Ngariung Sosmas 1: Panic Buying

Apa aja sih yang menjadi faktor seseorang melakukan panic buying?

Yang pertama adalah faktor informasi dan pengetahuan. Apakah kalian merasa bahwa di masa pandemi ini, banyak sekali informasi yang bertebaran? Ditambah lagi kepanikan yang menyebabkan kita bingung untuk memfilter segala informasi yang ada. Perolehan informasi yang kurang jelas mengenai suatu keadaan menyebabkan masyarakat berbondong-bondong membeli sesuatu berskala besar, lho. Ditambah lagi masa pandemi disertai dengan rasa takut akan kesulitan mendapatkan barang tertentu.

Kedua, adalah faktor psikologis dan pengaruh lingkungan. Ternyata faktor lingkungan juga sangat berpengaruh, lho. Disaat lingkungan kita membeli keperluan dengan skala besar, maka secara psikologis kita juga akan ikut untuk melakukan hal yang sama. Ditambah lagi faktor psikologis “merasa aman” di tengah pandemi yang didasari oleh terpenuhinya kebutuhan sehari-hari menyebabkan kecenderungan membeli berskala besar meningkat!

Ternyata panic buying memiliki dampak yang serius lho jika terus menerus terjadi!

  1. Terganggunya Food Supply Chain (Rantai Pasok Pangan)
    Rantai pasok pangan merupakan integrasi/rangkaian proses pemasokan bahan pangan dari produksi, distribusi, hingga konsumsi. Perubahan perilaku konsumen disertai dengan sulitnya operasi industri di kala pandemi menyebabkan suplai makanan mengalami perubahan pola. Hal ini dapat menyebabkan risiko berkurangnya pasokan makanan dari tangan industri hingga ke tangan konsumen.
  2. Kelangkaan barang, kenaikan harga, hingga inflasi
    Trend membeli barang secara masif dapat menyebabkan kelangkaan ketersediaan barang. Kalau sudah langka, apa yang akan terjadi? Dikutip dari Jurnal Impact of COVID-19 on the food supply chain, panic buying dan lockdown di masa pandemi covid-19 menyebabkan kenaikan harga barang yang cukup signifikan. Kelangkaan barang disertai dengan permintaan yang tinggi dapat menyebabkan inflasi! Hal ini akan sangat berdampak buruk jika inflasi terjadi pada barang-barang berupa bahan makanan pokok.
  3. Lesunya perekonomian
    Menurut Asian Development Bank (ADB), Indonesia adalah negara dengan tingkat konsumsi domestik yang tinggi pada tahun 2019. Dimana hal itu akan membuat ekspansi ekonomi Indonesia berlanjut pada pertumbuhan yang sehat pada tahun 2019 dan tahun depannya. Namun, apabila daya konsumsi masyarakat yang tinggi itu bertumpu pada panic buying yang dianggap sebagai pemacu daya konsumsi, hal itu akan membuat ekonomi Indonesia lesu di masa depan.
Nah, ternyata perilaku kita saat ini memiliki dampak jangka panjang yang luar biasa, yaa. Yuk lebih bijak dalam bertindak! Tidak perlu panik dan gelisah akan keterpenuhan kebutuhan di masa pandemi. Ingat, masih banyak saudara kita yang membutuhkan!

Cermati informasi dengan baik dan selalu jaga kesehatan~!

#iTHINKSOciety

Post Instagram @lentera.hmft : https://www.instagram.com/p/CR0vyt5MbnF/ 

 

Referensi:

Wijaya, Tony. (2020). Factor Analysis of Panic Buying During the Covid-19 Period in Indonesia. Available at SSRN: https://ssrn.com/abstract=3603750 or https://dx.doi.org/10.2139/ssrn.3603750 

Serpil Aday, Mehmet Seckin Aday, Impact of COVID-19 on the food supply chain, Food Quality and Safety, Volume 4, Issue 4, December 2020, Pages 167–180, https://doi.org/10.1093/fqsafe/fyaa024 

The Jakarta Post. (2020, March 20). Panic buying hurts consumption growth in the long run, analyst say. Thejakartapost. https://www.thejakartapost.com/news/2020/03/20/panic-buying-hurts-consumption-growth-in-the-long-run-analysts-say.html 

CNN Indonesia. (2021, July 5). Pasokan Susu Beruang Langka di Surabaya, Berlimpah di Bali. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210705171619-92-663472/pasokan-susu-beruang-langka-di-surabaya-berlimpah-di-bali 

Nur Afifah, M. (2021, July 4). Alasan Psikologi di Balik Panic Buying saat Pandemi Covid-19. Kompas. https://health.kompas.com/read/2021/07/04/103100068/6-alasan-psikologi-di-balik-panic-buying-saat-pandemi-covid-19?page=all 

Tags:

#Kajian

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *