Tim HMFT Berhasil Meraih Medali Perak Kejuaraan PIMNAS 2014

pkm

Foto di atas adalah satu-satunya tim dari ITB yang berhasil meraih medali perak?? Di kejuaraan PIMNAS 2014. Dari atas, kiri ke kanan ada Roji FT’10, Robet FT’10, Kinan FT’12. Sedangkan di bawah dari kiri ke kanan ada Bayu FT’11 dan Ikhsanudin FT’10. Hal ini sungguh sangat membahagiakan dan membanggakan bagi jurusan Teknik Fisika, maupun ITB.  perjalanan mereka menuju raihan medali perak juga tidaklah mudah. Ada beberapa tahap yang harus mereka lalui. Mulai dari pengumpulan proposal, tahap pemantauan dan evaluasi (Monev – Monitoring and Evaluation), hingga tahap presentasi final di PIMNAS 2014. Kesemua tahap tersebut dilalui dengan proses yang panjang hingga 7-9 bulan. Sehingga hasil yang mereka peroleh sesuai dengan kerja keras mereka. Berikut ini adalah hasil wawancara kami dengan salah satu anggota team, yaitu M. Fahruroji. Semoga hasil wawancara ini bisa menginspirasi  kita semua supaya semakin bersemangat untuk mencapai kesuksesan di lomba ini.

Kak Roji, Jenis Lomba Apa yang Diikuti dan Tahapannya Seperti Apa?

Lomba yang kami ikuti adalah Lomba PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang diselenggarakan oleh DIKTI. Lomba ini bertujuan untuk mengasah kreativitas mahasiswa di dalam beberapa bidang tertentu seperti karya cipta, teknologi, kewirausahaan, penelitian, dan lain-lain. ada 3 tahap penting dalam lomba ini yaitu: pengumpulan proposal (PKM), monitoring dan evaluasi (MONEV), dan terakhir presentasi di depan juri (PIMNAS).

 Apa Alasan/Motivasi Untuk Mengikuti Lomba PKM Ini?

Ada 2 alasan mengapa kami ikut lomba ini. Pertama, kami ingin proyek penelitian tugas akhir yang kami kerjakan juga bisa ikut dilombakan di PKM ini. Seperti ada peribahasa yang mengatakan “Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui”. Yang kedua, kami juga ingin menambah pengalaman kami dalam berjuang untuk memenangkan suatu lomba.

 Bagaimanakah kesan setelah mengikuti lomba ini?

Banyak sekali, mulai dari belajar untuk bekerja keras, menguras tenaga hingga melatih kesabaran untuk membuat alat tersebut. Tapi akhirnya semua itu terbayar dengan kesuksesan meraih medali perak di lomba PIMNAS ini.

 Boleh dijelaskan karya cipta seperti apa yang tim Kak Roji buat?

Karya cipta kami adalah merancang sistem pergerakan quadrotor berdasarkan gerak pada tubuh. Jadi, adanya sistem ini kita bisa mengontrol quadrotor hanya dengan memberi kode gerak pada tubuh. Misalkan ingin menggerakkan quadrotor ke kiri, kita tinggal merentangkan tangan saja. Untuk bisa merekam gerak tubuh kita, kami menggunakan kinect pada Xbox.

 Ada Hal Menarik/Unik yang Terjadi Selama di PIMNAS 2014?

Ada, yaitu ketika para juri yang begitu terkesan dan kaget melihat quadrotor tersebut bisa bergerak dengan lancar hanya gerak dari tubuh saja. Sehingga bisa dikatakan saat kami mempragakan quadrotor, suasana di ruangan tersebut menjadi lebih cair.

 Adakah Tips Tertentu Agar Bisa Sukses di Lomba PKM Ini?

Yang pertama pasti harus ada niat terlebih dahulu, sungguh-sungguh, dan diselesaikan dengan benar dan tepat. Tahap proposal dikerjakan dengan benar sesuai format yang ada. Terakhir saat presentasi di PIMNAS, yakinkan pada juri bahwa karyamu itu unik, kreatif, realistis, dan dapat diterapkan di masyarakat.

 Pesan Untuk Adik-adik Mahasiswa Teknik Fisika ITB Lainnya?

Jangan lewatkan kesempatan untuk ikut PKM. Ada begitu keilmuan-keilmuan dan penelitian di Fisika Teknik (FT) yang bisa menjadi bahan inspirasi. Jikalau bingung dengan idenya, bisa langsung ke lab-lab di FT dan bertanya ke dosen maupun anak-anak di lab tersebut. Jikalau masih kurang yakin, bisa pergi ke perpus FT dan melihat-lihat TA-TA sebelumnya. Jika sudah yakin dengan ide tersebut, jangan lupa menghubungi pe-TA tersebut agar diberi izin untuk dijadikan lomba.

Penasaran bagaimana quadrator berlaga di PIMNAS? Klik https://www.facebook.com/video.php?v=10202444108015211

Oleh: Trisfianto (FT 2011)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *