Malam Keakraban HMFT: Rock and Roll Mafia!

Memfasilitasi pertemuan anggota HMFT di dalam kegiatan-kegiatan di himpunan untuk mengeratkan rasa kekeluargaan

Di ujung kepengurusan BP HMFT 2013/2014 ini, divisi kekeluargaan mengadakan malam keakraban yang bertema ‘Rock ‘n Roll Mafia’ dengan tujuan mengeratkan rasa kekeluargaan di antara anggota HMFT.

Malam keakraban diadakan hari Jumat, 21 Februari 2014 pada pukul 19:30-22:30 di Selasar Labtek VI lantai 2. Walaupun sempat mundur seminggu dari target, malam keakraban tetap meriah dan dihadiri 177 anggota HMFT. Acara dibuka oleh MC Qanun FT’12 dan Simon FT’12 pada pukul 19:30. Selama acara, divisi kekeluargaan menyediakan fasilitas DUDU yaitu kirim-kirim salam, teman HMFT cukup menuliskan pesan di kertas yang disediakan divisi kekeluargaan lalu memberikannya ke MC di depan, setelah itu pesan akan dibacakan di sela-sela acara.

Setelah acara dibuka, teman-teman HMFT dipersilakan untuk makan malam terlebih dahulu. Selama kegiatan makan malam, ada perform angkatan 2012 yang diisi oleh Dea FT’12 dan Azmi FT’12 yang menyanyi sambil bermain gitar. Lalu acara makan malam dilanjutkan dengan games tebak foto dan eat bulaga. Games berlangsung sangat ramai dan seru diisi teriakan teman-teman HMFT terutama laki-laki yang heboh mengikuti jalannya permainan.

makrabeuy

Tibalah saat perform angkatan 2012, perform diisi oleh band FT 2012 bernama Jaharoll. Ternyata teman-teman 2012 ini banyak yang memiliki talenta musik loh, buktinya dua perform yang tampil diisi dengan suara-suara merdu teman-teman FT 2012. Perform dilanjutkan dengan pemutaran video ‘One Direction’ versi FT 2011. Video tersebut berdurasi 4 menit tersebut memutar cowo-cowo FT 2011 bertelanjang dada di pinggir pantai menari-nari dan menyanyi ‘What Makes You Beautiful’. Saat melihat video tersebut, sontak massa HMFT kaget, tertawa lantang serta ada juga yang malu. Di dalam video tersebut ada kahim baru HMFT loh, Ryan M. K. Ternyata kahim baru HMFT ini punya bakat terpendam ya!

makrabhe

Acara dilanjutkan dengan perform dari swasta HMFT, Meicun & friends membawakan lagu-lagu dan berhasil membuat massa HMFT larut dan bernyanyi bersama mereka. MC melanjutkan acara dengan membacakan pemenang angket, namun karena waktu sudah terlalu malam, pembacaan angket tidak jadi dilakukan. Lalu tibalah di acara puncak, yaitu perform dari teman-teman BP HMFT 2013/2014. Teman-teman BP yang beranggotakan 19 orang menampilkan tarian “Treasure” yang dinyanyikan ole Bruno Mars. Ternyata perform BP membuat massa HMFT kaget dan tertawa karena melihat beberapa teman BP ada yang tidak hafal tarian sehingga terlalu banyak improvisasi dan ada pula yang terlalu bersemangat sampai menabrak dinding. Namun perform BP berhasil menghibur semua massa HMFT yang datang di makrab. Setelah selesai perform, teman-teman BP memasang pose di depan penonton untuk di foto bersama-sama.

Tibalah di ujung acara malam keakraban, acara diisi dengan pesan-pesan dari Prima dan Ryan, lalu ditutup dengan banzai bersama yang dipimpin oleh kahim baru HMFT. Terima kasih teman-teman kekeluargaan HMFT dan terima kasih massa HMFT, semoga kita semua bisa melewati masa-masa bahagia lainnya ke depannya bersama HMFT. Banzai!

makrabgan

Material Baterei Mobil Listrik

Komputasi material merupakan suatu proses pemodelan dari sebuah produk sebelum fabrikasi. Dengan adanya teknologi komputasi material, kini tidak lagi diperlukan banyak bahan untuk melakukan penelitian dari suatu produk, sehingga bisa menghemat banyak biaya. Bayangkan saja, dalam perancangan suatu produk, tentu terdapat banyak didapatkan desain yang tidak memenuhi standar yang diharapkan atau disebut produk gagal. Dengan contoh yang sederhana saja, misalnya, dalam 1 mol atom terdapat kemungkinan posisi sebanyak 6 x 1023 posisi. Berapa banyak kemungkinan bila produk tersebut disusun dari banyak unsur, tentu dapat mencapai miliaran. Oleh karena itu, dilakukan simulasi terlebih dahulu dengan mecoba susunan yang berbeda-beda. Keberadaan komputasi material akan sangat berguna untuk memunculkan bahan-bahan baru yang mempunyai sifat yang sesuai dengan yang kita inginkan.

Komputasi material merupakan salah satu bidang yang digeluti oleh professor Hermawan K. Dipojono. Beliau merupakan orang yang memiliki pengaruh besar pada perkembangan komputasi material di Indonesia, karena beliau yang pertama memperkenalkan modelling & simulation di dalam negeri. Beliau yang dulu juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung ini masih sangat aktif di bidang komputasi material. Dalam pidatonya saat penetapan beliau sebagai professor, beliau membahas mengenai Fuel-Cell dan Battery. Fuel-Cell itu merupakan suatu sel yang dapat memproduksi listrik bila terpapar sinar matahari. Kalau dalam skala industri biasanya digunakan Solid-Oxyde Fuel-Cell, yang memiliki kapasitas pasokan listrik yang besar, sementara untuk skala rumahan biasanya digunakan panel-panel surya biasa. Berbeda dari Fuel-Cell, Battery merupakan suatu energy storage, sehingga jika energi yang disimpannya habis, harus dilakukan pengisian ulang agar Battery dapat digunakan kembali. Tetapi, baik Fuel-Cell maupun Battery memiliki masalahnya masing-masing. Dalam Fuel-Cell diperlukan platina sebagai elektroda, sementara platina itu sangat mahal karena kelimpahannya di bumi tergolong kecil. Akibatnya, harga yang harus dikeluarkan untuk Fuel-Cell menjadi mahal. Sementara untuk Battery, masih belum ditemukan elektrolit terbaik, yang dapat meningkatkan efisiensi, dan mencegah kebocoran. Nah, dari permasalahan inilah para peneliti sedang berlomba-lomba untuk membuat sumber energi dari Hidrogen, yang kelimpahannya terbesar di bumi, yaitu dari air (H2O). Disinilah komputasi material dibutuhkan untuk mendesain suatu bahan untuk mengekstrak Hidrogen dari air. Karena peran penting komputasi material dalam pembuatan battery itulah beliau sekarang diamanahkan dalam proyek mobil listrik nasional yang sedang digalakan oleh pemerintah pusat.

Proyek besar pemerintah ini tidak hanya diemban oleh Teknik Fisika ITB saja. Teknik Mesin dan Teknik Elektro juga ikut mengurusi permasalahan mengenai engine mobil itu akan seperti apa dan electrical system yang digunakan seperti apa. UGM dan UI juga ikut serta dalam proyek besar ini. Namun Teknik Fisika ITB mendapat jatah untuk pengembangan baterai mobil listrik tersebut. Perlu dilakukan berbagai percobaan untuk menemukan susunan yang terbaik untuk bateri ini, dan lagi-lagi diperlukan komputasi material dan pendesainan dalam proses ini. Hal ini dilakukan agar dapat mendapat hasil yang terbaik tanpa menghabiskan uang untuk membuat suatu produk yang akhirnya dikatakan gagal. Apalagi proyek ini merupakan proyek pemerintah sehingga pembiayaan risetnya juga dari pemerintah.

Professor Hermawan K. Dipojono menyatakan jika kita memiliki sebuah mobil listrik, lalu kita lepas baterainya, harga dari baterai tersebut akan lebih mahal daripada mobil tersebut. Nah, dapat dilihat bahwa baterai merupakan suatu komponen yang penting dalam sebuah mobil listrik. Baterai yang dipakai tersebut harus memiliki sifat-sifat yang ideal bagi sebuah mobil listrik. Misalnya, baterai tersebut harus dapat diisi ulang dengan cepat, tetapi energi yang disimpannya harus tahan lama. Lalu baterai tersebut harus mampu menghasilkan tenaga yang besar dan mampu dipakai dalam jarak jauh. Jika dilihat dari keistimewaannya dan permintaan yang besar dari masyarakat, baterai ini memiliki nilai jual yang sangat mahal, dan nilai paten yang tinggi. Mengingat tuntutan-tuntuan yang diinginkan masyarakat adalah seperti pengisian cepat, kuat, mampu digunakan dalam jarak jauh, serta usia baterai yang lama, permasalahannya terletak pada pemilihan komponen yang tepat untuk baterai. Komponen penyusun baterai yang sekarang banyak digunakan adalah Lithium, karena kelimpahannya masih banyak di alam dan perrma dianggap mencukupi untuk kebutuhan sekarang. Akan tetapi, zaman terus berkembang, sehingga kebutuhan masyarakat pun semakin bertambah, dan dibutuhkan sebuah sumber baru untuk menunjang pasokan energi. Begitu pula untuk baterai yang digunakan mobil listrik. Masyarakat menginginkan pengisian ulang selama 15 menit, tetapi dapat digunakan untuk jarak 100 kilometer. Sebenarnya ada cara agar pengisian ulang menjadi cepat, yaitu dengan meningkatkan mobile conductivity komponen baterai. Dengan mobile conductivity yang tinggi, elektron dapat berpindah dengan cepat sehingga proses pengisian ulang pun jauh lebih cepat. Tetapi harus diingat pula agar baterai tidak memiliki kebocoran yang besar, sehingga daya tahannya lama, dibutuhkan suatu rancangan yang sifatnya insulated. Rancangan yang terbaik adalah crystalyn state, dimana insulasinya mendekati maksimal. Namun, pada crystalyn state, mobile conductivity komponen akan turun. Dengan adanya implikasi seperti ini, harus dicari suatu keadaan yang dapat memberikan insulasi dan mobile conductivity yang maksimal. Jawabannya ada pada baterai Hidrogen yang didapat dengan cara menguraikan air menjadi komponen-komponen penyusunnya. Dengan hanya memasukkan elektroda ke dalam air dan memaparkannya dengan sinar matahari, air akan langsung terurai. Inilah impian para peneliti di dunia, karena selain air masih sangat banyak di bumi, hampir tidak ada polusi yang dihasilkan. Diharapkan nantinya mobil listrik yang telah diproduksi ini tidak perlu menggunakan bahan bakar minyak untuk menggenerate listrik karena masih ada sumber energi lain seperti gas alam, dan sinar matahari yang gratis, apalagi beberapa sumber energi alam dapat langsung dipakai untuk mengisi baterai mobil listrik tanpa harus dilakukan konversi terlebih dahulu.

HMFT Berlaga di Singapore Robotic Games 2014!

srg1

Mahasiswa HMFT yang terdiri dari Agung Prasdianto, Kelvin Wongso, Kiki Intan Mayangsari, Muhammad Afif, dan Nugroho Hari Wibowo mengikuti lomba Singapore Robotic Games 2014. Tanggal 22 Januari 2014 di The Marquee, Science Center, Singapore.

Singapore Robotic Games adalah sebuah kompetisi robot tahunan yang diselenggarakan oleh IEEE Robotic and Automation Society Singapore Chapter sebagai bentuk pengembangan minat instansi pendidikan terhadap dunia otomatisasi. Lomba SRG terdiri dari 16 jenis perlombaan yang dikategorikan berdasarkan fungsi dan pengontrol dari tiap – tiap robot. Pertandingan SRG dimodelkan layaknya olimpiade dengan robot sebagai medianya. Dalam penyelenggaraanya peminat SRG meliputi Instansi Pendidikan yang berasal dari Singapura, Indonesia, Malaysia, India, dan negara-negara lain di Asia.

Dari 16 kategori lomba yang diadakan SRG, kami mengikuti Wall Climbing Robot : Pada kategori ini, robot diharuskan melewati lintasan berupa bidang datar kemudian memanjat dinding dengan sudut 90°, kemudian robot berjalan di atap lintasan. Dalam kategori ini, yang dinilai adalah kecepatan robot dalam menyelesaikan lintasan tersebut.

Usaha dalam mengikuti lomba ini juga didukung oleh Sampoerna sebagai sponsor, terutama dalam hal finansial. Dengan adanya dukungan Sampoerna, Tim HMFT untuk Singapore Robotic Games dapat berkonsentrasi dalam lomba tanpa harus mengkhawatirkan soal dana.

Bengkel AC Riset HMFT 2013

Masih ingat waktu ada segerombol orang gotong-gotong AC ke dalam himpunan? Masih ingat mereka terlihat seperti maling? Tapi jangan salah, itu properti yang dipakai untuk kegiatan Bengkel AC.

Bengkel AC dilaksanakan di bawah pengawasan William Suriana alias Kiwil sebagai ketua Divisi Riset. Sekilas kegiatan Bengkel AC menurut Kiwil adalah mengenal komponen pada AC dan memahami sistem refrigerasi. Bengkel AC diadakan karena sistem tata udara merupakan bagian dari keilmuan FT dan alangkah baiknya dipelajari lebih dari sekedar duduk di kelas.

Kegiatan Bengkel AC kemarin dilaksanakan tidak hanya dalam sehari, tapi dalam waktu dua hari. Tidak hanya belajar teori tapi juga mengaplikasikan. Hari pertama berlangsung pada tanggal 28 Agustus 2013 yang bertempat di ruang seminar TF 2. Kegiatan di sesi 1 pada hari pertama diisi dengan sharing bersama peserta kegiatan Bengkel AC sebelumnya. Kemudian sesi kedua diisi dengan pemberian teori dan desain tata udara oleh Pak Romadhon sebagai nara sumber. Hari kedua dilaksanakan pada tanggal 7 September 2013 dan bertempat di perpustakaan pusat yang diisi dengan studi kasus tata udara di perpustakaan pusat lantai dua. Kegiatan ini terbilang keren, karena praktik langsung dan studi kasus. Menurut Kiwil, studi kasus dilakukan untuk menanamkan pola pikir desain bagi para peserta.

Peserta pada kegiatan Bengkel AC ditargetkan sebanyak 20 orang, tapi kenyataannya pendaftar yang ‘diizinkan’ mengikuti kegiatan ini hanya 12 orang. Hal ini terjadi karena para pendaftar tidak mengumpulkan essay yang diminta.

Kurikulum Baru Teknik Fisika ITB

Isu kurikulum baru ternyata tidak hanya menyerang bangku sekolah, tetapi juga dunia perkuliahan di kampus tercinta kita ini, Institut Teknologi Bandung, khususnya Teknik Fisika. Sekarang kegalauan kita bukan haya tentang cari pendamping wisuda, tetapi juga mencari pendamping Tugas Akhir (TA). Sebelum membahas mengenai Tugas Akhir di kurikulum 2013 ini, yuk kita cari tahu dulu seperti apa Kurikulum 2013 itu.

Struktur Kurikulum S1 itu memiliki jumlah SKS 144-160 dalam 8 semester atau maksimal 12 semester dengan beban maksimum pada setiap semeter adalah 20 sks (Wah kapan lulus dong?).  Mata kuliah dari tingkat 1 hingga tingkat 3 menurut Sruktur Kurikulum 2013 – S1 berisi mata kuliah wajib, mata kuliah major, dan mata kuliah minor (optional) atau mata kuliah major yang ditawarkan program studi lain.

Perubahan mata kuliah terjadi pada Kurikulum 2013 – S1. Ada mata kuliah yang berubah secara konten perkuliahan, ada yang berubah secara jumlah sks, dan ada juga yang bergeser secara posisi. Mata kuliah yang berubah secara jumlah sks salah satunya adalah Teknik Komputasi  yang awalnya 2 sks berubah menjadi 3 sks. Sementara itu, mata kuliah yang mengalami perubahan posisi di antaranya adalah Dinamika Sistem dan Simulasi, dan Fenomena Gelombang sehingga untuk angkatan 2011 dianjurkan mengambil kedua mata kuliah ini pada semester pendek karena mata kuliah ini berpindah ke tingkat 2. Fisika Kuantum juga yang sebelumnya menjadi salah satu mata kuliah yang mengerikan di semester 4 berpindah ke semester 5.

Pada tingkat 4 berisi mata kuliah pilihan dengan minimal 2 mata kuliah pilihan yang berhubungan dengan topik Tugas Akhir. Sedangkan untuk pengambilan mata kuliah pilihan di luar Program Studi Teknik Fisika diperbolehkan hanya 2 mata kuliah saja. “Sebenarnya dari  ITB diperbolehkan hingga 3 mata kuliah, tapi jurusan Teknik Fisika mata kuliahnya sudah cukup melebar. Kalo mengambil terlalu banyak, nanti makin melebar saja bidang yang dipelajari,” tutur Pak Nugraha. Pada mata kuliah pilihan juga diperbolehkan mengambil mata kuliah S2. Selain mata kuliah pilihan, pada tingkat 4 juga terdapat mata kuliah wajib dari fakultas, yaitu Sistem Thinking sebanyak 4 kali kuliah dalam 1 semester.

Tugas Akhir pada semester 4 dibagi menjadi 2, yaitu TA 1 dengan bobot 2 sks dan TA 2 dengan bobot 3 sks. Struktur pada TA 1 yang diambil pada semester 7 berisi identify the need or problem, Research the need or problem, develop possible solutions, dan select the best possible solution. Kemudian pada semester 8 baru bisa mengambil TA 2 jika TA 1 telah lulus. Struktur pada TA 2 adalah construct a prototype, test and evaluate the solution, communicate the solution, dan redesign atau mengulang jika tidak berhasil prototypenya atau solusinya dan lain-lain. Hal yang berbeda lainnya pada Tugas Akhir  kurikulum baru ini adalah Tugas Akhir pada tingkat akhir ini dilakukan oleh 2 orang dengan kuliah TA bersama, kuliah pilihan wajib bersama, sidang bersama, dan lulus bersama. Walaupun kegalauan sekarang ini bukan hanya dalam mencari pendamping wisuda, tetapi juga dalam mencari pendamping tugas akhir, hal ini tidak usah menjadi hal yang terlalu mengerikan. Hal positif yang diambil dari sistem ini adalah tidak ada teman kita yang tertinggal sehingga semua mahasiswa akan lulus bersama dengan gemilang. Aamiin…

Forum Konsolidasi September 2013

“Gak ada istilah Ferdi gagal, Luhung gagal, atau Jamet gagal. Adanya kita semua gagal atau kita semua berhasil.” – Primadhya Ketua BP HMFT 2013. Sepenggal kalimat ini dilontarkan oleh ketua himpunan kita di akhir Forum Konsolidasi Agenda HMFT yang dilaksanakan 13 September lalu. Forum ini dilaksanakan dengan tujuan “menghangatkan” kembali suasana massa himpunan terhadap kegiatan-kegiatan besar HMFT yang sedang berlangsung.

Acara yang paling dekat adalah Wisuda Oktober 2013 yang diketuai William Wijaya (FT’11). Seperti yang kita semua ketahui, Wisuda Oktober terkenal dengan “loba”nya wisudawan-wisudawati. Dengan tantangan ini, HMFT 2011 sebagai panitia utama sudah gencar-gencarnya mempersiapkan serangkaian acara wisuda dengan tidak lepas dari bantuan anggota HMFT angkatan lainnya. Selain untuk menghormati serta wujud apresiasi kita terhadap para wisudawan yang telah membimbing kita, tentu kita tidak ingin melepas gelar kita sebagai “panen” juara wisudaan. Karenanya, mari kita semua anggota HMFT seluruh angkatan untuk sukseskan Wisuda Oktober ini bersama-sama!!

Di tengah ke hectic nya persiapan wisuda Oktober, kegiatan lain yang sedang berlangsung adalah TFYS 2013 atau yang biasa dikenal dengan osjur. “Siang kapten.. Pagi kapten… Kapteeen!!! Kapteen!!”. Mungkin massa himpunan sering disapa atau dipanggil dengan kalimat ini oleh oknum-onkum yang menggunakan slayer berwarna biru. Yap, mereka adalah kader-kader HMFT 2013. Hal ini jelas mengindikasikan bahwasannya TFYS sedang berlangsung dan akan ada tambahan anggota keluarga di keluarga besar HMFT. Sudah saatnya penerus HMFT dipersiapkan melalui kegiatan ini. Frederick (FT’10) selaku ketua TFYS 2013 menghimbau massa himpunan pada forum ini untuk menyapa kembali kader-kader dengan sambutan yang hangat dan menyenangkan. Langkah simple ini sudah memberikan kontribusi loh dari kita demi kelancaran proses kaderisasi. Sudah siapkah kita untuk menerima anggota baru? Sudah siapkah FT 2012 menjadi bagian dari keluarga kita? Pantau terus kegiatan TFYS 2013..

Selain menyandang gelar langganan juara wisuda, HMFT juga mendapat predikat sebagai tim voli putra terbaik se-ITB. Hal ini dapat dilihat pada performa HMFT di Olimpiade ITB sebagai juara satu tim voli putra. Acara HMFT yang gak kalah pentingnya dan berhubungan dengan voli adalah GVC (Ganesha Volleyball Competition). GVC ini adalah acara HMFT berkolaborasi dengan Nymphaea, HMRH, Archaea. Perwakilan HMFT yang terlibat langsung sebagai panitia utama adalah Raras (FT’11), Reza Raditya (FT’11), Davin (FT’10), dan Aldo (FT’11). Namun tidak lepas dari bantuan massa himpunan sekalian. Ingat dengan momen final olimpiade voli? Ingat dengan kemeriahan dan kebersamaan kita sebagai satu HMFT? Ingin merasakan hal yang sama lagi? Jangan tunggu untuk diminta, kita bersama-sama meriahkan acara GVC ini.

10 minggu lagi kita tertawa bersama, 10 minggu lagi kita lelah bersama, 10 minggu lagi kita berjuang bersama,10 minggu lagi acara puncak kita. Ada apa sih 10 minggu lagi? Tentunya acara besar HMFT yaitu Perayaan 60 Tahun Dies HMFT atau ITB INSIGHT. Tujuan utama dari pelaksanaan acara ini adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bila sains dan teknologi itu menyenangkan dan menarik. Pengenalan ini dirasa penting karena 2 tahun lagi Indonesia akan terlibat dan terpengaruh dengan pasar global melalui AFTA. Kesadaran akan masih kurang berkembangnya teknologi di Indonesia serta banyaknya masyarakat yang kurang mengenal tentang sains dan teknologi mendorong HMFT untuk melakukan inisiasi awal untuk menghadapi serangan pasar global ini. Wujud pengenalan tentang sains dilakukan dengan adanya wahana-wahana di ITB INSIGHT. Saat ini , divisi wahana sedang gencar mempersiapkan wahana-wahana yang akan ditampilkan. Kadang kita mendengar suara mendengung kencang dari arah belakang sekretariat himpunan kita, itu adalah salah satu progress wahana yang sedang berlangsung yakni air mancur sinusoidal. Masih banyak sekali wahana-wahana yang menarik yang akan ada. Massa himpunan dihimbaukan untuk turut serta membantu dalam proses perakitan wahana, rencananya akan ada tiap hari yang membuat wahana. 10 wahana dalam 10 minggu. Waw!, Makanya, mari kita semua bantu untuk mencapai tujuan diadakannya acara ini dari asalnya.

Selain wahana akan ada yang namanya Festival INSIGHT yang nantinya menjadi acara yang menutup rangkaian acara INSIGHT. Di panggung festival INSIGHT akan ada penampilan final dari lomba KLUNG sembari mengenalkan klungbot itu sendiri. Akan ada juga video mapping dalam rangkaian acara festival tersebut. Ada juga kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dinamakan One Litre of Light.

Untuk mencapai tujuan bersama acara ini, tentunya dibutuhkan bantuan dari massa himpunan. Apa aja sih yang bisa kita lakukan? Untuk sponsorship, bagi yang memiliki link atau ke perusahaan-perusahaan bisa ke ketua divisi sponsorship, Robet (FT’10). Di bidang publikasi, kita bisa bantu retweet dari twitter @ITBINSIGHT dan ajak teman-teman kita untuk bantu ikutan publikasi. Di kegiatanaPengabdian masyarakat dibutuhkan bantuan untuk survey ke tempat yang akan menjadi lokasi pengmas.Bisa dibantu juga dengan melihat kiri-kanan buat jadi referensi tempat buat pengmas yang sesuai untuk litre of light. Dan untuk wahana, kita dapat membantu membuat wahana-wahana yang ingin kita tampilkan nanti

“5 Minggu lagi ada wisuda. 6 minggu lagi ada GVC. Dan 10 minggu lagi ada INSIGHT.”

Kita bisa melihat bahwa saat ini HMFT sedang dalam keadaan “sesibuk-sibuknya”. Semuanya ini hanya bisa terjadi dan terwujud dengan kerjasama setiap pihak dari kita, anggota HMFT. Acara-acara ini adalah wadah bermain kita, semuanya dilaksanakan untuk mempersatukan kita semua bukan sebaliknya. Mari kita semua bersama-sama membantu dan ikut serta dalam mempersiapkan semua acara ini. Jangan lupa jaga kesehatan yaa..

VIVAT FT!

Masterchef HMFT

header amsterchef

Seperti yang tergambar dalam namanya, Masterchef HMFT adalah sebuah kompetisi masak antardivisi dalam badan pengurus HMFT. Acara yang digarap oleh divisi kekeluargaan ini diramaikan oleh seluruh divisi termasuk MSDM+Kahim. Acara ini dilaksanakan selepas maghrib di lembah HMFT.

Sejak siang hari, anak-anak HMFT sudah terlihat sibuk menyiapkan alat dan bahan masakan. Ada yang membawa dari rumah, ada juga yang pergi berbelanja. Sekitar pukul 18.30, para peserta sudah mulai spotting untuk mendapatkan tempat yang strategis. Pada pukul 19.00, barulah kompetisi dimulai. Tiap-tiap peserta mulai mencuci, mengupas, dan mengiris kentang. Kenapa kentang? Karena kentang adalah bahan yang wajib ada di dalam masakan peserta. Para peserta diberi waktu satu jam untuk menyelesaikan masakan mereka. Walaupun peserta memasak dalam diam, karena ada himpunan lain yang sedang pembukaan osjur di intel, hasilnya tetap mengagumkan! Ternyata anak-anak HMFT jago masak!

Setelah berkutat dengan api dan pisau selama satu jam, para peserta tidak diperbolehkan lagi memasak dan penilaian pun dimulai. Tim juri yang terdiri dari para kadep mulai memanggil perwakilan tiap divisi satu per satu. Dari hasil penilaian, diputuskan Divisi Olahraga sebagai juara pertama! Yaaayyy! Selamat untuk para pemenang! 😀
masterchef orkes

Talkshow Entrepreneurship: Solusi Kemandirian Bersama

“Entrepreneurship is living a few years of your life like most people won’t, so that you can spend the rest of your life like most people can’t.” -Anonymous

Talkshow interaktif HMFT yang bertajuk “Entrepreneurship Solusi Kemandirian Bersama” telah berhasil dilaksanakan tanggal 13 April  2013 lalu di ruang multimedia labtek VI. Walau dilaksanakan sesudah pergantian masa kepemimpinan HMFT, ternyata ini merupakan kegiatan divisi Kewirausahaan yang dikepalai Anita Ayuningtyas FT’09. Salikul Hafidz FT’11 sebagai ketua dan kepanitiaan tersusun dari anggota divisi kewirausahaan HMFT 2012/2013 beserta anggota OCD.

Alasan utama kegiatan ini disajikan dalam bentuk talkshow dikarenakan bentuk pertanggungjawaban dana yang diberikan harus dalam bentuk barang. Bentuk acara yang memungkinkan untuk “menghabiskan” uang yang ada adalah dengan membuat talkshow interaktif yang “banjir” doorprize. Target utama kegiatan ini adalah internal anggota HMFT dengan harapan bisa meningkatkan semangat wirausaha di internal HMFT. 100 orang menjadi target peserta yang hadir, namun ternyata massa himpunan yang hadir mencapai 110 orang. Tingginya kehadiran massa himpunan tidak lain adalah karena doorprize yang dijanjikan.

Selain doorprize yang menggiurkan, tentu pembicara yang hadir juga bukan main-main. Pembicara yang hadir membagi pengalamannya adalah Budiono Kartohadiprodji FT’64, Adam Arrieta FT’03, Ahmad Suryo Arifin FT’03, Widodo Dwi Putro FT’06, Panji Prabowo FT’06, dan Ridwan Aldillah FT’06. Dengan banyaknya pembicara, panitia mengharapkan adanya penjabaran pola bisnis secara keseluruhan se-Indonesia hingga mencapai cakupan yang lebih kecil. Semua pembicara merupakan alumni FT, hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa FT yang tidak memiliki dasar manajemen pun bisa menjalankan bisnis.

Sayang sekali di hari yang sama berlangsung juga beberapa agenda himpunan lainnya. “Awalnya mau atur-atur jadwal dulu, konsolidasi. Tapi yang lain bilang yaprut aja.” ujar M. Rifky. Walau demikian keberjalanan acara cukup kondusif. Selain karena dilaksanakan di ruang tertutup yang nyaman, juga konsumsi yang sangat cukup.

Sajian Riset : Building Energy and Lighting

IMG-20130516-WA0000

Pada tanggal 13 April 2013 yang lalu, divisi riset mengadakan sajian riset yang bertemakan “Building Energy and Lighting”. Tema ini diambil karena pada kesempatan yang lalu divisi riset memang hanya mengangkat sebagian dari kelompok keahlian Teknik Fisika yakni pencahayaan dan manajemen energi. Pembicara pada pertemuan ini adalah alumni angkatan 2006 dari Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung, yang tidak lain adalah Giovani Haryadi dan Ali Irhami. Sharing ini diawali dengan pemaparan dari saudara Ali, yang mengemban profesi sebagai Lighting Engineer, bahwa profesi lighting di Indonesia pertama kali muncul tahun 1994, yaitu LITAC (Lighting and Acoustic Consultant). Secara garis besar terdapat 4 pilar yang dapat menghasilkan lighting engineer, yaitu arsitek, seni rupa (interior design), teknik fisika, dan elektro. Beliau sendiri menyatakan bahwa beliau menyukai profesinya, karena pencahayaan merupakan perpaduan dari hal yang paling beliau suka, yakni seni dan teknologi. Saudara Gio, sustainable constructor specialist di Holcim, melanjutkan “Impian semua engineer dari fisika bangungan adalah bekerja di Arup.” Arup adalah perusahaan konstruktor bangunan tingkat dunia, perusahaan ini telah menghasilkan karya-karya terkenal di seluruh dunia, contohnya adalah Stadion di Beijing, Marina Bay Sands Singapore.

“Menurut kalian, apa itu bangunan?” Pertanyaan ini dilontarkan oleh saudara Gio kepada peserta sajian riset. “Bangunan adalah sesuatu yang dapat memfasilitasi manusia untuk melakukan berbagai kegiatan atau keperluan.” Dapat diambil kesimpulan bahwa bangunan adalah hal yang esensial dalam kehidupan manusia, akan tetapi kedua pembicara sepakat bahwa di Indonesia masih jarang ditemui tenaga ahli di bidang pencahayaan dan AC. “Oleh karena itu, sampai saat ini bidang ini  berpotensi menghasilkan uang.”, papar Gio.

Walaupun demikian, Indonesia nyatanya dapat berprestasi di bidang pencahayaan. Di dunia terdapat suatu asosiasi lighting designer ( International Association Lighting Designer ). Organisasi ini mengadakan lomba  yang kemudian dimenangkan oleh SPBU Pertamina dengan desain lampu dan reflektornya yang merupakan hasil kerja Lumina. Sehingga walaupun hanya sedikit tenaga pencahayaan di Indonesia, tingkatnya tidak kalah dalam persaingan internasional.

Setelah mengetahui apa itu bangunan, bagaimana bangunan itu pertama kali dibuat? Bangunan diawali dengan perencanaan biaya dan desain. Desain tersebut seharusnya merupakan kolaborasi dari arsitek, sipil, dan fisika bangunan, akan tetapi hal tersebut jarang terjadi di Indonesia. Kendalanya adalah, di Indonesia cenderung yang mempelopori adalah para arsitek,sehingga pada akhirnya orang – orang dari fisika bangunan harus menyesuaikandesainnya dengan arsitektur yang diajukan.

Sebagai sarjana teknik fisika, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh baik Saudara Ali ataupun Saudara Gio, yaitu saratnya pengetahuan dari perusahaan di Indonesia tentang teknik fisika, selain itu ilmu teknik fisika adalah ilmu yang umum sehingga untuk mendalami bidang tertentu harus dipelajari lagi. Kendala lainnya sebagai sarjana yang mendalami bidang energi dan pencahayaan adalah apresiasi yang kurang di Indonesia karena masih didominasi oleh arsitektur. Namun, di negara lain para insinyur fisika bangunan cukup diapresiasi. Di Indonesia, hal yang berhubungan dengan fisika bangunan, lebih sering mengambil ahli dari luar negeri. Terbukti bahwa jumlah ahli fisika bangunan di Indonesia masih sangat sedikit dan dibutuhkan. Bangunan akan terus ada dan akan terus berkembang, begitu pula di Indonesia, fisika bangunan memiliki potensi pasar yang cukup besar di Indonesia.

Bidang fisika bangunan sampai saat ini masih dalam proses pengembangan di Indonesia dan jumlah ahlinyapun cenderung sedikit. Akan tetapi  dengan banyaknya proyek pembangunan, membuat pasar di Indonesia cukup besar dan akan terus berkembang. Oleh karena itulah lulusan-lulusan fisika bangunan memiliki kesempatan yang besar untuk berkembang, baik di Indonesia maupun di luar negeri.