Tim Robot HMFT Kembali beraksi di BARONAS 2014

Robot karya Tim HMFT yang berlaga di BARONAS 2014

Robot karya Tim HMFT yang berlaga di BARONAS 2014

Tim Robot HMFT ITB, Skuller-boro, pada tanggal 22 Mei 2014 berangkat ke Surabaya untuk mengikuti kompetisi robotik BARONAS 2014. Kegiatan robotika yang disponsori PT. Sinar Sosro ini memiliki susunan tim yang kurang lebih sama seperti di ajang Singapore Robotics Games pada januari lalu. Tim ini beranggotakan Agung, Afif, Bowo dan Steve. BARONAS 2014 atau Lomba Robot Nasional 2014 ini merupakan kompetisi robotika yang diadakan oleh ITS pada tanggal 25 Mei 2014. Dalam perlombaan ini terdapat 3 kategori, yaitu kategori SD dan SMP, kategori SMA, dan kategori Mahasiswa.

Untuk kategori mahasiswa, tema lombanya adalah Solve The Riddle. Dalam perlombaannya, peserta harus membuat 2 buah robot, yaitu robot manual yang dapat dikendalikan dengan remote control dan robot otomatis yang bergerak sebagai line follower robot. Pertama, untuk mendapatkan point, robot manual harus mengambil key yang berbentuk kubus dan terbuat dari Styrofoam dengan panjang sisi 10 cm untuk kemudian diletakan di area yang disebut dengan password zone. Setelah memasukan key, robot manual diperbolehkan mengambil item yang juga berbentuk kubus dengan bahan yang sama dengan key (namun ukuran sisinya 15cm) untuk diletakan di drop zone. Setelah itu robot otomatis akan mengambil item untuk diletakan di finishing zone. Terdapat 3 buah key dan 3 buah item dalam perlombaan ini, di mana untuk setiap item memiliki rintangan yang berbeda-beda, jadi robot otomatis harus tahu manuver-manuver yang harus dilakukannya untuk sampai di finishing zone.

Kedua robot dibuat sendiri mulai dari desain body, rangkaian elektrik, serta programnya. Dalam perlombaan ini peserta tidak dibatasi untuk mendesain mekanik untuk mengambil barang. Setiap peserta menggunakan cara yang berbeda-beda untuk mengambil key ataupun item, namun sebagian besar menggunakan capit atau gripper. Namun tim skullers-boro mencoba hal yang berbeda, dimana mekanisme pengambilan item atau key, menggunakan pompa vakum yang akan menyedot item atau key sehingga menempel pada robot. Dengan prinsip dasar yang sama dengan sucker-wall climbing robot SRG, ide yang datang dari dosen pembimbing tim, Pak Eko, ini dianggap sangat feasible. Dengan inovasi ini, ukuran robot menjadi lebih kecil dan tidak dibutuhkan torsi yang besar pada servo penggerak lengan robot.

Selama perlombaan berlangsung tim skullers-boro menemui berbagai kendala, baik itu dalam segi mekanik, elektrik, maupun programnya, salah satunya adalah larangan untuk menggunakan Arduino. Detail mengenai pembatasan penggunaan komponen ini baru diumumkan H-3, sehingga tim skullers-boro harus membuat rangkaian sistem minimum sendiri dalam waktu 2 hari saja. Setelah robot diadu di arena pertandingan, kendala seperti rusaknya komponen juga sempat ditemui. Akhirnya, tim skullers-boro tidak dapat melanjutkan pertandingan ke 8 besar karena malfungsi rangkaian motor driver sebagai penggerak roda. Robot tidak dapat berjalan semestinya. Karena keterbatasan komponen yang tersedia, rangkaian motor driver pun tidak dapat diperbaiki.

Walaupun tidak berhasil meraih gelar juara, tim skullers-boro memperoleh banyak pengalaman berharga yang belum ditemui di perlombaan SRG. Contohnya adalah aplikasi differential-pressure holding untuk mengangkat benda, pembuatan remote control, serta onboard lcd-button interface yang memungkinkan pengubahan setelan langsung tanpa menggunakan komputer.

Terima kasih PT. Sinar Sosro yang telah mensponsori Tim Robot HMFT di BARONAS 2014

Terima kasih PT. Sinar Sosro yang telah mensponsori Tim Robot HMFT di BARONAS 2014

Chakraprana, Berbagi dengan Energi

Secara bahasa, chakraprana berarti lingkaran energi.  Nah tapi Chakraprana mempunyai arti penting bagi Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika ITB, yaitu salah satu    bentuk pengabdian keprofesian HMFT ITB.

Di tengah kepengurusan PM HMFT 2013/2014 terdapat tawaran dari LK untuk mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Sumedang, Jawa Barat. Setelah berdiskusi dengan banyak pihak, yaitu anggota PM, pihak Laboratorium Manajemen Energi, dan pihak KUD yang sering membantu warga desa di Jawa Barat, akhirnya diputuskan untuk membuat biogas di Sumedang, tepatnya di Desa Cijambu, Sumedang, Jawa barat, sekitar 10km dari jalan raya Sumedang. Untuk mendukung keberjalanan pembuatan biogas ini, beberapa anggota PM HMFT menemui pihak pembangun reaktor biogas, yaitu CV Energi Persada, dan salah satu rekanan pemerintah dalam upaya mendukung diversifikasi energi. Setelah diskusi dengan pihak biogas, selanjutnya dilakukan diskusi lagi dengan pihak Laboratorium Manajemen Energi untuk menentukan lebih lanjut tentang sistem yang ingin dibuat. Akhirnya, terpilihlah judul dari kegiatan ini “ CHAKRAPRANA – Pemanfaatan Kotoran Sapi Menjadi Biogas dan Penggunaan Sistem Terpadu untuk Menangani Overproduksi Metana pada Biogas di Desa Cijambu, Sumedang, Jawa Barat”.

Kegiatan ini sempat tertunda lama karena dana baru turun di bulan Desember 2013. Akhirnya di tahun 2014, kegiatan Chakraprana dilanjutkan lagi di kepengurusan PM HMFT 2014/2015 dan diketuai oleh R.Oktanio Sitradewa Ettyatno dari Divisi Pengabdian Masyarakat. Kita mulai menghubungi lagi pihak pembuat reaktor biogas, pihak Desa Cijambu, dan pihak Laboratorium Manajemen Energi. Awalnya, 19 Maret 2014 beberapa anggota PM dan kak Thomas menemui pihak biogas, yaitu Mas Yono untuk mendiskusikan sistem lain sebagai penambahan pada konstruksi reaktor biogasnya. Dari Mas Yono itu ada saran sistem flare, sistem monitoring, dan sistem pengadukan. Selanjutnya 22 Maret 2014 dilakukan survey ke Desa Cijambu, Sumedang oleh beberapa anggota PM HMFT. Di Desa Cijambu kita ke rumah mertua kepala desa sebagai rumah yang akan dibuatkan biogas. Rumah ini berdasarkan saran Kepala Desa Cijambu, Sumedang,  yaitu Pak Pipin. Di rumah ini terdapat empat sapi. Survey dilakukan bareng stafnya Mas Yono juga yaitu Mas Nandang. Kata Mas Nandang, rumahnya itu sesuai dan bisa dijadikan tempat pembuatan biogas. Berikut adalah desain dari reaktor biogas yang ada :

Berdasarkan desain tersebut terlihat bahwa terdapat kotoran sapi hasil biogas yang tertampung di slurry. Munculah ide nih untuk memanfaatkan kotoran sapi hasil biogas ini menjadi pupuk organik dengan teknik kascing. Di teknik kascing ini kita bekerja sama dengan CV Insan Muda Berdikari di Cisarua, Lembang  untuk memberikan penyuluhan mengenai teknik kascing kepada warga Desa Cijambu, Sumedang di mana mayoritas warga Desa Cijambu, Sumedang merupakan petani.

Setelah dilakukan persiapan, akhirnya tiba juga hari H pemasangan biogas dan penyuluhan teknik kascing di Desa Cijambu, Sumedang. Pemasangan biogas dilaksanakan pada tanggal 18 April 2014. Sebelum pemasangan, dilakukan penggalian untuk tempat reaktornya oleh warga Desa Cijambu, Sumedang.  Penyuluhan teknik kascing dilaksanakan pada tanggal 19 April 2014 di Aula Desa Cijambu, Sumedang. Acara penyuluhannya ini dilaksanakan malam hari karena di siang hari warga bekerja (mayoritas petani). Acara penyuluhan diawali dengan penampilan hadroh, sambutan dari perwakilan HMFT, sambutan Pak Kepala Desa, dan penyuluhan kascing dari pihak CV IMB. Setelah penyuluhan diberikan cinderamata dari pihak HMFT kepada Bapak Kepala Desa Cijambu, Sumedang dan kepada pihak CV IMB. Selain itu juga diberikan cinderamata berupa seperangkat alat hadroh, kesenian islam menggunakan alat musik semacam rebana yang sering diperdengarkan atau dimainkan untuk mengiringi lagu – lagu atau nasyid yang bernuansakan sholawat, kepada pihak Masjid As-Soleh Desa Cijambu, Sumedang agar anak-anak masjid tersebut tambah bersemangat untuk latihan. Selain penyuluhan juga diadakan pelatihan langsung mengenai teknik kascing ini. Antusiame terpancar di wajah warga. Selain itu pupuk organik yang dihasilkan juga memiliki kualitas lebih baik dibandingkan dengan pupuk kimia.

 Oleh: Rima Kurnia Putri

 

Mahasiswa Teknik Fisika dan Singapore Robotic Games 2014

Pada bulan Februari lalu, salah satu tim dari Teknik Fisika ITB mengikuti perlombaan Singapore Robotic Games (SRG) pada kategori wall climbing robot. Tim yang diberi nama Skullers Boro itu beranggotakan Hari Nugroho Wibowo (FT ’10), Kelvin Wongso (FT ’11), Agung Prasetyanto (FT ’11), Steve Darmadi (FT ’11), M. Afif (FT’11), dan Kiki Intan Mayangsari (FT’11). Bowo selaku penggagas tim tersebut awalnya mengikuti perlombaan yang sama mewakili Unit Robotika (URO). Pada kesempatan tersebut, Bowo berhasil memenangkan kategori wall climbing robot. Saat kembali ke Bandung, Bowo pun diminta oleh salah satu dosen untuk membawa nama Teknik Fisika di ajang yang sama. Pertama-tama Bowo beserta Kiki selaku manager dan Firman sebagai ketua divisi Workshop HMFT periode 2013/2014 mengadakan open recruitment pada bulan Agustus untuk mencari anggota melalui tes essay dan wawancara. Akhirnya terpilih Agung sebagai mechanician, Steve sebagai mechanician, Afif sebagai programmer, dan Kelvin sebagai electrician.

Setiap hari, anggota tim mengerjakan komponen robot ketika malam tiba hingga pagi menjelang di workshop Teknik Fisika ITB. Dalam keberjalanannya, tim Skullers Robo mengalami berbagai hambatan, antara lain PCB yang gosong sampai salah memasang kabel sehingga keluar asap dan komponen rusak. Setelah kerusakan tersebut, perbaikan dilakukan dengan menambah fuse pada komponen. Namun, insiden lain seperti impaler yang meleleh, ESC meledak, EMS yang tidak bisa berputar, hingga gearbox patah menghadang persiapan tim Skullers Robo silih berganti. Akhirnya, setelah dilakukan perbaikan berkali-kali dan atas bantuan motor dari teman Bowo di URO, masalah tersebut dapat terselesaikan.

Akan tetapi, ada satu permasalahan utama yang mengganjal yaitu mengenai dana. Di awal telah dibuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) tim robot sekitar 57 juta. Akan tetapi, pada bulan November dana yang terkumpul baru 15 juta dari bantuan Lembaga Kemahasiswaan. Di saat genting tersebut, salah satu kuliah di Teknik Fisika (Kapita Selekta) mengundang pembicara dari petinggi Sampoerna. Melihat hal tersebut, seusai kuliah, tim robot langsung memberi proposal ke asisten dari petinggi Sampoerna tersebut. Bak gayung bersambut, sekitar tiga minggu kemudian, Sampoerna dengan perantara Linda menghubungi tim robot dan bersedia membiayai tim robot dalam bentuk biaya akomodasi. Biaya akomodasi tersebut berupa penginapan di salah satu apartemen, transportasi, dan uang saku sebesar 100 dollar Singapura. Tak hanya di situ saja, pihak Sampoerna juga mengadakan teleconference dengan anggota tim untuk menanyakan perkembangan tim. Dapat dibayangkan, bagaimana nasib tim robot jika tidak ada Sampoerna, mungkin mereka tidak jadi berangkat ke perlombaan tersebut.

Tim Teknik Fisika ITB dalam Singapore Robotic Games 2014

Tim Teknik Fisika ITB dalam Singapore Robotic Games 2014

Walaupun tidak menjadi juara, namun tujuan utama Bowo untuk membawa nama Teknik Fisika di kancah robot telah membuahkan hasil nyata. Selama ini, jika bicara mengenai robot, hanya Teknik Mesin atau Teknik Elektro yang namanya bergaung. Oleh karena itu, dengan mengikuti lomba ini, diharapkan mahasiswa Teknik Fisika lebih berpengalaman dan tidak takut untuk mencoba karena pada awalnya pun anggota tim belum cukup pengetahuannya tentang cara membuat robot. Namun, atas usaha keras tim Skullers Boro setiap harinya, robot wall climbing dapat berhasil diwujudkan, sesuai dengan motto mereka 1% talent, 99% work hard.

Tim ini sedang mengikuti lomba BARONAS di ITS pada tanggal 24 Mei 2014 di Surabaya dengan membuat 2 buah robot. Selanjutnya, tim Skullers Boro memiliki harapan agar di tahun mendatang tim robot yang akan berangkat ke SRG dapat menang dan mencatat waktu kurang dari 5 detik.

Kajian Pemilu

Pemilu merupakan sebuah ajang besar untuk kita memilih pemimpin-pemimpin negeri dan wakil-wakil rakyat yang nantinya akan menduduki kursi pemerintahan. Pemilu bagi suatu negara demokrasi berkedudukan sebagai sarana untuk menyalurkan hak asasi politik rakyat. Dan menjelang Pemilu 2014, HMFT ITB mengadakan Kajian Pemilu pada hari Rabu, 4 April 2014, lima hari sebelum Pemilu Legislatif serempak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Kajian yang dimulai pukul 16.00 WIB dan bertempat di himpunan diadakan sebagai upaya untuk mencerdaskan mahasiswa dalam isu Pemilu, agar menjadi pemilih yang pintar dalam memilih wakil rakyatnya.

Suasana di himpunan selama Kajian Pemilu

Pemilu (Pemilihan Umum) didefinisikan sebagai proses pemilihan orang untuk menduduki jabatan-jabatan politik tertentu dan diadakan karena formalitas sebagai negara demokrasi, diatur dalam Undang Undang Dasar 1945 Bab VII Pasal 19. Dalam hal ini, Aji membedakan antara demokrasi dan musyawarah (yang dahulunya digunakan Indonesia); di mana dalam demokrasi, suara terbanyaklah yang menang dan akan ada suara sumbang di dalamnya. Hal ini menyebabkan kesulitan untuk menentukan siapa yang terbaik.

Dari sini, lahirlah konsep partai politik, yang dianggap sebagai representasi rakyat. Sejarah partai politik diinisiasi oleh Budi Oetomo sebagai propaganda melawan penjajah. Pada masa Orde Lama, muncullah berbagai partai politik PNI, NU, PKI, dan Masyumi dengan pahamnya masing-masing. Kemudian, pada masa Orde Baru, beberapa partai tersebut berkembang menjadi partai Golkar, PDI, serta PPP. Baru pada Era Reformasi, partai-partai politik baru banyak didirikan.

Partai politik itu sendiri haruslah memiliki ideologi, kader (massa), lambang/identitas, dan aset untuk menjalankan fungsinya. Dari beberapa hal tersebut, terdapat perbedaan pendapat mengenai apa yang lebih penting; ideologi atau aset. Isu politik sebagai sumber penghasilan pun diangkat pula dalam debat ini: partai politik sebagai sumber penghasilan memiliki beberapa kelemahan. Kahim HMFT, Ryan, mengatakan bahwa kader-kader partai yang menjadi anggota DPR, dalam menyusun UU, dapat disuap oleh stakeholder yang memiliki kepentingan tertentu, sementara fakta menunjukkan bahwa gaji anggota DPR di Indonesia saat ini sudah besar, termasuk gaji terbesar di dunia.

Alasan yang mungkin membuat gaji DPR tersebut termasuk yang terbesar di dunia adalah karena DPR, dalam sistem pemerintahan Indonesia, menjalankan fungsi budgeting, fungsi pengawasan, dan juga fungsi aspirasi masyarakat. DPR mewakili masyarakat itu sendiri dan mengesahkan RUU serta kebijakan. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan satu hal penting (di antara beberapa hal lainnya) dalam memilih wakil rakyat tersebut: Apakah kita harus memilih partai, atau sosok?

Menurut Ridho, secara ideal, yang harus dipilih adalah sosoknya, tetapi dalam pemilu legislatif ini, kebanyakan tidak mengenal calon-calonnya, sehingga dapat dipilih sesuai dengan partai, karena seharusnya kader-kader dalam satu partai memiliki paham/ideologi yang sama. Dan menurut Aseng, memilih partai (berdasarkan ideologi) secara tidak langsung menentukan kuota kursi DPR yang didapat partai tersebut, sementara memilih sosok (berdasarkan prestasi dan track record) berarti memilih individual tersebut untuk menduduki kursi DPR tersebut, dan jika kita memilih sosok, perlulah diperhatikan calon tersebut dari aspek pendidikannya, karena apabila pendidikannya kurang, dikhawatirkan ia dapat disetir oleh pihak-pihak lain. Selain itu, yang lebih penting adalah hal-hal yang diurusi bukanlah hal yang didapat dari pendidikan formal. Dengan begini, kondisi yang terbaik yang bisa dicapai untuk pemilu saat ini adalah dengan memilih partai politik berdasarkan ideologinya, karena partai yang baik pastinya memiliki kader-kader yang baik dan sesuai dengan ideologi partai. Namun, kini juga masih banyak partai yang hanya “menjual” sosok untuk menang, bukan karena sepaham dengan partai itu sendiri.

Maka, sebagai mahasiswa, apa yang perlu kita lakukan? Tentunya pertama kita harus tahu benar masalah ini terlebih dahulu dan juga mencerdaskan yang lainnya mengenai masalah pemilu ini, dengan sering-sering membaca dan berbicara dengan masyarakat, lalu mengusahakan yang terbaik di antara keburukan, dengan mengetahui pula semua keburukan tersebut. Kunci berikutnya adalah jangan diam saja (golput) meskipun tahu bahwa ini salah, karena memilih adalah hak kita, dan meskipun golput tidak salah, tetap saja partisipasi kita dalam pesta demokrasi ini sangatlah penting, sebagai aksi masyarakat. Pada langkah berikutnya, kita pun harus turut mengawal keberjalanan siapapun yang terpilih nanti sebagai pemimpin serta wakil rakyat.

Jadi, cerdaskan dirimu dan orang-orang di sekitarmu, jadilah pemilih yang cerdas, untuk Indonesia yang lebih baik! :) Harapannya, semoga kajian ini bermanfaat bagi massa HMFT dan pada kesempatan berikutnya HMFT dapat mengadakan kajian-kajian seperti ini lagi.

pemilu ipeh

Liputan Wisuda April 2014

12 April 2014 adalah perayaan wisuda ke-2 pada tahun ajaran ini. HMFT sendiri ikut terlibat memeriahkan arak-arakan wisuda sebagai bagian dari Wisuda Terpusat. Tema dari perayaan wisuda kali ini adalah “All Around The World”. Dengan arahan tema ini, HMFT mengusung “Prince of Javersia” sebagai judul tema.

Prince of Javersia adalah kisah tentang seorang pangeran dari pulau Jawa yang hendak menuntut ilmu ke negeri Persia. Di tanah Jawa ia telah dipasangkan dengan seorang putri untuk menjadi teman hidupnya. Setelah pamit dengan sang putri, berangkatlah pangeran ke negeri Persia. Di sana ia berjumpa dengan putri Persia yang memang cantik parasnya. Sang pangeran tergoda akan kecantikannya dan jatuh hati kepada putri Persia. Maka pangeran mengalami kebingungan yang teramat sangat. Ia mencintai putri Jawa dan mencintai juga putri Persia. Siapa yang harus ia pilih?

Nah Skullers, itu tadi adalah pemaparan singkat tentang tema yang diangkat oleh HMFT kali ini. FYI, wisuda April, Juli, dan Oktober dipegang oleh FT 2012 sebagai panitia, dengan Giovanni Nian Gani sebagai Ketua Wisuda April.

Sebelum perayaan wisuda terpusat, HMFT menggelar acara Pre Wisuda (Prewis) yang diadakan pada 10 April 2014, bertempat di restoran Citroengras. Acara ini ramai dihadiri oleh massa himpunan dari berbagai angkatan, khususnya angkatan 2009 sendiri. Sementara angkatan 2010, 2011, dan 2012 turut memeriahkan dengan mengisi acara lewat perform dan lain-lain. Acara berlangsung meriah diikuti sesi foto-foto yang menambah kehangatan suasana Prewis.10178053_10201957102437799_4870879886217633268_n

Setelah Prewis, sampailah kita pada acara yang paling ditunggu-tunggu. Pada 12 April, rangkaian acara perayaan wisuda dimulai dengan sidang terbuka yang diadakan di Sabuga. Momen ini menjadi momen peresmian pergantian status dari mahasiswa menjadi alumni bagi mereka yang diwisuda. Selamat buat Skullers 2009 yang telah berhasil menyelesaikan studi S1 prodi Teknik Fisika! Semoga dapat mengemban amanah yang diberikan dan bermanfaat bagi bangsa dan dunia.

Selanjutnya, arak-arakan. Arak-arakan dimulai semenjak para wisudawan keluar dari Sabuga. Di Saraga, massa himpunan sudah menanti dengan pentungan-pentungan koran. Sebagian besar memakai jahim kecuali angkatan 2012 yang memang belum mendapat jahim :D. Beberapa bahkan melakukan body painting dan beberapa lainnya mengecat wajah dengan lambang tengkorak HMFT. Wisudawan diarak dari Sabuga menuju gerbang utama. Sepanjang arak-arakan dari Saraga, massa himpunan bernyanyi diiringi bunyi-bunyian berbagai alat musik pukul yang dibawa.

1511109_10201956697067665_5774314737254654515_n10155461_10201956708947962_2414960691744252206_n

Di tunnel, massa berhenti sejenak untuk menampilkan Salam Banzai dan Salam Swasta. Di sini, para performer sudah menanti dan siap mengikuti arak-arakan. Wisudawan pria di barisan depan, dan wisudawan wanita di barisan belakang. Beberapa angkatan swasta dan 2010 melempari para wisudawan dengan cat dari atas. Suasana semakin semarak. Arak-arakan terus berlanjut dengan tidak melalui jalur Plaza Widya, melainkan melalui jalur barat. Di sepanjang perjalanan, sering kali terjadi “serangan tiba-tiba” dari swasta yang memang sudah menjadi tradisi arak-arakan HMFT. Para swasta dan wisudawan saling menyerang dengan pentungan koran yang telah disediakan. Saat serangan ini terjadi, angkatan 2011 dan 2012 beramai-ramai membentuk barisan avant garde, menjaga agar suasana arak-arakan tetap terkendali. Tapi sering kali, barisan ini jebol juga di mana swasta dan wisudawan dapat saling menyerang dengan leluasa. Namun, hal inilah yang menjadikan suasana arak-arakan semakin seru.

10154487_10201986884742338_8985681496840404847_n

Akhirnya, sampailah arak-arakan di gerbang utama. Spot ini merupakan perhentian terkahir dari arak-arakan. Untuk sampai ke sini, massa harus menunggu beberapa saat karena ada antrian selama perform dari himpunan lain. Perform HMFT dimulai dengan penampilan tarian Jawa dari FT 2012. Kemudian perform berlanjut sebagaimana dikisahkan pada pemaparan tema Prince of Javersia. Para performer menyuguhkan penampilan yang sangat baik dan menghibur. Massa bersorak dan bertepuk tangan selama penampilan.

1613897_10201956751429024_7488989833446094083_n

Di akhir perform, Kahim HMFT, Ryan, menyampaikan orasi mengenai bagaimana kita menyikapi budaya asing yang mulai merasuk ke negeri sendiri. Di sini kita ditantang untuk memilih harus melestarikan budaya yang mana. Budaya asing mungkin lebih keren dan lebih menghibur, tetapi kecintaan kepada tanah air seharusnya menyadarkan kita akan kewajiban melestarikan budaya Nusantara. Contohnya pula di dunia kerja. Bekerja untuk perusahaan multinasional mungkin memberikan penghasilan yang lebih besar dibanding perusahaan nasional. Namun kita yang sadar akan pentingnya nasionalisme harusnya lebih banyak memberi kepada bangsa ini daripada menuntut. Artinya, dengan apa yang kita punya, kita wajib untuk mengabdi kepada bangsa ini dalam berbagai bentuk. Bukan sekadar mempertimbangkan materi atau keuntungan pribadi dan golongan.

Demikianlah akhir dari rangkaian acara arak-arakan pada perayaan wisuda kali itu. Massa himpunan kembali ke sekre himpunan melalui jalur timur. Setelah beristirahat sejenak dan sholat, diadakan evaluasi perayaan wisuda oleh panitia wisuda, yakni FT 2012 sendiri.

Untuk perform sendiri, HMFT meraih posisi juara ke dua dari berbagai himpunan yang ikut memeriahkan. Selamat kepada panitia Wisuda April yang telah berkontribusi baik waktu, tenaga, dan pikiran untuk himpunan. Semoga bisa meraih posisi pertama pada wisudaan berikutnya. VIVAT FT!!

10269460_10201986911263001_4414511061183092892_n

 Oleh: Dita Ayu Banjarnahor

Jembatan Orang Tua dan Anak

jembatan ortu

Rabu sore (29/01), Ruang Seminar D3 Labtek VI dipenuhi massa HMFT. Saat itu, sedang ada acara bertajuk Jembatan Orang Tua Anak (JOTA). Acara yang digelar Divisi Hublu (Hubungan Luar) HMFT untuk menjalin komunikasi antara mahasiswa sebagai anak dan dosen sebagai orang tua pada dunia Teknik Fisika ITB.

JOTA hari itu adalah JOTA yang kedua selama kepengurusan HMFT periode 2013/2014. Pukul 16.15 acara dibuka oleh Nur Afifah (FT’11) dan Wahyu Abdi (FT’12). Mahasiswa Teknik Fisika dari berbagai angkatan menjadi peserta, dengan asisten akademik Narendra Kurnia Putra (FT’06) dan dosen muda Kemal Augusta (FT’00) sebagai pembicara hari itu.

Bapak Kemal Augusta atau biasa dipanggil Pak Kemal menceritakan bahwa ketika try out (TO) melihat ada pilihan Teknik Fisika. Beliau mengaku memang sangat menyukai Fisika dari kecil meskipun tumbuh di kalangan keluarga dokter. Terlebih serial Mac Gyver begitu populer kala itu. Akhirnya beliau mendaftar TF-ITB sebagai pilihan pertama dan FK – UNPAD sebagai pilihan kedua karena desakan keluarga. Di USA, teknik fisika menjadi pilihan karena dapat cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat. Hal ini karena TF berkembang secara komprehensif dan menyiapkan lulusannya sebagai pionir teknologi. Jika memasuki suatu perusahaan, TF biasanya masuk R&D (research and development).

Berbeda dengan Pak Kemal, dokter adalah impian Kang Naren dari kecil hingga SMA. Pilihan pertama dalam mendaftar ujian masuk adalah fakultas kedokteran. Ketika memasuki Teknik Fisika ITB, Kang Naren mengambil Laboratorium Fisika Medik dengan fokus penelitian ransel bersuspensi. Selanjutnya, beliau melanjutkan pendidikan S2 pada Instrumentasi Medik di Imperial College London.

Kang Naren yang melanjutkan studi di Inggris dan Pak Kemal yang melanjutkan studi di Jepang sama-sama menyepakati adanya perbedaan yang mencolok pada kehidupan kampus di luar negeri dan ITB. Di Osaka University, suasana kampus sangat kondusif untuk belajar. Mading-mading berisikan pengumuman-pengumuman seminar. Perbedaan tipe kemahasiswaan dilihat dari kestabilan politik di Jepang. Uniknya, di Jepang waktu itu, tidak ada sistem IP, yang biasa dilihat mahasiswa mengenai nilai adalah lulus atau tidaknya dari suatu mata kuliah. “Mereka benar-benar semangat ingin tahu, bukan sekedar nilai,” ujar Pak Kemal. Menurut Kang Naren, fasilitas riset yang disediakan di luar negeri memang menggiurkan. “Jadi, orang Indonesia harus lebih kreatif karena fasilitas yang digunakan. Itulah kelebihan orang Indonesia,” ucap Kang Naren.

“Ada dua alasan kenapa saya mau kembali ke Indonesia,” kata Pak Kemal ketika ditanya kembalinya ke Indonesia. Alasan Pak Kemal dulu untuk belajar di luar negeri adalah untuk bekerja di luar negeri, karena bagi beliau Indonesia waktu itu adalah kapal yang akan tenggelam. Jadi, salah satu cara menyelamatkan diri adalah mencari kapal lain, yaitu dengan pergi ke Jepang. Namun, Pak Kemal terharu ketika melihat mahasiswa S1 Teknik Fisika yang berada di bawah bimbingan TA Pak Hermawan sedang melakukan penelitian yang hampir sama dengan penelitiannya di Jepang. Muncul semangat beliau untuk menjadikan Laboratorium Komputasi Material TF ITB terbaik se-ASEAN.

Alasan kedua, perasaan jenuh untuk berkompetisi. Di Jepang, objek penelitian selalu fokus pada apa yang sudah dirintis sejak awal. Hal ini mengakibatkan adanya kejenuhan, tidak seperti Indonesia yang lebih mudah mengadakan kolaborasi antar disiplin ilmu. Apa perbedaan mahasiswa sekarang dan mahasiswa dulu? Mahasiswa sekarang lebih banyak mengalami distraksi. Fokus mereka terbagi pada banyak bidang. Tantangan mereka saat ini adalah fokus.

Malam Keakraban HMFT: Rock and Roll Mafia!

Memfasilitasi pertemuan anggota HMFT di dalam kegiatan-kegiatan di himpunan untuk mengeratkan rasa kekeluargaan

Di ujung kepengurusan BP HMFT 2013/2014 ini, divisi kekeluargaan mengadakan malam keakraban yang bertema ‘Rock ‘n Roll Mafia’ dengan tujuan mengeratkan rasa kekeluargaan di antara anggota HMFT.

Malam keakraban diadakan hari Jumat, 21 Februari 2014 pada pukul 19:30-22:30 di Selasar Labtek VI lantai 2. Walaupun sempat mundur seminggu dari target, malam keakraban tetap meriah dan dihadiri 177 anggota HMFT. Acara dibuka oleh MC Qanun FT’12 dan Simon FT’12 pada pukul 19:30. Selama acara, divisi kekeluargaan menyediakan fasilitas DUDU yaitu kirim-kirim salam, teman HMFT cukup menuliskan pesan di kertas yang disediakan divisi kekeluargaan lalu memberikannya ke MC di depan, setelah itu pesan akan dibacakan di sela-sela acara.

Setelah acara dibuka, teman-teman HMFT dipersilakan untuk makan malam terlebih dahulu. Selama kegiatan makan malam, ada perform angkatan 2012 yang diisi oleh Dea FT’12 dan Azmi FT’12 yang menyanyi sambil bermain gitar. Lalu acara makan malam dilanjutkan dengan games tebak foto dan eat bulaga. Games berlangsung sangat ramai dan seru diisi teriakan teman-teman HMFT terutama laki-laki yang heboh mengikuti jalannya permainan.

makrabeuy

Tibalah saat perform angkatan 2012, perform diisi oleh band FT 2012 bernama Jaharoll. Ternyata teman-teman 2012 ini banyak yang memiliki talenta musik loh, buktinya dua perform yang tampil diisi dengan suara-suara merdu teman-teman FT 2012. Perform dilanjutkan dengan pemutaran video ‘One Direction’ versi FT 2011. Video tersebut berdurasi 4 menit tersebut memutar cowo-cowo FT 2011 bertelanjang dada di pinggir pantai menari-nari dan menyanyi ‘What Makes You Beautiful’. Saat melihat video tersebut, sontak massa HMFT kaget, tertawa lantang serta ada juga yang malu. Di dalam video tersebut ada kahim baru HMFT loh, Ryan M. K. Ternyata kahim baru HMFT ini punya bakat terpendam ya!

makrabhe

Acara dilanjutkan dengan perform dari swasta HMFT, Meicun & friends membawakan lagu-lagu dan berhasil membuat massa HMFT larut dan bernyanyi bersama mereka. MC melanjutkan acara dengan membacakan pemenang angket, namun karena waktu sudah terlalu malam, pembacaan angket tidak jadi dilakukan. Lalu tibalah di acara puncak, yaitu perform dari teman-teman BP HMFT 2013/2014. Teman-teman BP yang beranggotakan 19 orang menampilkan tarian “Treasure” yang dinyanyikan ole Bruno Mars. Ternyata perform BP membuat massa HMFT kaget dan tertawa karena melihat beberapa teman BP ada yang tidak hafal tarian sehingga terlalu banyak improvisasi dan ada pula yang terlalu bersemangat sampai menabrak dinding. Namun perform BP berhasil menghibur semua massa HMFT yang datang di makrab. Setelah selesai perform, teman-teman BP memasang pose di depan penonton untuk di foto bersama-sama.

Tibalah di ujung acara malam keakraban, acara diisi dengan pesan-pesan dari Prima dan Ryan, lalu ditutup dengan banzai bersama yang dipimpin oleh kahim baru HMFT. Terima kasih teman-teman kekeluargaan HMFT dan terima kasih massa HMFT, semoga kita semua bisa melewati masa-masa bahagia lainnya ke depannya bersama HMFT. Banzai!

makrabgan

Material Baterei Mobil Listrik

Komputasi material merupakan suatu proses pemodelan dari sebuah produk sebelum fabrikasi. Dengan adanya teknologi komputasi material, kini tidak lagi diperlukan banyak bahan untuk melakukan penelitian dari suatu produk, sehingga bisa menghemat banyak biaya. Bayangkan saja, dalam perancangan suatu produk, tentu terdapat banyak didapatkan desain yang tidak memenuhi standar yang diharapkan atau disebut produk gagal. Dengan contoh yang sederhana saja, misalnya, dalam 1 mol atom terdapat kemungkinan posisi sebanyak 6 x 1023 posisi. Berapa banyak kemungkinan bila produk tersebut disusun dari banyak unsur, tentu dapat mencapai miliaran. Oleh karena itu, dilakukan simulasi terlebih dahulu dengan mecoba susunan yang berbeda-beda. Keberadaan komputasi material akan sangat berguna untuk memunculkan bahan-bahan baru yang mempunyai sifat yang sesuai dengan yang kita inginkan.

Komputasi material merupakan salah satu bidang yang digeluti oleh professor Hermawan K. Dipojono. Beliau merupakan orang yang memiliki pengaruh besar pada perkembangan komputasi material di Indonesia, karena beliau yang pertama memperkenalkan modelling & simulation di dalam negeri. Beliau yang dulu juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung ini masih sangat aktif di bidang komputasi material. Dalam pidatonya saat penetapan beliau sebagai professor, beliau membahas mengenai Fuel-Cell dan Battery. Fuel-Cell itu merupakan suatu sel yang dapat memproduksi listrik bila terpapar sinar matahari. Kalau dalam skala industri biasanya digunakan Solid-Oxyde Fuel-Cell, yang memiliki kapasitas pasokan listrik yang besar, sementara untuk skala rumahan biasanya digunakan panel-panel surya biasa. Berbeda dari Fuel-Cell, Battery merupakan suatu energy storage, sehingga jika energi yang disimpannya habis, harus dilakukan pengisian ulang agar Battery dapat digunakan kembali. Tetapi, baik Fuel-Cell maupun Battery memiliki masalahnya masing-masing. Dalam Fuel-Cell diperlukan platina sebagai elektroda, sementara platina itu sangat mahal karena kelimpahannya di bumi tergolong kecil. Akibatnya, harga yang harus dikeluarkan untuk Fuel-Cell menjadi mahal. Sementara untuk Battery, masih belum ditemukan elektrolit terbaik, yang dapat meningkatkan efisiensi, dan mencegah kebocoran. Nah, dari permasalahan inilah para peneliti sedang berlomba-lomba untuk membuat sumber energi dari Hidrogen, yang kelimpahannya terbesar di bumi, yaitu dari air (H2O). Disinilah komputasi material dibutuhkan untuk mendesain suatu bahan untuk mengekstrak Hidrogen dari air. Karena peran penting komputasi material dalam pembuatan battery itulah beliau sekarang diamanahkan dalam proyek mobil listrik nasional yang sedang digalakan oleh pemerintah pusat.

Proyek besar pemerintah ini tidak hanya diemban oleh Teknik Fisika ITB saja. Teknik Mesin dan Teknik Elektro juga ikut mengurusi permasalahan mengenai engine mobil itu akan seperti apa dan electrical system yang digunakan seperti apa. UGM dan UI juga ikut serta dalam proyek besar ini. Namun Teknik Fisika ITB mendapat jatah untuk pengembangan baterai mobil listrik tersebut. Perlu dilakukan berbagai percobaan untuk menemukan susunan yang terbaik untuk bateri ini, dan lagi-lagi diperlukan komputasi material dan pendesainan dalam proses ini. Hal ini dilakukan agar dapat mendapat hasil yang terbaik tanpa menghabiskan uang untuk membuat suatu produk yang akhirnya dikatakan gagal. Apalagi proyek ini merupakan proyek pemerintah sehingga pembiayaan risetnya juga dari pemerintah.

Professor Hermawan K. Dipojono menyatakan jika kita memiliki sebuah mobil listrik, lalu kita lepas baterainya, harga dari baterai tersebut akan lebih mahal daripada mobil tersebut. Nah, dapat dilihat bahwa baterai merupakan suatu komponen yang penting dalam sebuah mobil listrik. Baterai yang dipakai tersebut harus memiliki sifat-sifat yang ideal bagi sebuah mobil listrik. Misalnya, baterai tersebut harus dapat diisi ulang dengan cepat, tetapi energi yang disimpannya harus tahan lama. Lalu baterai tersebut harus mampu menghasilkan tenaga yang besar dan mampu dipakai dalam jarak jauh. Jika dilihat dari keistimewaannya dan permintaan yang besar dari masyarakat, baterai ini memiliki nilai jual yang sangat mahal, dan nilai paten yang tinggi. Mengingat tuntutan-tuntuan yang diinginkan masyarakat adalah seperti pengisian cepat, kuat, mampu digunakan dalam jarak jauh, serta usia baterai yang lama, permasalahannya terletak pada pemilihan komponen yang tepat untuk baterai. Komponen penyusun baterai yang sekarang banyak digunakan adalah Lithium, karena kelimpahannya masih banyak di alam dan perrma dianggap mencukupi untuk kebutuhan sekarang. Akan tetapi, zaman terus berkembang, sehingga kebutuhan masyarakat pun semakin bertambah, dan dibutuhkan sebuah sumber baru untuk menunjang pasokan energi. Begitu pula untuk baterai yang digunakan mobil listrik. Masyarakat menginginkan pengisian ulang selama 15 menit, tetapi dapat digunakan untuk jarak 100 kilometer. Sebenarnya ada cara agar pengisian ulang menjadi cepat, yaitu dengan meningkatkan mobile conductivity komponen baterai. Dengan mobile conductivity yang tinggi, elektron dapat berpindah dengan cepat sehingga proses pengisian ulang pun jauh lebih cepat. Tetapi harus diingat pula agar baterai tidak memiliki kebocoran yang besar, sehingga daya tahannya lama, dibutuhkan suatu rancangan yang sifatnya insulated. Rancangan yang terbaik adalah crystalyn state, dimana insulasinya mendekati maksimal. Namun, pada crystalyn state, mobile conductivity komponen akan turun. Dengan adanya implikasi seperti ini, harus dicari suatu keadaan yang dapat memberikan insulasi dan mobile conductivity yang maksimal. Jawabannya ada pada baterai Hidrogen yang didapat dengan cara menguraikan air menjadi komponen-komponen penyusunnya. Dengan hanya memasukkan elektroda ke dalam air dan memaparkannya dengan sinar matahari, air akan langsung terurai. Inilah impian para peneliti di dunia, karena selain air masih sangat banyak di bumi, hampir tidak ada polusi yang dihasilkan. Diharapkan nantinya mobil listrik yang telah diproduksi ini tidak perlu menggunakan bahan bakar minyak untuk menggenerate listrik karena masih ada sumber energi lain seperti gas alam, dan sinar matahari yang gratis, apalagi beberapa sumber energi alam dapat langsung dipakai untuk mengisi baterai mobil listrik tanpa harus dilakukan konversi terlebih dahulu.

HMFT Berlaga di Singapore Robotic Games 2014!

srg1

Mahasiswa HMFT yang terdiri dari Agung Prasdianto, Kelvin Wongso, Kiki Intan Mayangsari, Muhammad Afif, dan Nugroho Hari Wibowo mengikuti lomba Singapore Robotic Games 2014. Tanggal 22 Januari 2014 di The Marquee, Science Center, Singapore.

Singapore Robotic Games adalah sebuah kompetisi robot tahunan yang diselenggarakan oleh IEEE Robotic and Automation Society Singapore Chapter sebagai bentuk pengembangan minat instansi pendidikan terhadap dunia otomatisasi. Lomba SRG terdiri dari 16 jenis perlombaan yang dikategorikan berdasarkan fungsi dan pengontrol dari tiap – tiap robot. Pertandingan SRG dimodelkan layaknya olimpiade dengan robot sebagai medianya. Dalam penyelenggaraanya peminat SRG meliputi Instansi Pendidikan yang berasal dari Singapura, Indonesia, Malaysia, India, dan negara-negara lain di Asia.

Dari 16 kategori lomba yang diadakan SRG, kami mengikuti Wall Climbing Robot : Pada kategori ini, robot diharuskan melewati lintasan berupa bidang datar kemudian memanjat dinding dengan sudut 90°, kemudian robot berjalan di atap lintasan. Dalam kategori ini, yang dinilai adalah kecepatan robot dalam menyelesaikan lintasan tersebut.

Usaha dalam mengikuti lomba ini juga didukung oleh Sampoerna sebagai sponsor, terutama dalam hal finansial. Dengan adanya dukungan Sampoerna, Tim HMFT untuk Singapore Robotic Games dapat berkonsentrasi dalam lomba tanpa harus mengkhawatirkan soal dana.