Mahasiswa Teknik Fisika dan Singapore Robotic Games 2014

Pada bulan Februari lalu, salah satu tim dari Teknik Fisika ITB mengikuti perlombaan Singapore Robotic Games (SRG) pada kategori wall climbing robot. Tim yang diberi nama Skullers Boro itu beranggotakan Hari Nugroho Wibowo (FT ’10), Kelvin Wongso (FT ’11), Agung Prasetyanto (FT ’11), Steve Darmadi (FT ’11), M. Afif (FT’11), dan Kiki Intan Mayangsari (FT’11). Bowo selaku penggagas tim tersebut awalnya mengikuti perlombaan yang sama mewakili Unit Robotika (URO). Pada kesempatan tersebut, Bowo berhasil memenangkan kategori wall climbing robot. Saat kembali ke Bandung, Bowo pun diminta oleh salah satu dosen untuk membawa nama Teknik Fisika di ajang yang sama. Pertama-tama Bowo beserta Kiki selaku manager dan Firman sebagai ketua divisi Workshop HMFT periode 2013/2014 mengadakan open recruitment pada bulan Agustus untuk mencari anggota melalui tes essay dan wawancara. Akhirnya terpilih Agung sebagai mechanician, Steve sebagai mechanician, Afif sebagai programmer, dan Kelvin sebagai electrician.

Setiap hari, anggota tim mengerjakan komponen robot ketika malam tiba hingga pagi menjelang di workshop Teknik Fisika ITB. Dalam keberjalanannya, tim Skullers Robo mengalami berbagai hambatan, antara lain PCB yang gosong sampai salah memasang kabel sehingga keluar asap dan komponen rusak. Setelah kerusakan tersebut, perbaikan dilakukan dengan menambah fuse pada komponen. Namun, insiden lain seperti impaler yang meleleh, ESC meledak, EMS yang tidak bisa berputar, hingga gearbox patah menghadang persiapan tim Skullers Robo silih berganti. Akhirnya, setelah dilakukan perbaikan berkali-kali dan atas bantuan motor dari teman Bowo di URO, masalah tersebut dapat terselesaikan.

Akan tetapi, ada satu permasalahan utama yang mengganjal yaitu mengenai dana. Di awal telah dibuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) tim robot sekitar 57 juta. Akan tetapi, pada bulan November dana yang terkumpul baru 15 juta dari bantuan Lembaga Kemahasiswaan. Di saat genting tersebut, salah satu kuliah di Teknik Fisika (Kapita Selekta) mengundang pembicara dari petinggi Sampoerna. Melihat hal tersebut, seusai kuliah, tim robot langsung memberi proposal ke asisten dari petinggi Sampoerna tersebut. Bak gayung bersambut, sekitar tiga minggu kemudian, Sampoerna dengan perantara Linda menghubungi tim robot dan bersedia membiayai tim robot dalam bentuk biaya akomodasi. Biaya akomodasi tersebut berupa penginapan di salah satu apartemen, transportasi, dan uang saku sebesar 100 dollar Singapura. Tak hanya di situ saja, pihak Sampoerna juga mengadakan teleconference dengan anggota tim untuk menanyakan perkembangan tim. Dapat dibayangkan, bagaimana nasib tim robot jika tidak ada Sampoerna, mungkin mereka tidak jadi berangkat ke perlombaan tersebut.

Tim Teknik Fisika ITB dalam Singapore Robotic Games 2014

Tim Teknik Fisika ITB dalam Singapore Robotic Games 2014

Walaupun tidak menjadi juara, namun tujuan utama Bowo untuk membawa nama Teknik Fisika di kancah robot telah membuahkan hasil nyata. Selama ini, jika bicara mengenai robot, hanya Teknik Mesin atau Teknik Elektro yang namanya bergaung. Oleh karena itu, dengan mengikuti lomba ini, diharapkan mahasiswa Teknik Fisika lebih berpengalaman dan tidak takut untuk mencoba karena pada awalnya pun anggota tim belum cukup pengetahuannya tentang cara membuat robot. Namun, atas usaha keras tim Skullers Boro setiap harinya, robot wall climbing dapat berhasil diwujudkan, sesuai dengan motto mereka 1% talent, 99% work hard.

Tim ini sedang mengikuti lomba BARONAS di ITS pada tanggal 24 Mei 2014 di Surabaya dengan membuat 2 buah robot. Selanjutnya, tim Skullers Boro memiliki harapan agar di tahun mendatang tim robot yang akan berangkat ke SRG dapat menang dan mencatat waktu kurang dari 5 detik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *