Kurikulum Baru Teknik Fisika ITB

Isu kurikulum baru ternyata tidak hanya menyerang bangku sekolah, tetapi juga dunia perkuliahan di kampus tercinta kita ini, Institut Teknologi Bandung, khususnya Teknik Fisika. Sekarang kegalauan kita bukan haya tentang cari pendamping wisuda, tetapi juga mencari pendamping Tugas Akhir (TA). Sebelum membahas mengenai Tugas Akhir di kurikulum 2013 ini, yuk kita cari tahu dulu seperti apa Kurikulum 2013 itu.

Struktur Kurikulum S1 itu memiliki jumlah SKS 144-160 dalam 8 semester atau maksimal 12 semester dengan beban maksimum pada setiap semeter adalah 20 sks (Wah kapan lulus dong?).  Mata kuliah dari tingkat 1 hingga tingkat 3 menurut Sruktur Kurikulum 2013 – S1 berisi mata kuliah wajib, mata kuliah major, dan mata kuliah minor (optional) atau mata kuliah major yang ditawarkan program studi lain.

Perubahan mata kuliah terjadi pada Kurikulum 2013 – S1. Ada mata kuliah yang berubah secara konten perkuliahan, ada yang berubah secara jumlah sks, dan ada juga yang bergeser secara posisi. Mata kuliah yang berubah secara jumlah sks salah satunya adalah Teknik Komputasi  yang awalnya 2 sks berubah menjadi 3 sks. Sementara itu, mata kuliah yang mengalami perubahan posisi di antaranya adalah Dinamika Sistem dan Simulasi, dan Fenomena Gelombang sehingga untuk angkatan 2011 dianjurkan mengambil kedua mata kuliah ini pada semester pendek karena mata kuliah ini berpindah ke tingkat 2. Fisika Kuantum juga yang sebelumnya menjadi salah satu mata kuliah yang mengerikan di semester 4 berpindah ke semester 5.

Pada tingkat 4 berisi mata kuliah pilihan dengan minimal 2 mata kuliah pilihan yang berhubungan dengan topik Tugas Akhir. Sedangkan untuk pengambilan mata kuliah pilihan di luar Program Studi Teknik Fisika diperbolehkan hanya 2 mata kuliah saja. “Sebenarnya dari  ITB diperbolehkan hingga 3 mata kuliah, tapi jurusan Teknik Fisika mata kuliahnya sudah cukup melebar. Kalo mengambil terlalu banyak, nanti makin melebar saja bidang yang dipelajari,” tutur Pak Nugraha. Pada mata kuliah pilihan juga diperbolehkan mengambil mata kuliah S2. Selain mata kuliah pilihan, pada tingkat 4 juga terdapat mata kuliah wajib dari fakultas, yaitu Sistem Thinking sebanyak 4 kali kuliah dalam 1 semester.

Tugas Akhir pada semester 4 dibagi menjadi 2, yaitu TA 1 dengan bobot 2 sks dan TA 2 dengan bobot 3 sks. Struktur pada TA 1 yang diambil pada semester 7 berisi identify the need or problem, Research the need or problem, develop possible solutions, dan select the best possible solution. Kemudian pada semester 8 baru bisa mengambil TA 2 jika TA 1 telah lulus. Struktur pada TA 2 adalah construct a prototype, test and evaluate the solution, communicate the solution, dan redesign atau mengulang jika tidak berhasil prototypenya atau solusinya dan lain-lain. Hal yang berbeda lainnya pada Tugas Akhir  kurikulum baru ini adalah Tugas Akhir pada tingkat akhir ini dilakukan oleh 2 orang dengan kuliah TA bersama, kuliah pilihan wajib bersama, sidang bersama, dan lulus bersama. Walaupun kegalauan sekarang ini bukan hanya dalam mencari pendamping wisuda, tetapi juga dalam mencari pendamping tugas akhir, hal ini tidak usah menjadi hal yang terlalu mengerikan. Hal positif yang diambil dari sistem ini adalah tidak ada teman kita yang tertinggal sehingga semua mahasiswa akan lulus bersama dengan gemilang. Aamiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *