Liputan Wisuda Juli

Wisuda kali ini terbilang cukup berbeda dibanding wisuda-wisuda sebelumnya. Bulan Juli, saatnya liburan bagi sebagian orang, saatnya KP bagi yang lain, internship, summer school, dan lain sebagainya. Banyak agenda yang sudah lama dijadwalkan buat bulan ini. Demikian juga Wisuda Juli. Karena banyaknya agenda, cukup sedikit massa HMFT yang bisa hadir di Bandung. Baru pada H-7 orang-orang mulai bermunculan.

“Legenda Putri Mandalika”, tema yang diangkat kali ini. Legenda ini asalnya dari Pulau Lombok; sebuah legenda yang diceritakan dari mulut ke mulut di tengah-tengah masyarakat Lombok. Erat kaitannya dengan tradisi Bau Nyale, di mana pada musim tertentu masyarakat Lombok mencari cacing yang banyak manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari. Konon cacing ini adalah jelmaan seorang putri. Putri ini diperebutkan oleh dua orang pangeran yang masih bersaudara. Sampai-sampai terjadilah perang antara kedua pangeran itu beserta pasukannya. Putri sedih, merasa dia adalah milik semua rakyatnya, bukan hanya salah satu pihak. Putri memilih untuk terjun ke laut dan menjelma menjadi cacing yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyatnya. Plot cerita pada perform menunjukkan sepasang ayah dan anak yang sedang melakukan tradisi Bau Nyale. Isi legenda sendiri diubah menjadi sedikit berbeda. Alih-alih menjadi cacing, si putri tetap hidup untuk menebar cacing untuk dimanfaatkan masyarakatnya. Mungkin untuk mengingatkan kita untuk tidak bergantung pada legenda saja. Tidak pasrah pada keadaan dan berani menentukan nasib sendiri.

Prewis diadakan di Legian Terrace & Caffe. Cukup ramai wisudawan dan massa HMFT yang hadir, dengan berbagai penampilan dari tiap angkatan. Selanjutnya, sedikitnya panitia yang bisa hadir di Bandung cukup mempengaruhi keberjalanan wisuda. Ada saja “musibah” yang menimpa performer. Mereka secara bergantian jatuh sakit. Alhasil latihan tidak pernah sampai full team, paling cukup part-part tertentu. Bahkan di hari H, ada performer yang direkrut dadakan ketika arak-arakan mencapai lapbas. Ada juga performer yang tampil dalam keadaan sakit dengan gejala tipes. Sempat turun hujan, tetapi untungnya tidak bertahan lama sampai perform HMFT tampil. Semangat tetap membara sampai penghujung acara.

Wisudawan wisudawati Juli 2014

Wisudawan wisudawati Juli 2014

Penampilan saat Prewis Juli 2014

Penampilan saat Prewis Juli 2014

Sebelumnya, arak-arakan yang menjadi ciri khas wisuda ITB berlangsung secara meriah, meskipun penyambutan wisudawan di lapangan saraga cukup sepi. Antusiasme wisudawan dan massa himpunan sangat terasa selama arak-arakan berlangsung. Sunken dipenuhi oleh ooms dan tantes dengan pentungan korannya masing-masing, siap untuk menyerang para wisudawan. Sayangnya, avant garde yang seharusnya melindungi para wisudawan tidak ada yang bertahan lebih dari satu menit. Hal yang berbeda juga terlihat saat serangan terjadi. Para wisudawati yang biasanya selalu aman dari serbuan massa kali ini menjadi target juga. Ternyata, tantes sudah menyiapkan trashbag yang telah dilubangi pada bagian atas lalu dipakaikan secara paksa kepada wisudawan wanita. Hujan sempat mengguyur sehingga massa HMFT harus berteduh di sepanjang selasar Aula Barat. Untungnya, hujan tidak berlangsung lama. Perform dapat tetap berlangsung dengan aman dan massa kembali ke sekre dengan aman dan tenteram.

Suasana arak-arakan di Tangga Sunken

Suasana arak-arakan di Tangga Sunken

Para oms dan tantes menyerang wisudawan wisudawati

Para oms menyerang wisudawan

Secara garis besar, demikianlah gambaran rangkaian acara Wisuda Juli yang berlangsung pada 23 Juli kemarin. Kali ini HMFT meraih posisi ke-3. Selamat buat HMFT! Semoga selanjutnya bisa meraih posisi pertama. Terlebih lagi, harapan kita bersama buat para wisudawan untuk dapat berkontribusi secara positif buat bangsa dan masyarakat.

Oleh: Dita Banjarnahor (FT 2012)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *