Sajian Riset : Building Energy and Lighting

IMG-20130516-WA0000

Pada tanggal 13 April 2013 yang lalu, divisi riset mengadakan sajian riset yang bertemakan “Building Energy and Lighting”. Tema ini diambil karena pada kesempatan yang lalu divisi riset memang hanya mengangkat sebagian dari kelompok keahlian Teknik Fisika yakni pencahayaan dan manajemen energi. Pembicara pada pertemuan ini adalah alumni angkatan 2006 dari Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung, yang tidak lain adalah Giovani Haryadi dan Ali Irhami. Sharing ini diawali dengan pemaparan dari saudara Ali, yang mengemban profesi sebagai Lighting Engineer, bahwa profesi lighting di Indonesia pertama kali muncul tahun 1994, yaitu LITAC (Lighting and Acoustic Consultant). Secara garis besar terdapat 4 pilar yang dapat menghasilkan lighting engineer, yaitu arsitek, seni rupa (interior design), teknik fisika, dan elektro. Beliau sendiri menyatakan bahwa beliau menyukai profesinya, karena pencahayaan merupakan perpaduan dari hal yang paling beliau suka, yakni seni dan teknologi. Saudara Gio, sustainable constructor specialist di Holcim, melanjutkan “Impian semua engineer dari fisika bangungan adalah bekerja di Arup.” Arup adalah perusahaan konstruktor bangunan tingkat dunia, perusahaan ini telah menghasilkan karya-karya terkenal di seluruh dunia, contohnya adalah Stadion di Beijing, Marina Bay Sands Singapore.

“Menurut kalian, apa itu bangunan?” Pertanyaan ini dilontarkan oleh saudara Gio kepada peserta sajian riset. “Bangunan adalah sesuatu yang dapat memfasilitasi manusia untuk melakukan berbagai kegiatan atau keperluan.” Dapat diambil kesimpulan bahwa bangunan adalah hal yang esensial dalam kehidupan manusia, akan tetapi kedua pembicara sepakat bahwa di Indonesia masih jarang ditemui tenaga ahli di bidang pencahayaan dan AC. “Oleh karena itu, sampai saat ini bidang ini  berpotensi menghasilkan uang.”, papar Gio.

Walaupun demikian, Indonesia nyatanya dapat berprestasi di bidang pencahayaan. Di dunia terdapat suatu asosiasi lighting designer ( International Association Lighting Designer ). Organisasi ini mengadakan lomba  yang kemudian dimenangkan oleh SPBU Pertamina dengan desain lampu dan reflektornya yang merupakan hasil kerja Lumina. Sehingga walaupun hanya sedikit tenaga pencahayaan di Indonesia, tingkatnya tidak kalah dalam persaingan internasional.

Setelah mengetahui apa itu bangunan, bagaimana bangunan itu pertama kali dibuat? Bangunan diawali dengan perencanaan biaya dan desain. Desain tersebut seharusnya merupakan kolaborasi dari arsitek, sipil, dan fisika bangunan, akan tetapi hal tersebut jarang terjadi di Indonesia. Kendalanya adalah, di Indonesia cenderung yang mempelopori adalah para arsitek,sehingga pada akhirnya orang – orang dari fisika bangunan harus menyesuaikandesainnya dengan arsitektur yang diajukan.

Sebagai sarjana teknik fisika, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh baik Saudara Ali ataupun Saudara Gio, yaitu saratnya pengetahuan dari perusahaan di Indonesia tentang teknik fisika, selain itu ilmu teknik fisika adalah ilmu yang umum sehingga untuk mendalami bidang tertentu harus dipelajari lagi. Kendala lainnya sebagai sarjana yang mendalami bidang energi dan pencahayaan adalah apresiasi yang kurang di Indonesia karena masih didominasi oleh arsitektur. Namun, di negara lain para insinyur fisika bangunan cukup diapresiasi. Di Indonesia, hal yang berhubungan dengan fisika bangunan, lebih sering mengambil ahli dari luar negeri. Terbukti bahwa jumlah ahli fisika bangunan di Indonesia masih sangat sedikit dan dibutuhkan. Bangunan akan terus ada dan akan terus berkembang, begitu pula di Indonesia, fisika bangunan memiliki potensi pasar yang cukup besar di Indonesia.

Bidang fisika bangunan sampai saat ini masih dalam proses pengembangan di Indonesia dan jumlah ahlinyapun cenderung sedikit. Akan tetapi  dengan banyaknya proyek pembangunan, membuat pasar di Indonesia cukup besar dan akan terus berkembang. Oleh karena itulah lulusan-lulusan fisika bangunan memiliki kesempatan yang besar untuk berkembang, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *