dimulai. Seharusnya kalau anak FT ngerti lah ya, yang dimaksud dengan sesi ramah-tamah adalah sesi hujat menghujat, ledek meledek. Mulai dari Teddy Si Bintang Utama karena tidak pernah terkena asap dari api unggun, lalu Arya yang lawakannya garing, dan Cahya Si Raja Hujatan. Sesi ramah-tamah terus berjalan hingga beberapa ada yang memilih untuk masuk ke tenda karena tidak kuat asap (saya sendiri) dan sisanya melanjutkan bermain werewolf di luar, lalu tidur ntah jam berapa.

Subuh pun tiba, dan kami semua keluar tenda sebelum azan subuh berkumandang. Langit cerah sehingga bintang bertaburan. Beberapa fotografer diantara kami berusaha untuk memotret pemandangan tersebut, yang tidak dapat setiap saat dinikmati karena polusi cahaya di perkotaan yang terlalu tinggi. Beberapa pasang budak cinta memilih untuk menikmati subuh romantis tersebut berdua saja, dan beberapa jomblo yang lain berusaha mencari sisa-sisa kehangatan dari api unggun karena tidak punya pasangan untuk dipeluk. Saat azan subuh berkumandang, kami langsung shalat berjamaah. Setelah shalat, kami pun memutuskan untuk menunggu sunrise sambil menikmati mie kuah, satu mie untuk berduapuluh.
Setelah matahari cukup tinggi, sebagian besar dari kami pun memutuskan untuk memisahkan diri. Ada yang makan mie di warung, ada yang foto-foto, ada yang difoto-foto saat makan. Setelah selesai makan, kami pun memutuskan untuk menelusuri kebun teh yang menghampar di depan kami dan foto-foto disana, kemudian kembali duduk dan bercengkrama.

10

Saat dirasa hari sudah menjelang siang, kami pun memutuskan untuk bebersih dan kembali ke Bandung untuk menghadapi realita kehidupan lainnya. Walaupun baju kami sudah berubah warna karena debu pasir yang hebat di site camping dan tubuh yang letih setelah camping, namun saya sangat senang dan pengalaman tersebut merupakan pengalaman yang tidak akan saya lupakan. Saya akan kembali ikut di HMFT Senang-senang selanjutnya. Saya tunggu! Yay!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *